8 Mei 2021

Fakta & Realita

Berita Harian Terkini, Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terpercaya Terlengkap Seputar Priangan

Peringati Hari Jadi Garut ke-207, DPRD Garut Gelar Sidang Paripurna Istimewa Masa Sidang 1 Tahun 2020

Garut, faktadanrealita.com-

Dalam rangka Memperingati Hari Jadi Garut (HJG) ke 207 Tahun 2020 DPRD Kabupaten Garut menggelar “Rapat Sidang Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Garut Masa Sidang 1 Tahun 2020”, bertempat di Ruang Paripurna DPRD, Jln. Patriot No. 2 Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Jumat (17/02/2020).

Kegiatan tersebut di hadiri perwakilan Gubernur Jawa Barat, Danrem 062 Tarumanagara, Unsur Forkopimda Kabupaten Garut, Bupati Garut, Wakil Bupati Garut, Ketua DPRD, Wakil Ketua bersama para anggota DPRD, SKPD Jajaran Pemda Garut, para Camat dan Lurah se-kabupaten Garut, Para Mantan Bupati Garut dan Ketua DPRD, BUMN, Para Sesepuh Garut, Para Veteran, Para Ormas Dan LSM, Para Tokoh Agama dan Masyarakat Serta Para tamu undangan Lainnya.

Dalam acara tersebut dibacakan pula sejarah singkat kabupaten Garut oleh Kadisparpud, Budi Gan Gan, SH, M.Si, bahwa Sejarah berdirinya Kota Garut berawal dari Bupati Adiwijaya (1813–1831) yang memerintah kabupaten Balubur Limbangan (1813–1831) pada zaman Hindia Belanda mendapatkan Instruksi untuk membentuk panitia survei lokasi dalam rangka pemindahan kedudukan pusat kabupaten ke ibukota kabupaten yang baru dikarenakan pihak hindia Belanda merasa komoditas Kopi dan rempah-rempah di daerah Limbangan sudah tidak mencukupi. Kemudian Tim sutvei tersebut berangkat mencari lokasi dan sampailah di daerah Suci Karangpawitan, namun ternyata pemilihan Suci dirasa masih dianggap kurang strategis karena kondisi daerahnya terlalu sempit untuk pengembangan kota, alhasil Tim memutuskan untuk mencari tempat lagi, Pilihan pun akhirnya jatuh di tempat yang ada mata airnya (sekarang berdiri SMP Negeri 1 dan 2 Garut), yang mengalir ke sugai Cimanuk. Tempat tersebut berjarak ± 17 km dari pusat kota lama. Saat menemukan mata air, seorang panitia “Kakarut” (bahasa sunda: tergores) belukar.

Orang Belanda yang ikut survei tak dapat menirukan kata tadi, dan menyebutnya gagarut. Pada awalnya, nama kabupaten yang Ibukotanya telah dipindahkan tidak akan diubah, masih Kabupaten Limbangan. Namun, atas saran sesepuh hendaknya nama kabupaten diganti dengan nama baru sehingga tidak menimbulkan bencana dan malapetaka dikemudian hari seperti yang sering menimpa kabupaten Limbangan.

Dari kejadian kakarut tersebut, yang dilafalkan oleh orang Belanda dengan gagarut, muncullah nama kebupaten baru, Garut. Hari jadi Garut diperingati setiap tanggal 16 Februari.

Sementara itu Bupati Garut, H. Rudy Gunawan SH, MH, MP dalam sambutannya mengatakan, peringatan Hari Jadi Garut yang ke-207 tentu akan lebih bermakna apabila kita jadikan sebagai sarana bermuhasabah terhadap bebagai hasil capaian pembangunan dalam satu tahun ini.

Indek Pembangunan Manusia (IPM) Garut, menurut Bupati, memang masih rendah, namun demikian, dalam implementasi tahun terakhir sesuai perda no. 3 Tahun 2014, IPM kita mengalami kenaikan sebesar 3,61%,  ini tertinggi di Jawa Barat dan Indonesia karena diatas IPM nasional hanya 3,60%, dan mendekati pertumbuhan ASEAN dengan 3,63%. Dalam kurun waktu 2014-2019 selama priode 5 tahun IPM kita tumbuh 11,2% tertinggi kedua di Jawa Barat setelah kota Tasik di peringkat pertama dengan pertumbuhan 20,04%.

Baca Juga :   Awal Maret ini, PT. KAI Gratiskan Tiket Naik Kereta Api Cibatu-Garut

Lanjut Bupati, peningkatan  IPM menjadi salah satu prioritas utama Pemkab Garut, untuk mengejar ketertinggalan IPM,  kita akan meningkatkan mutu pendidikan dan rata- rata lama sekolah yang dirasa saat ini masih dibawah, selain itu rendahnya pendapatan perkapita penduduk Garut, tingginya angka kemiskinan, tingkat pengangguran yang tinggi, rendahnya daya beli, minimnya  layanan kesehatan, penanganan sampah, pariwisata dan rumah layak huni semua juga akan kita tingkatkan ditahun ini dan selanjutnya.

 “Sesuai motto peringatan Hari Jadi Garut, kita akan bekerja bersungguh-sunguh dan bertanggung jawab, tak terkecuali untuk mengejar ketertinggalan IPM kita,” tegas Bupati.

Masih kata Bupati, indeks kepuasan masyarakat dalam kategori baik, keberhasilan yang dilakukan bersama DPRD kabupaten Garut kita terlihat dengan diraihnya 4 kali WTP berturut-turut atas laporan keungan 2015, 16, 17 dan 2018, untuk yang 2019 sedang dalam proses penilaian. Minggu lalu kita di undang pemerintah pusat ke Kabupaten Batang, disana kita mendapatkan medapatkan penghargaan SAKIP 2020 dengan nilai BB , karena sistem akuntabilitas kinerja kita dianggap sangat baik, pencapaian nilai BB ini menjadikan kita tertinggi se-Jawa Barat dan masuk 20 besar tertinggi nasional,  padahal jika ditengok sebelumnya nilai kita hanya CC, ini menjadi bukti keseriusan pemerintah Garut yang didukung DPRD nya dalam mengelola tata pemerintahan kabupaten Garut.

Terakhir Bupati Berharap, pemerintah kabupaten Garut dengan dukungan DPRD  Garut dan ditopang dengan instansi vertikal TNI Polri bersama seluruh masyarakat yang dikenal dengan Pentahelik, semua unsur tersebut harus bersinergi agar kedepan kita bisa mengejar segala ketertinggalan yang ada sehingga kemajuan kabupaten Garut akan cepat tercapai.

Ditempat yang sama, Ketua DPRD kabupaten Garut, Hj. Euis Ida Wartiah memandang, pencapaian kinerja pemerintah dibawah Kepemimpinan Rudy-Helmi sebagai Bupati dan Wakil Bupati sangat baik, ini telihat dari banyaknya penghargaan yang di dapatkan, baik di tingkat propinsi maupun nasional.

Akan tetapi, menurut Euis Ida, pemerintah kabupaten Garut jangan terlena dan terlalu berbangga hati karena masih banyak “PR-PR” menanti, ada banyak permasalahan menyangkut infrastruktur dan sosial ekonomi masyarakat yang harus segera ditangani.

Euis Ida mengatakan, peningkatan kesejahteraan masyarakat Garut harus menjadi prioritas utama pemerintah, DPRD Garut berkeyakinan bahwa  Pemkab Garut dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati Garut dapat mewujudkan keinginan ini, tentunya  dengan segala SDM dan SDA yang ada dan dimiliki kabupaten Garut.

“Kesejahteraan masyarakat Garut adalah cita-cita kita bersama, pemerintah dalam hal ini Bupati Garut harus bisa mengupayakannya, ” ujarnya.

Sebagai Wakil Rakyat, tentunya di peringatan Hari Jadi Garut ke-207 banyak keinginan yang harus diperjuangkan, Bupati Garut sesuai motto HJG telah katakan program-programnya di 2020 dan tahun selanjutnya, kita tentunya akan melakukan sinergitas dengan pemerintah sebagai langkah strategis DPRD Garut dalam rangka memperjuangkan aspirasi rakyat dan mendukung keberhasilan program pemerintah tersebut, semua ini dilakukan demi kemajuan pembangunan dan tercapainya kesejahteraan masyarakat yang berkeadilan dan merata.(Wena/U.Nandang/Yosef)

Bagikan :
error: Protect !!!