11 April 2021

Fakta & Realita

Berita Harian Terkini, Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terpercaya Terlengkap Seputar Priangan

Longsor Kembali Terjang Wilayah Kecamatan Karangpawitan Garut

Garut, faktadanrealita.com-

Bencana longsor kembali melanda wilayah kecamatan Karangpawitan Kabupaten Garut. Sedikitnya ada tiga titik lokasi longsor di Kampung Pojok RT 03 RW 12, Desa Karangpawitan.

Berdasarkan keterangan Elgi (33), salah seorang warga setempat yang ada di lokasi kejadian, menyebutkan, longsor terjadi pada minggu malam (23/02/2020), selepas Maghrib sekitar pukul 18.30 WIB. “Saat itu disekitaran kampung Pojok diguyur hujan turun yang sangat deras,” ujarnya

Camat Karangpawitan, Rena Sudrajat, setelah mendapatkan informasi tentang adanya longsor di kampung Pojok, senin pagi (24/02/2020) bersama-sama Forkopincam Karangpawitan lainnya dan juga Kepala Desa Karangpawitan, langsung menuju lokasi kejadian dengan membawa sejumlah peralatan yang dibutuhkan.

Tiba di lokasi, Camat beserta rombongan yang diantaranya turut hadir Babinsa 1102/krp, Sertu Taufik dan juga Kapolsek Karangpawitan, Oon Suhendar, langsung berbaur bersama warga, bahu-membahu bergotong-royong mengangkut dan menyingkirkan tumpukan longsor yang menutupi seluruh permukaan jalan desa sampai selesai.

Ditemui wartawan Fakta dan Realita seusai kegiatan penanggulangan longsor, Camat Karangpawitan, Rena Sudrajat mengatakan bahwa longsor ini terjadi akibat minimnya pepohonan, warga sengaja tidak menanaminya karena lahannya difungsikan untuk menjemur bata.

Baca Juga :   Siswa - Siswi SMAN 1 Bireuen, Raih Juara 1 Perlombaan Duta Sadar Hukum Kabupaten Bireuen 2020

“Saya sudah menugaskan Kepala Desa Karangpawitan agar menutup area rawan longsor untuk produksi pembuatan bata karena selain berbahaya, lahan pun menjadi gundul karena digunakan untuk menjemur bata,” kata Rena.

Rena menambahkan, bahwa penghijauan menjadi solusi terbaik untuk antisipasi longsor dikemudian hari.

“Kalau kita lihat bukit-bukit disini rawan longsor, diakibatkan oleh minimnya pepohonan besar yang mana akarna bisa menyerap air dan menahan tanah, sehingga keadaan tanah yang gembur ini tidak akan mudah terbawa air saat hujan deras,” ucap Rena.

Sementara itu Kepala Desa Karangpawitan, Dadang Suryana mengatakan bahwa sesuai instruksi pimpinan (Camat), Ia akan segera melakukan tindakan diarea rawan longsor tersebut.

“Sesuai apa yang diucapkan pak Camat, secepatnya kita akan menutup penjemuran bata di daerah rawan longsor tersebut, untuk selanjutnya akan diadakan reboisasi berupa penanaman pohon besar-besaran, sekitar 20.000 pohon yang akan kita tanam diarea rawan longsor,” pungkasnya.(Wita)

Bagikan :
error: Protect !!!