Imbas dari Satu Orang Warga Garut Kota Positif Covid-19, Sejumlah Jalan di Pusat Kota Garut di Tutup Mulai Senin Ini

Berita Utama274 Dilihat
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Garut, faktadanrealita.com-

KEPOLISIAN RESORT (Polres) Garut akan menutup kawasan Pengkolan, Garut mulai Minggu (26/4/2020) siang. Penutupan dilakukan untuk mengurangi kepadatan warga di pusat perkotaan.

Kasat Lantas Polres Garut AKP Asep Nugraha menjelaskan, penutupan akan dilakukan mulai pukul 14.00 WIB siang ini hingga menjelang waktu berbuka.

“Pukul 14.00 WIB Jalan Ahmad Yani akan dilakukan penutupan sampai dengan waktu berbuka,” ucap Asep saat dikonfirmasi detikcom, Minggu (26/4/2020) siang.

Asep menjelaskan, penutupan pusat perkotaan Garut atau yang lebih sering disebut warga kawasan Pengkolan itu bertujuan untuk mengurai keramaian warga.

“Tujuannya untuk mengurangi keramaian di sekitaran kota. Ini merupakan kebijakan Pemda,” katanya.

Pengkolan rencananya akan ditutup setiap hari dalam waktu tersebut hingga bulan Ramadhan berakhir. Hari ini merupakan uji coba pertama kali kebijakan Pemkab Garut tersebut diujicoba oleh pihak kepolisian.

Asep menambahkan, pihaknya berharap warga tak keluyuran di kota untuk menghentikan penyebaran virus Corona.

Foto: Ruas Jalan A. Yani Garut terlihat lenggang

“Ada baiknya untuk mengikuti anjuran pemerintah untuk diam di rumah. Sebab, pantauan kami, jalur ini selalu penuh oleh warga terutama di waktu menjelang berbuka,” tutup Asep.

Jalan Ahmad Yani sendiri membentang sekira belasan kilometer dari Kecamatan Garut Kota hingga Karangpawitan. Jalan Ahmad Yani merupakan pusat perkotaan Garut.

Sementara itu Kepala Dinas Perhubungan Garut, Suherman, kepada awak media mengatakan, penutupan jalan di wilayah pusat kota akan dilakukan selama 14 hari. Penutupan jalan dimulai pukul 12.00 sampai 18.00.

“Penutupan ini setelah salah satu warga Garut Kota dinyatakan positif. Salah satu solusi untuk memutus dengan melakukan karantina wilayah. Maka tujuh titik jalan akan ditutup,” kata Suherman.

Ia meminta masyarakat bisa mengikuti anjuran yang disampaikan pemerintah. Apalagi wilayah Jalan Ahmad Yani masih dipadati masyarakat, terutama saat bulan Ramadhan.

Inline Related Posts  Desa Rajapolah Salurkan BLT - DD Tahap III Kepada 167 Kepala Keluarga

Berdasarkan pantauan wartawan media faktadanrealita.com, sejak hari pertama puasa, kawasan tersebut memang selalu ramai oleh warga. Banyak warga yang jalan-jalan untuk membeli takzil. Ada juga warga yang berburu baju lebaran.

Reporter : Wena. H | Editor : Red_FR