Wisuda Uniga Angkatan Ke-XXIX Gelombang 1 Sukses, Wakil Ketua KPK Turut Hadir

oleh -22 Dilihat

Garut, Fakta dan Realita-

Sidang Terbuka Senat Universitas Garut (Uniga) dalam rangka Wisuda Pasca Sarjana, Profesi, Sarjana dan Diploma Angkatan ke-XXIX Gelombang I Tahun Akademik 2020/2021, berlangsung di halaman Kampus Utama Uniga, Jalan Raya Samarang No. 52A, Hampor, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (25/11/2020).

Pada sidang wisuda yang dilaksanakan secara tatap muka ini, sebanyak 604 mahasiswa lulusan Universitas Garut dari jenjang Pascasarjana, Profesi, Sarjana dan Diploma Angkatan ke-XXIX Gelombang 1 tahun akademik 2020/2021 berhasil diwisuda.

Terpantau oleh Media Fakta dan Realita di lokasi Sidang,  penerapan protokol kesehatan (Prokes) diberlakukan secara ketat sesuai rekomandasi dari Gugus Tugas Covid-19 Kab. Garut. Sesuai dengan tata tertib, pihak panitia mewajibkan kepada seluruh wisudawan-wisudawati yang hadir di kampus Uniga untuk memakai masker dan face shield. Bahkan, sebelum memasuki area kampus, mereka pun diwajibkan mencuci tangan dan menjalani pengecekan suhu tubuh.

Selain dari itu, ada pemandangan yang berbeda pada wisuda kali ini. Jika pada wisuda-wisuda sebelumnya para orang tua atau keluarga mahasiswa yang diwisuda diperbolehkan untuk hadir mendampingi di tempat acara, kali ini tidak, mereka hanya bisa mengantar sampai ke lokasi gerbang masuk kampus Uniga, setelah itu mereka dipersilahkan menunggu di luar untuk menjemput wisudawan setelah prosesi wisuda selesai.

Pelaksanaan Kegiatan wisuda Universitas Garut (Uniga) angkatan XXIX Tahun Akademik 2020/2021 ini terasa special karena selain kehadiran Bupati Garut, hadir pada acara ini Wakil KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) Republik Indonesia, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agam RI, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah 4 Jawa Barat-Banten, Uman Suherman, Ketua Yayasan Uniga, Ahmad Syarif Munawi, Ikatan Keluarga Alumni Lemhanas (IKAL) Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) 21, Arif Wahyunardi, dan unsur pimpinan Uniga lainnya.

Bupati Garut, H. Rudy Gunnawan SH, MH, MP mengatakan, wisuda kali ini menjadi sejarah tersendiri bagi wisudawan maupun universitas, karena diselenggarakan berbeda dari biasanya.

“Ini adalah bagian dari sejarah hidup yang akan tertulis sepanjang masa apalagi sekarang wisudanya berbeda. Dulu wisuda itu harus cantik sekarang tidak perlu pake lipstick, karena terutup  penggunaan masker. Tapi alhamdulillah kita bersyukur semuanya ada dalam keadaan aman dan baik dan tentu dalam keadaan sehat walafiat,” ujar Rudy, Sabtu (28/11/2020).

Rudy berharap, Uniga terus berkembang dan menambah lagi jurusan ataupun fakultas demi meningkatkan sumber daya manusia yang ada di Garut.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Uniga dan seluruh universitas akademi di Kabupaten Garut ini mampu meningkatkan indek pembangunan manusia dari sektor pendidikan.

“Kami berharap bahwa Uniga terus melakukan Langkah-langkah dimana profesi atau jurusan baru bisa dibuka. Biasanya kalau ada surat dari uniga, saya tidak pernah membaca kembali itu ketika disodorkan itu langsung saya tandatangani artinya pemerintah daerah benar-benar mendukung dari sisi peningkatan sumber daya manusia oleh Universitas Garut,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Republik Indonesia, Lili Pantauli Siregar, dalam orasi ilmiahnya mengatakan bahwa wisudawan dan wisudawati yang akan terjun ke dunia pekerjaan, harus mengetahui nilai-nilai dari integritas.

Menurut Lili, dirinya mencoba mengambil judul Integritas untuk Indonesia yang Bebas Dari Korupsi, karena hari ini ada wisudawan-wisudawati akan memulai terjun ke dunia pekerjaan membangun dan mengisi Indonesia untuk kesejahteraan sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar 1945 pada Alinea ke 4.

“Kenapa kita harus berintegritas tentu saja dan banyak tantangannya yang mana juga membangun nilai-nilai integritas dan seperti apa kita juga harus tetap optimis terhadap nilai-nilai tersebut,” katanya.

Di tempat yang sama, Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Kementerian Agam RI, Muhammad Ali Ramdani, menuturkan adanya prosesi wisuda ini bukan berarti berhentinya proses belajar.

Ia menyebut, proses kemampuan belajar kita terhadap dinamika baru adalah kemampuan yang harus dipegang oleh setiap insan wisudawan kita. Sebab ia berkeyakinan bahwa proses berhentinya seseorang dalam proses belajar adalah kematian haqiqi dari seorang manusia.

“Wisudawan hari ini bukan menandakan bahwa berhenti proses belajar, sebab kita meyakini sebuah pepatah yang menyatakan bahwa orang terpelajar hanyalah pemilik masa lalu, orang yang terus belajar yang akan menjadi pemilik masa depan. Kemampuan adaptasi inilah yang kemudian kita tentu tularkan, untuk kemudian menjadi penciri ilmuwan yang sejati,” katanya.

Sementara Rektor Universitas Garut Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M. Eng mengungkapkan wisuda yang sekarang ini menyesuaikan dengan kondisi yang terjadi saat ini dimana kita berada di era adaptasi kebiasan baru (AKB) sebagai upaya pencegahan Covid-19 serta mengikuti protokol kesehatan yang cukup ketat, makanya butuh pengertian dari semuanya, terutama peserta wisudawan semua dilakukan agar proses wisuda kali ini benar-benar kondusif bisa terbebas dari virus covid-19.

“Oleh karena itu pada pelaksanaan wisuda kali ini, mohon maaf sebesar-besarnya kami tidak mengundang banyak tamu yang hadir. Ini sebagai upaya kami mencegah adanya kerumunan masa yang berpotensi terjadinya pelanggaran Prokes Covid 19, kami hanya memperbolehkan peserta wisuda tanpa pendamping orang tua dan lain-lain,” ungkapnya.

Rektor menambahkan dalam acara ini Panitia mengundang pembicara dari luar yakni Ibu Lili Pantauli Siregar, Wakil  KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) RI, dan Bapak Muhammad Ali Ramdani Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agam RI. Beliau-beliau ini sengaja kita pilih untuk menyampaikan orasi ilmiah terkait pencegahan korupsi di tengah pandemi covid-19.

Tema ini sengaja disampaikan, kata Rektor, sebab covid-19 sudah berdampak ke segala bidang kehidupan termasuk tata kelola pemerintah, dalam kondisi darurat dimungkinkan pemerintah melakukan diskresi dimana hal tersebut harus kita kawal dengan saling mengingatkan agar dalam kebijakan tersebut tidak menciptakan peluang bagi pihak-pihak tertentu  untuk melakukan hal-hal yang tidak baik.

Terakhir Rektor berterimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan  membantu acara Sidang Terbuka Senat Uniga Ke-XXIX Gelombang 1 ini. Ia juga mengapresiasi kehadiran para tamu undangan yang telah menyempatkan diri hadir, “Tak lupa, bagi seluruh wisudawan kami ucapkan selamat semoga ilmu yang dimilikinya bisa bermanfaat dan selalu menjaga nama baik Uniga kedepannya,” pungkasnya.

Berdasarkan pantauan, Pelaksanaan Wisuda kali ini dibagi 2 (dua) sesi. Sesi pertama berlangsungkan pada pukul 08.00 sampai dengan 10.00 peserta yang mengikutkan prosesi sesi pertama sebanyak 229, sedangkan pada sesi kedua sebanyak 375 peserta dilaksanakan mulai pukul 13.00 s.d 14.30.

Diketahui dari 604 peserta lulusan yang berasal dari 8 fakultas dan program pascasarjana, beberapa lulusan berhasil memperoleh IPK terbaik di fakultasnya, yakni:

  • Fakultas Fisip : Sopi Nurholipah IPK 3.90
  • -Fakultas Ekonomi : Resa Ristiani IPK 3.95
  • -Fakultas Pertanian : Hanief Ilestin Maharani IPK 3.94,
  • -FMIPA : Tia Rahayu, IPK 3.91,
  • -Fakultas Teknik : Cepi Kurniawan IPK 3.23,
  • -FPIK : Fiqra Muhamad Nazib IPK 3.87
  • -Fakultas Ilmu Komunikasi : Lidya Julianti IPK 4.00
  • -Pascasarjana : Yadi Kurnia IPK 4.00.

Reporter : WH/Gugum | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.