Cegah Penyebaran Virus Corona, Pemkab Garut Resmi Liburkan Semua Sekolah Selama Dua Pekan

oleh -4 Dilihat

Sesuai surat edaran Bupati Garut bernomor 421/903-Disdik, mulai tanggal 16 s/d 29 Maret 2020, seluruh sekolah diliburkan, sedangkan para guru tetap masuk kerja” 

Garut, faktadanrealita.com-

Sebagai upaya mengantisipasi bahaya penyebaran Virus Corona, Pemerintah Kabupaten Garut secara resmi meliburkan semua satuan pendidikan (sekolah) dan menginstruksikan para siswa untuk belajar secara mandiri di rumah.

Kebijakan tersebut telah diputuskan Bupati Garut, H. Rudy Gunawan, SH, MH, MP., yang tertuang dalam surat edaran Bupati Garut bernomor 421/903-Disdik.

“Pemda Garut telah memutuskan, mulai tanggal 16 sampai 29 Maret, untuk anak-anak sekolah diberlakukan belajar mandiri di rumah,”  ujar Wakil Bupati Garut dr Helmi Budiman usai memimpin rapat penanganan virus corona di kantor Dinas Pendidikan Garut, Minggu (15/03/2020) siang.

Meskipun anak-anak diliburkan dan belajar mandiri di rumah, namun kata Helmi, para guru tetap harus datang ke sekolah. Bahkan, absensi bagi para guru tetap akan berlaku.

“Proses belajar mengajar tetap berjalan, meski tidak di sekolah, guru tetap datang ke sekolah dan memantau proses belajar anak-anak, teknisnya nanti akan disampaikan oleh kepala Dinas Pendidikan,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, H. Totong, S.Pd, M.Pd, ditemui ditempat yang sama menyampaikan bahwa proses belajar mengajar secara mandiri di rumah bisa dilakukan dengan berbagai cara dan metoda, seperti misalnya metoda daring (online). Sekarang ini sudah ada aplikasi belajar  digratiskan.

Selain itu, metode belajar lain juga bisa dikembangkan oleh para guru agar anak tetap bisa belajar. Para guru juga bisa memberi penugasan-penugasan untuk siswanya berupa pekerjaan rumah dan juga dilakukan pendekatan kontemplasi keagamaan lewat ibadah di rumah dan program tahfiz Quran dengan pengawasan guru dan pengawas sekolah.

Makanya, para guru juga tidak diliburkan.

“Kita juga sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk program Ngariksa Sakola. Jadi selama libur, lingkungan sekolah bisa dibersihkan dan disemprot disinfektan untuk mengurangi penyebaran virus di lingkungan sekolah,” jelas Totong.

Ditempat berbeda, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut H. Undang Munawar, S.Ag, M.Pd saat dihubungi melalui aplikasi Ponselnya menyampaikan, semua sekolah di bawah Kementerian Agama Kabupaten Garut juga ikut diliburkan untuk mengantisipasi penyebaran virus corona.

Kebijakan ini sesuai dengan Surat Edaran Plt Sekjen Kemenag, Surat Edaran Mendiknas, Keputusan Gubernur Jawa Barat serta Surat Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat.

“Kanwil Kemenag Jabar memutuskan kegiatan belajar mengajar diliburkan sejak tanggal 16 hingga 29 Maret 2020,” ujar Undang.

Selain kegiatan belajar mengajar, menurut Undang, agenda kegiatan Ujian Nasional dan Ujian Madrasah pun ditunda, mengenai kapan dilaksanakannya, waktunya akan diputuskan kemudian.

Sementara itu Juru Bicara Tim Penanganan Virus Corona Pemerintah Daerah Kabupaten Garut, Ricky Rizky Darajat, menyampaikan, semua aktifitas pelayanan pemerintahan di lingkungan Pemkab Garut masih berjalan seperti biasa.

Kecuali, untuk lingkungan Satuan Pendidikan (Sekolah) yang memang diliburkan dan siswa belajar mandiri di rumah.

“Puskesmas, rumah sakit, dinas kependudukan dan yang lainnya masih berjalan seperti biasa, kecuali sekolah,” katanya saat dihubungi lewat aplikasi pesan, Minggu (15/03/2020).

Sedangkan untuk fasilitas-fasilitas pelayanan publik yang masih beroperasi, ujar Ricky, nantinya akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang, seperti hand sanitizer dan sabun pencuci tangan (hand soap), dan juga sama akan  disemprotkan disinfektan untuk menghindari risiko penyebaran virus.(Wena)

No More Posts Available.

No more pages to load.