Tunggu Vaksin Covid-19 Keluar, Belajar Tatap Muka di Garut akan Dimulai pada Januari 2021

oleh -6 Dilihat

Garut, Fakta dan Realita-

PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Garut menyatakan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka akan dimulai pada Januari 2021 mendatang karena harus menunggu vaksin.

Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman, mengatakan selain menunggu vaksin, belajar tatap muka juga harus ada instruksi dari pusat dan Gubernur Jawa Barat.

“Kalau sekolah, kita menunggu sampai Januari 2021, atau menunggu sampai ada vaksin. Kita ikut saja ke pemerintah pusat. Jadi, mungkin sampai Desember 2020 tidak ada kegiatan sekolah atau belajar tatap muka,” ujarnya, Selasa 1 September 2020.

Namun begitu, terang Helmi, kalau kegiatan belajar mengajar melalui daring (dalam jaringan) atau online tetap berjalan seperti biasa meskipun dilakukan di rumah.

“Diperkirakan vaksin itu adanya Januari-Februari. Jadi sekolah atau belajar tatap muka juga diperkirakan akan dimulai pada bulan itu,” ucapnya.

Menurut Helmi, sebelum belajar tatap muka dilaksanakan, akan dilakukan dulu uji klinisnya, karena membutuhkan waktu yang cukup lama, tidak bisa langsung dan ada tahapannya.

“Jadi begini, kita lihat dulu uji klinisnya bagaimana. Sekarang kita sedang uji klinisnya, kan butuh waktu cukup lama juga, tidak bisa langsung sebulan, ada tahapannya, uji klinis itu ada prosesnya,” katanya.

Kendati demikian, Helmi berharap pihak sekolah harus sudah siap. Siapkan tempat cuci tangan, dan siapkan pula sarana prasarana untuk menerapkan protokol kesehatannya.

“Pokoknya sekolah harus sudah siap. Ketika dari pusat menyampaikan bahwa sekolah sudah dapat dimulai dilakukan dan pak gubernur sudah mengijinkan maka kita langsung melakukan belajar tatap muka,” ucapnya.

Helmi menambahkan, bahwa status Kabupaten Garut saat ini bukan lagi zona merah, tetapi zona orange. Namun begitu menurutnya tetap saja masyarakat harus taat dan patuh pada anjuran pemerintah atau gugus tugas Covid-19.

“Diantaranya harus memakai masker, jaga jarak, cuci tangan pakai sabun, dan mentaati protokol kesehatan,” katanya.

Sementara itu, Bupati Garut, Rudy Gunawan, menyebutkan terkait belum bisanya kegiatan belajar secara tatap muka bagi siswa PAUD, TK, SD, dan SMP di Kabupaten Garut yang jumlahnya hampir 600.000 orang tersebut karena pandemi Covid-19 masih mengancam.

“Dan vaksin untuk itu juga belum tersedia,” ujarnya.

Menurut Rudy, pihaknya menginginkan anak-anak tetap terlindungi. Akan tetapi, lanjutnya, anak-anak juga tetap harus sekolah dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ).

“Insya Allah, setelah pandemi ini selesai dan vaksin tersedia kita akan bersekolah lagi. Kita akan berceria lagi, dan tatap muka dalam proses belajar mengajar akan dibuka kembali,” ucapnya.

Rudy menuturkan, pihaknya juga telah menyediakan sumur bor untuk mencuci tangan bagi 200 sekolah yang berada di Kabupaten Garut.

“Jadi kita siapkan protokol kesehatan. Kepada anak-anak kita, tingkatkan kewaspadaan kita. Terus berikan pemahaman supaya tetap menggunakan masker, mencuci tangan pakai sabun, dan menjaga jarak,” katanya.

Reporter : Wena. H | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.