17 April 2021

Fakta & Realita

Berita Harian Terkini, Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terpercaya Terlengkap Seputar Priangan

Sudah Jadi korban pembacokan, Rumah Janda Tua ini Hampir Roboh

Garut, faktadanrealita.com-

Siapapun pasti akan terenyuh melihat kondisi Rumah tua milik Nenek Omah warga kampung Tengger, Desa Cigagade, Kecamatan Limbangan Kabupaten Garut rusak parah, atap rumahnya hancur dinding yang semuanya terbuat dari bilik dan kayu sudah lapuk dan roboh, kaca-kaca jendela pecah, barang-barang yang ada di rumahnya pun tampak kotor dan berdebu, atap rumah miliknya juga bolong, dapurnya runtuh bila hujan tiba ia hanya bisa pasrah merenung dan berlindung di balik dinding reruntuhan rumahnya yang tidak terkena genangan air , Jika malam tiba ia hanya tidur bersembunyi di belakang pintu dan kursi yang sudah usang .

Nenek Omah adalah seorang janda miskin yang hidup sebatang kara kendati ia memiliki 2 orang anak tapi mereka sudah menikah tinggal di luar kota, untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ia bekerja sebagai buruh serabutan/ bercocok tanam di lahan milik orang lain, yang paling menyedihkan adalah tahun 2019 yang lalu ia sempat menjadi korban percobaan pemerkosaan oleh seorang pria bernama Ikin yang merupakan tetangganya sendiri  lokasi rumah pria tersebut tidak jauh dari tempat tinggalnya tapi beruntung ia berhasil lolos dan selamat dari maut hanya saja kepalanya harus dijahit karena Ikin telah membacok kepalanya bertubi-tubi dengan menggunakan kampak hingga kepalanya bocor bersimbah darah, sayangnya setelah penganiayaan itu ia tidak mendapat bantuan dari pemerintah desa maupun daerah, ia hanya di obati di puskesmas terdekat oleh tetangganya Ikin pun hanya di penjara beberapa bulan saja dan kini ia sudah di bebaskan, keluarga Ikin pun tidak memberikan santunan apapun kepada Nenek Omah, Lurah / Kepala Desa pun tidak memperdulikannya selain itu ia tidak pernah mendapat bantuan dari desa maupun dinas sosial seperti program keluarga harapan maupun program pemerintah lainnya seperti bantuan beras maupun sembako ia merasa diasingkan keberadaannya dan tidak dipedulikan, hanyalah do’a dan air mata yang menemaninya.

Abdi mah rumaos jalmi teu gaduh, tapi naha ari nu  bumina sarae keneh sareng gaduh  artos sok karenging bantosan ti desa sapertos artos , beas  , endog,  mung duka kunaon abdi mah tara kapasihan  kantos eta oge naroskeun ka kader mung kitu weh saurna muhun engke bade di ajengkeun, kantos harita oge moto bumi bibi saurna bade di ajengkeun tapi da dugi ka ayeuna teu aya deui kadieu manawi teh bade di dangdosan bumi teh ku pamarentah tapi dugi ka ayeuna henteu aya kadieu deui, pamugi weh Alloh SWT  marengkeun supados pamarentah tiasa ngabantosan ngalereskeun bumi abdi mugi -mugi saha wae anu mantosan abdi sing dibales kasaeana ku gusti Alloh ku kasaean anu langkung langkung,”ujar Omah dalam bahasa sunda yang kental, yang jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia (Saya sadar orang tidak punya, tapi entah kenapa orang lain yang rumahnya masih bagus suka mendapat bantuan seperti Uang ,beras, telur, tapi entah kenapa saya tidak pernah dikasih, sudah pernah dulu rumah bibi di foto katanya mau di ajukan , tapi hingga sekarang tidak ada datang kesini lagi, Semoga saja Allah SWT  mengabulkan supaya pemerintah bisa membantu memperbaiki rumah saya mudah-mudahan siapa saja yang membantu saya dapat di balas kebaikannya oleh Allah SWT dengan kebaikan yang lebih ),”katanya sambil mengusap air mata yang menetes dengan kerudung yang dipakainya, pada Jumat (03/01/2020) tadi siang di rumahnya sekitar pukul 13.00 WIB

Dengan melihat keadaan Nenek Omah yang begitu sulit dan tragis, apalagi rumahnya pun nyaris akan roboh, sudah barang tentu ini menjadi tanggung jawab kita semua, terutama Pemerintah Kabupaten Garut, yang diharapkan segera memberikan perhatian dan bantuannya  kepada yang bersangkutan, silahkan pak Bupati, Wabup, atau pak Sekda turun ke lapangan untuk memastikannya, para anggota dewan, wakil rakyat harus tanggap jangan diam saja.(Wena/Dedi Oded)

Baca Juga :   Ketua Umum PBNU, KH Said Aqil Siroj Pinta Masyarakat Perlakukan Jenazah Korban COVID-19 Dengan Penuh Penghormatan
Bagikan :
error: Protect !!!