17 April 2021

Fakta & Realita

Berita Harian Terkini, Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terpercaya Terlengkap Seputar Priangan

Sidang Terbuka Senat Uniga Angkatan Ke-XXVIII Tahun 2020 Berlangsung Penuh Haru

Garut, faktadanrealita.com-

Universitas Garut (Uniga) mengadakan gelaran Sidang Terbuka Senat Universitas Garut dalam rangka ” wisuda Pasca Sarjana, Sarjana Dan Diploma Angkatan Ke- XXVIII Galombang III Tahun Akademik 2019/2020″ betempat di pelataran Kampus Utama Uniga Garut, jalan raya Samarang-Garut, kecamatan Tarogong Kaler, kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (07/03/2020).

Hadir pada acara wisuda, selain Rektor Uniga, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng, Bupati Garut, H.Rudy Gunawan, SH, MH, MP, Rektor IPI Garut, Dr. Nizar Alam Hamdani, M.M., M.T., Direktur PPs UNIGA, Dr. Gugun Geusan Akbar, M. Si., Asdir I, Dr. Aceng Ulumudin, M. Si., Asdir II Dr. Tinneke Hermina, M. Si.,  Asdir III Dr. Dody Hermana, M. Si., para Dekan dari semua Prodi, diantaranya Abdullah Ramdhani, SE, M.Si, Para Wisudawan dan Wisudawati beserta Orang Tua dan Tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Rektor Uniga, Dr. Ir. H. Abdussy Syakur Amin, M.Eng, mengucapkan bela sungkawa dan duka yang mendalam atas meninggalnya salah satu wisudawan dari Prodi Tehnik Elektro yaitu Fauzi Junia Rahman, S.T (22).

“Mari kita do’akan bersama agar Almarhum diterima Iman dan Islamnya, dimaafkan segala dosanya, dan ditempatkan di syurga-Nya Alloh SWT,” ujar Rektor Uniga.

Meneruskan sambutan resminya, Rektor  mengatakan bahwa Uniga saat ini mewajibkan mahasiswanya untuk mengikuti uji kompetensi dan wajib memiliki sertifikasi kompetensi yang dikeluarkan oleh BNSP,  selanjutnya juga mewajibkan mahasiswa untuk memiliki nilai kemampuan bahasa Inggris yang memadai.

“Dengan segala kemampuan yang dimiliki mahasiswa Uniga tersebut, untuk itu kami sudah siap berkompetensi di tingkat nasional bahkan internasional,” ucapnya.

Terkait pelaksanaan wisuda kali ini, Rektor Uniga mengatakan bahwa, pada wisuda angkatan ke-28 ini, Sebanyak 366 wisudawan-wisudawati dari 8 Fakultas dan 1 pascasarjana sukses menyelesaikan gelarnya.

“Saya ucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati atas keberhasilan ini, jaga baik nama Almamater, pergunakan segala ilmu yang telah di milikinya untuk hal-hal positif, bagi yang bergelar S-1 terus kejar cita-citamu, lanjutkan Ke S-2, S-3 dan selanjutnya,” ujarnya.

Terakhir, Rektor mengucapkan Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah hadir dan  membantu terselenggaranya acara sidang Terbuka Senat Uniga Tahun 2020 hari ini, sehingga bisa berjalan sebagaimana mestinya.

Baca Juga :   Sekertaris Dinkes, dr. Leli Yuliani: "Warga Garut Jangan Takut Berobat ke Puskesmas sepanjang Mematuhi Protokol Kesehatan"

Sementara itu Bupati Garut, Rudy Gunawan yang hadir sebagai tamu kehormatan, mengatakan bahwa  IPM kabupaten Garut sekarang ini hanya 7,2. Dengan angka ini serasa kalau pendidikannya berada di suatu daerah kecil yang terpencil Artinya kita dianggap sebagai orang bodoh dan terbelakang karena rata-rata nasional sudah di angka 8, meski demikian kita sebetulnya masih diatas rata-rata angka Jawa Barat, dan masih di atas beberapa kabupaten.

“Kita harus bangga bahwa sarjana di Garut sangat sedikit sekali, yang bergelar sarjana di Kabupaten Garut tidak lebih daripada 3% dari seluruh warga Kabupaten Garut,” tandasnya.

Bupati menuturkan, yang tidak melanjutkan sekolah karena alasan ekonomi dan minat. “kebanyakan alasan ekonomi, jadi saudara bangga karena menjadi bagian terkecil dari masyarakat Garut yang bergelar akademik, apalagi diluluskan oleh universitas yang berpredikat baik,” pungkasnya.

Pada pelaksanaan Sidang Terbuka Senat Uniga dalam rangka mewisuda lulusan D-3 , S-1 dan S-2  tahun ini memang sungguh berbeda, suasana  tampak haru menyelimuti wajah-wajah semua orang yang hadir, hal tersebut dikarenakan ada kisah haru dalam wisuda kali ini, karena ketidak hadiran seorang wisudawan bernama Fauzi Junia Rahman dari Fakultas Teknik, karena telah berpulang ke Rahmatulloh usai menyelesaikan gelarnya.

Namun meski orangnya telah meninggal, sebagai hak dan juga penghormatan, pihak Uniga Garut tetap memberikan gelar wisuda S-1 kepada almarhum.

Tampak hadir dalam prosesi pemberian gelar tersebut orang tua dari Almarhum Fauzi Junia Rahman,  dimana sang ayah sambil membawa foto almarhum berkenan menerima penyematan wisuda mewakili anaknya yang telah tiada, dengan demikian secara resmi almarhum telah menyandang gelar “S.T” dibelakang namanya, menjadi Fauzi Junia Rahman, S.T.

Pada saat prosesi penyematan wisuda inilah suasana sidang senat berubah haru apalagi terlihat air mata ayah Fauzi bercucuran deras, tak terkecuali semua yang hadir termasuk Bupati Garut, H. Rudy Gunawan sendiri pun tak kuasa menahan tetesan air matanya yang begitu saja keluar.(Wena)

Bagikan :
error: Protect !!!