Dampak Larangan Kunjungan Wisata, 435 Ekor Hewan di Taman Satwa Cikembulan Garut Terancam Kelaparan

Berita Utama186 Dilihat
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Garut, faktadanrealita.com-

SITUASI Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia saat ini ternyata tidak hanya berdampak pada masyarakat. Tapi juga untuk semua hewan yang berada di Taman Satwa Cikembulan, Garut, Jawa Barat. Akibat tidak adanya pengunjung, sebanyak 435 ekor satwa di tempat itu terancam kelaparan.

Pengelola Taman Satwa Cikembulan mengaku mulai kesulitan dana untuk memenuhi kebutuhan pakan hewan. Hal itu menyusul kebijakan penutupan sementara tempat wisata selama pandemi.

“Bila kasus COVID-19 ini masih lama, kami benar-benar menyerah dan tidak sanggup bertahan lagi mengelola satwa negara, prediksi kami hanya dapat bertahan sampai bulan Juni 2020,” kata Manager Operasional Lembaga Konservasi Taman Satwa Cikembulan, Rudy Arifin di Garut, Minggu (26/4).

Sejak tidak ada kunjungan, manajemen tidak lagi menerima pemasukan. Sejauh ini kebutuhan pangan diambil dari tabungan yang ada. Ia menjelaskan dalam sebulan manajemen mengeluarkan Rp 220 juta untuk pakan hewan.

Jenis satwa yang membutuhkan banyak dana untuk penyediaan pakan, kata Rudy, di antaranya macan tutul dengan jumlah lima ekor, harimau sumatera satu ekor, beruang madu satu ekor, dan singa Afrika delapan ekor.

“Untuk makan macan tutul saja manajemen harus mengambil kocek dalam-dalam sebesar Rp 20 juta per bulan karena harus membeli pakan berupa daging untuk makan mereka,” katanya.

Untuk mengurangi beban biaya, Rudy mengungkapkan pihaknya telah mengurangi jumlah karyawan. Dari 30 karyawan yang ada, kini hanya 15 orang yang dipekerjakan.

“Dalam kondisi seperti ini benar-benar membuat kami berpikir dan bekerja keras untuk bertahan, padahal selama situasi normal kami tidak pernah mengeluh mengenai biaya operasional untuk satwa,” kata Rudy.

Inline Related Posts  Ketua IWO Garut: Banyak Pelanggaran Prokes pada Reses DPRD Garut, Satu Anggota Dewan Terkonfirmasi Positif

Maka itu, Rudy berharap pemerintah mau memberikan bantuan dana. Apalagi satwa yang berada di taman satwa tersebut merupakan milik pemerintah.

“Kami berharap ada perhatian dari pemerintah, karena satwa dilindungi yang ada di kami adalah milik pemerintah,” kata Rudy.

Reporter : Wena. H | Editor : Red_FR