Satu Kampung di Garut Selesai Diisolasi, Bupati Pastikan Tak Ada Terpapar Covid-19

oleh -3 Dilihat

Garut, faktadanrealita.com-

MASA isolasi satu kampung di Kecamatan Cigedug, Kabupaten Garut, setelah satu warganya positif Covid-19 dan meninggal dunia telah dihentikan oleh Pemerintah Kabupaten Garut. Kini, warga kampung tersebut pun bisa kembali melakukan aktivitas di luar rumah.

Bupati Garut, Rudy Gunawan menyebut bahwa proses isolasi satu kampung di Kecamatan Cigedug Kabupaten Garut selama 14 hari, atau mulai 22 April 2020 telah selesai.

“Dipastikan tak ada yang terpapar Covid-19 setelah menjalani masa isolasi. Sudah berhasil di Cigedug (isolasi mandiri),” kata Rudy, Rabu (6/5).

Pemerintah Kabupaten Garut, setidaknya mengeluarkan anggaran Rp 210 juta untuk bantuan sosial bagi 315 kepala keluarga yang ada di kampung tersebut. Setiap kepala keluarga diberikan Rp 700 ribu.

“Meski masa isolasi satu kampung tersebut telah selesai, 315 kepala keluarga yang ada di kampung tersebut masih harus mengikuti anjuran dalam pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang diberlakukan di Kabupaten Garut. Kecamatan Cigedug memang salah satu wilayah yang dimasukan kedalam wilayah yang diberlakukan PSBB,” ujar dia.

Sebelumnya, 315 kepala keluarga di Kecamatan Cigedug akhirnya diisolasi mandiri mulai Rabu (22/4). Isolasi tersebut dilakukan setelah pasien dalam pengawasan (PDP) meninggal dunia dan dinyatakan positif Covid-19.

Senada dengan Bupati, Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman menyebut bahwa pasien yang sempat kabur dari ruang isolasi tersebut diketahui sempat melakukan kontak di kampungnya dengan sekitar 41 kepala keluarga. Ke-41 kepala keluarga tersebut kemudian melakukan kontak dengan warga lainnya yang ada di kampung tersebut.

“Dengan pertimbangan tersebut, mulai Rabu (22/4) ini satu kampung di Kecamatan Cigedug diisolasi dengan pertimbangan daerah ini sudah bisa ditetapkan sebagai zona merah. Ini karena ada pasien yang positif dan meninggal dunia, ditambah ada kontak erat dengan puluhan kepala keluarga,” sebutnya.

Jumlah kepala keluarga yang diisolasi di kampung tersebut, dikatakan Helmi berjumlah 315 orang. Mereka diisolasi karena diduga seluruhnya melakukan kontak dengan 41 kepala keluarga yang sempat melakukan kontak dengan pasien.

“Jumlah yang diisolasi juga atas dasar kesepakatan bersama pemerintah setempat,” katanya.

Reporter : Wena. H | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.