Ringankan Beban Ekonomi Warga Akibat Covid-19, Desa Tanjungsari Bagikan 2.500 Kantong Beras

Berita Utama115 Dilihat
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Garut, faktadanrealita.com.

DALAM RANGKA meringankan beban ekonomi warga akibat dampak pandemi corona (covid-19), desa Tanjungsari kecamatan Karangpawitan bagikan 2.500 katong plastik berisi beras seberat 4,5 kg dan 3 kg kepada 2.500 ribu Keluarga Penerima Maanfaat (KPM ) yang ada di 15 RW.

Dana Gotong-royong Rp10 juta per RW yang semula akan dipergunakan untuk kegiatan fisik lingkungan, kini  pemerintahan desa Tanjungsari  mengalihkannya kepada pembelian kebutuhan pokok. Kebijakan tersebut dilakukan mengingat saat ini banyak warga desa Tanjungsari yang mengalami kesulitan ekonomi akibat wabah Covid-19,

Kepala Desa Tanjungsari, Uton Supian mengatakan, pada hari ini kita telah menyalurkan bantuan 2.500 kantong beras yang masing-masing berisi 4,5 Kg dan 3 kg kepada masyarakat yang ada di wilayah administratif pemerintahan desa Tanjungsari.

Adapun kegiatan ini kata Uton, merupakan salah satu wujud perhatian dari pihak pemerintah desa dalam menyikapi kesulitan yang dialami masyarakatnya.

Abad menjelaskan, sebetulnya jumlah Kepala keluarga (KK) yang ada di wilayah desa Tanjungsari sebanyak 1.800 KK, namun jumlah bantuannya yang akan kita salurkan kita lebihkan menjadi 2.500. Kita telah putuskan bagi 1.800 KK kita berikan beras yang 4,5 Kg, sedangkan sisanya yang 700 paket beras 3 kg kita berikan kepada warga yang belum terdata KK nya dan pada masyarakat di 5 komplek perumahan .

“Pokoknya semua warga Tanjungsari akan kita berikan bagi, kita tidak akan membeda-bedakan karena di saat darurat covid-19 sekarang ini, semuanya tengah mengalami kesusahan,” ujar Uton kepada wartawan Fakta dan Realita di rumahnya, Rabu (15/04/2020).

Uton menambahkan, bantuan ini berasal dari Dana Gotong-royong yang Rp10 juta per-RW, dikarenakan adanya darurat covid-19 Bupati Garut telah mengintruksikan untuk mengalihkannya. Yang tadinya diperuntukkan untuk kegiatan fisik sekarang dialihkan ke pengadaan sembako, dan sesuai hasil kesepakatan pada Musyawarah Desa, kita memutuskan dana tersebut kita pakai untuk pengadaan sebanyak 2.500 kantong beras yang sedang kita bagikan hari ini.

Inline Related Posts  Pameungpeuk dan Cibalong Garut Diterjang Banjir

“Meski hanya beras yang bisa kita berikan, namun setidaknya hal ini merupakan salah satu bentuk upaya untuk sedikit meringankan beban ekonomi masyarakat desa Tanjungsari,” ungkap Uton.

Disinggung soal upaya penaganan covid-19 di desa Tanjungsari, Uton menerangkan bahwa pemerintah desa Tanjungsari sejauh ini telah rutin, dua kali dalam seminggu mengadakan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah warga, fasilitas umum, masjid-masjid, jalanan dan gang-gang.

“Begitu pula dengan sosialisasi tentang pencegahan penyebaran wabah virus covid-19, seperti; tetap tinggal dirumah, jaga jarak sosial (Social distancing dan Pysichal distancing), tidak berkerumun, penggunaan masker, mencuci tangan pakai sabun serta pemakaian handsanitizer, semua terus kita sampaikan baik langsung, melalui selebaran dan juga pemberitahun melalui pengeras suara di masjid-masjid,” katanya.

Terkait adanya himbauan pemerintah kepada warga perantau agar tidak mudik disaat pandemi covid-19, Uton mengatakan, ia sangat setuju hal itu karena jika mereka memaksa untuk pulang, mereka akan di-ODPkan oleh pemkab Garut.

“Kalau sudah ODP, mau tidak mau harus menjalani karantina selama 14 hari kedepan, lebih baik tinggal dulu di sana jangan dulu pulang agar tidak menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan, sayangi diri, sayangi keluarga dan sayangi saudara kalian,” tegasnya.

Terakhir Uton berharap dengan adanya bantuan beras kepada masyarakat dan bebagai upaya pencegahan covid-19 lainnya, masyarakat desa Tanjungsari khususnya dan bangsa indonesia pada umumnya segera terbebas dari cengkraman wabah virus covid-19 yang sangat mematikan ini sehingga kehidupan warga bisa kembali seperti sedia kala.

Reporter : Wena. H | Editor : Red_FR