Rencana Pembelian 4 Mobil Baru Pimpinan DPRD Garut Menuai Banyak Kecaman Pada Sidang Paripurna Dewan

Berita Utama138 Dilihat
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Garut, Fakta dan Realita-

Pribahasa “Menari diatas penderitaan orang lain” kiranya patut disematkan pada rencana pembelian Mobil dinas baru bagi empat pimpinan DPRD Garut yang sempat masuk pembahasan pada sidang paripurna DPRD kabupaten Garut terkait Anggaran Perubahan 2020 yang berlangsung hari Rabu, (30/09/2020) kemarin.

Rencana pengadaan mobil baru tersebut dipandang tidak tepat, karena bertolak belakang dengan kondisi riil masyarakat Garut saat ini, yang tengah mengalami kesulitan ekonomi akibat hantaman Pandemi Covid-19.

Saat berlangsung sidang paripurna, dari 8 Fraksi yang menyampaikan pandangan umum, Fraksi Demokrat secara terang-terangan menolak keras terkait rencana pembelian mobil dinas pimpinan DPRD . Fraksi Demokrat memandang pembelian mobil baru disaat kondisi pandemi Covid-19 sekarang ini tidaklah tepat waktunya.

“Fraksi Demokrat menolak keras rencana pembelian mobil dinas, baik yang ada di lingkungan Sekretariat DPRD dan seluruh SKPD. Seharusnya anggaran lebih difokuskan untuk penguatan ekonomi bagi masyarakat yang terdampak Covid-19 di Kabupaten Garut,” ujar Anggota Fraksi Demokrat, Dadang Sudrajat, pada Fakta dan realita.

Menurutnya, Pemkab Garut, seharusnya lebih bijak dan arif terhadap bencana wabah Covid-19 ini. Yang mana banyak masyarakat atau hampir seluruhnya merasakan sulitnya mencari nafkah karena adanya Covid-19.

“Ekonomi lumpuh, banyak masyarakat yang sulit. Sangat pantas kalau anggaran perubahan ini, pemerintah fokuskan pada penanganan dan penguatan ekonomi,” tegasnya.

Pembelian mobil dinas, kata Dadang, sangat tidak diperlukan apalagi kondisi mobil yang ada saat ini kondisinya masih layak pakai. “Baru juga beberapa tahun, masih layak kok. Jangan aneh-aneh lah, seharusnya kita memberikan contoh yang baik pada rakyat,” katanya.

Sementara Ketua DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) Kabupaten Garut menolak keras terkait rencana pembelian mobil mewah untuk unsur Pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut.

Inline Related Posts  Sempat Viral di Facebook, Sang Penginjak Kitab Majmu Mengaku Khilaf

“Kita jelas menolak karena rencana pembelian mobil untuk empat pimpinan dewan ini sangat tidak berempati di tengah pandemi covid-19, dimana justru banyak warga yang sangat membutuhkan,” kata Yudha.

Menurutnya berdasarkan informasi dari SKPD terkait, besaran anggaran yang disiapkan hingga Rp2 miliar itu lebih baik digunakan untuk program-program yang memiliki keberpihakan kepada rakyat.

Terlebih saat ini sangat banyak warga yang serba sulit seperti sulitnya menjalankan usaha, jualan, daya beli masyarakat menurun dan aspek lainnya.

Tidak hanya itu, pembelian mobil untuk pimpinan dewan juga belum lama dilakukan, yakni tahun 2017 yang mana kendaraaan tersebut masih bagus dan bisa dipakai. Sehingga rencana pembelian mobil itu kata Yudha bisa diabaikan terlebih dahulu.

Yudha menuturkan, saat ini banyak masyarakat yang sangat membutuhkan perhatian pemerintah. Apalagi saat PDIP melakukan kegiatan di lapangan, banyak menemukan masyarakat yang ekonominya kritis ada pula banyak rumahnya yang hampir ambruk.

“Saya lebih sakit kalau memang rencana pembelian mobil baru direalisasikan. Tunjukan empati saat kondisi pandemi Covid-19 ini,” pungkasnya.

Reporter : Wena. H | Editor : Red_FR