Seiring Waktu, Penjualan Kopi Garut mulai Merangkak Naik

oleh -2 Dilihat

Garut, Fakta dan Realita-

SELAIN terkenal akan komoditas buah Jeruknya yang dinamai sesuai asalnya yakni Jeruk Garut, Kabupaten Garut juga memiliki komoditas unggulan yang tak kalah namanya yaitu Kopi Garut.

Kopi asli Garut ini, rasa dan aromanya khasnya saat dinikmati, sangatlah berbeda dibandingkan kopi-kopi yang berasal  dari daerah lain.

Kopi dari Garut bukan hanya diminati di wilayah Garut saja, di sejumlah kota besar seperti Bandung, Jakarta dan yang lainnya, keberadaannya sudah dikenal, bahkan ada pengusaha yang telah rutin mengekspornya ke luar negeri.

Setelah sempat mengalami penurunan akibat adanya pandemi Covid-19, kini penjualan kopi khas Garut sudah mulai mengalami peningkatan kembali.

Mulai menggeliatnya kembali tingkat penjualan kopi Garut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Beni Yoga.

Hal ini terjadi akibat meningkatnya permintaan menyusul mulai bukanya kembali kafekafe baik yang ada di wilayah Garut maupun di kota lainnya di luar Garut.

“Alhamdulillah pada masa new normal ini tingkat penjualan kopi kita mulai menggeliat kembali. Pemasaran kopi Garut bukan hanya di pasar lokal akan tetapi juga di sejumlah kota besar lainnya seperti Jakarta dan Bandunh,” ujar Beni, Minggu 19 Juli 2020.

Menurut Beni, saat ini Dinas Pertanian Garut terus berupaya mengembangkan sektor produk kopi agar kembali bangkit.

Selama pandemi Covid-19, pemasaran kopi Garut sempat terkendala karena banyaknya kafe yang tutup.

Dalam upaya lebih mempromosikan kopi Garut, tutur Beni, pihaknya menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Di antaranya Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Garut.

Dengan lebih gencarnya promosi, diharapkan tingkat penjualan kopi Garut terus meningkat, apalagi tingkat produksinya juga cukup tinggi.

Dikatakannya, salah satu jenis kopi Garut yang selama ini paling banyak digemari adalah kopi arabika.

Dalam situasi normal, penjualan kopi jenis arabika ke pasaran mencapai kisaran 3 ton per bulan akan tetapi selama masa pandemi Covid-19 turun drastis menjadi sekitar 5 kuintal saja.

“Setelah memasuki masa normal baru, pemasaran sudah kembali meningkat meskipun belum dalam kondisi normal mencapai 3 ton kopi per bulan. Makanya saat ini kita gencar lakukan promosi bersama Disperindag,” katanya.

Beni menyampaikan, setiap bulannya Kabupaten Garut mampu memproduksi berbagai jenis kopi sebanyak 4 ribuan.

Selama ini kopi Garut mampu dipasarkan ke sejumlah pasar lokal, maupun kota besar di Indonesia, bahkan ekspor.

Diungkapkannya, agar kopi Garut ke depannya bisa memiliki nilai jual lebih tinggi, pihaknya melakukan berbagai upaya.

Salah satunya yakni pengolahan yang dilakukan di tingkat bawah sehingga petani bisa lebih menikmati keuntungan yang lebih besar.

“Selama ini kopi dari Garut dijual dalam bentuk cherry sehingga harganya tak terlalu tinggi. Lain halnya ketika kopi kita olah dulu, harga jualnya tentu akan lebih tinggi sehingga petani pun bisa lebih diuntungkan,” pungkas Beni.

Reporter : Wena. H | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.