Perang Melawan Covid-19, DPD PAN Garut Gelar Aksi Sosial Bagikan 2400 Masker plus Sabun Kepada Masyarakat Garut

oleh -13 Dilihat

Garut, faktadanrealita.com-

Ditengah merebaknya penyebaran virus corona (Covid-19), secara berkelanjutan DPD Partai Amanat Nasional (PAN) kabupaten Garut untuk kesekian kalinya menggelar aksi sosial kemasyarakatan peduli Covid-19 dengan membagi-bagikan paket alat kesehatan berupa masker dan sabun antiseptik serta sosialisasi tentang tata cara dan upaya pencegahan virus corona kepada masyarakat, terutama pengendara roda 2 dan roda 4, serta penumpang umum yang berada di dua titik kegiatan yakni di seputar Bundaran Simpang Lima dan Perempatan lampu merah Maktal kecamatan Tarogong kidul, kabupaten Garut, Jawa Barat, Minggu (12/04/2020).

Sekertaris DPD PAN Garut yang juga selaku Anggota Fraksi PAN DPRD Propinsi Jawa Barat, H. Ade Kaca mengatakan, kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan sosial yang selama ini rutin dilakukan oleh masing-masing anggota DPRD baik ditingkat Propinsi maupun tingkat Kabupaten yang secara kolektif dan kolegial bertujuan untuk memperlihatkan kepada publik bahwa PAN selalu hadir dan peduli terhadap permasalahan yang ada di masyarakat.

Dan untuk kegiatan aksi sosial hari ini, kata Ade, acara ini sengaja digagas oleh ketua DPD PAN kabupaten Garut, H. Babay Tamimi, selain sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat, kegiatan ini juga merupakan bukti bahwa DPD PAN Garut selalu siap mendukung penuh program pemerintah kabupaten Garut, terutama dalam rangka memerangi wabah virus corona yang sedang melanda kabupaten Garut saat ini.

“Hari ini kita bagikan kepada warga paket masker yang dilengkapi dengan sabun antiseptik. Sabun kita bagikan juga karena sabun sekarang ini fungsinya menjadi sangat vital terutama dalam  menjaga kebersihan tangan dari serangan berbagai kuman penyakit. Tangan kita sangat riskan terhadap penularan virus Corona, makanya kita harus sering mencuci tangan dengan sabun,” ujar Ade kepada wartawan Fakta dan Realita saat di wawancarai di rumahnya, komplek Intan Regency Garut, sesaat setelah pelaksanaan kegiatan.

Lanjut ade, dalam kegiatan aksi sosial yang berlangsung mulai pukul 09.00 WIB tadi pagi, kita telah membagikan sebanyak 2400 paket masker beserta sabun antiseptik kepada seluruh warga yang ada dilokasi yang disertai himbauan sosialisasi tentang tata cara pencegahan bahaya covid-19.

Ade menambahkan, pada saat kegiatan aksi sosial di jalanan tadi, ternyata masih banyak ditemukan warga Garut yang tidak mengenakan masker sebagai alat perlindungan diri. Untuk itu Ia sangat prihatin hal ini terjadi, padahal pemerintah, baik pusat, propinsi maupun pemerintahan kabupaten sudah jauh-jauh hari memberikan himbauan tentang pentingnya pengunaan masker disaat pandemi corona. Baik itu melalui himbauan langsung, selebaran-selebaran atau pun pemberitaan-pemberitaan di berbagai media.

“Sosialisasi tentang pencegahan virus Covid-19 yang dilakukan pemkab Garut sebetulnya sudah maksimal dan tersampaikan kepada masyarakat, terbukti dari pengamatannya selama 20 hari melakukan kunjungan bakti sosial ke berbagai lokasi di wilayah kabupaten Garut, masyarakat sudah mengetahuinya, namun sayang dalam sisi ketaatan terhadap anjuran pemerintah tersebutlah yang masih kurang,” ungkap Ade.

Ade juga memuji langkah yang dilakukan pemerintah Garut, dalam hal ini bupati Garut H. Rudy Gunawan yang telah membatalkan sejumlah program pembangunan yang dirasa kurang penting untuk dialihkan dananya pada penanggulangan Covid-19. Penanganan covid-19 memang harus dilakukan secara komprehensif dari mulai pemerintah pusat sampai ke pemerintah daerah, termasuk dari para elit politik sampai kepada masyarakat.

“Kita sangat mendukung langkah kebijakan pemkab Garut yang telah menunda berbagai program atau proyek yang tidak terlalu penting, karena yang lebih diutamakan saat ini adalah bagaimana cara menyelamatkan warga Garut dari serangan covid-19. Hal itu diatas segalanya, makanya sangat setuju sekali jika dana tersebut dipakai untuk pengadaan alat kesehatan atau pun pembelian sembako, termasuk  tentang pengadaan sejuta masker yang di katakan bupati Garut beberapa waktu yang lalu,” katanya.

Diungkapkan Ade, masyarakat sekarang ini banyak yang tidak menyadari kalau Covid-19 ini merupakan penyakit menular yang sangat berbahaya, dengan teknis penularannya dari orang ke orang. Untuk itu masyarakat harus tahu bahwa dalam memutus mata rantai penularan covid-19  modalnya itu tidaklah besar yaitu kita harus taat kepada anjuran pemerintah yakni berdiam diri di rumah, menjaga jarak (social distancing dan physical distancing), tidak berkerumun, selalu menggunakan masker dan selalu menjaga kesehatan diri.

“Seluruh aktifitas pekerjaan di luar rumah harus dilakukan di dalam rumah, termasuk kegiatan-kegiatan yang menyangkut peribadahan juga sama,” imbuh Ade.

Terkait dengan kurang ketersedianya alat pelindung diri (APD) di kabupaten Garut, Ade mengaku hal tersebut memang menjadi kendala saat ini, pihak PAN Garut selama ini telah menyumbangkan baju APD beserta sarung tangan ke sejumlah Puskesmas di kabupaten Garut.

“APD menjadi sangat dibutuhkan untuk sekarang ini, karena saking banyaknya permintaan maka stoknya pun berkurang, diperkirakan pekan depan stoknya mulai ada lagi,” harapnya.

Sementara itu menanggapi banyaknya warga garut yang tinggal di zona merah seperti di Jakarta, Bandung, bekasi dan lainnya yang diperkirakan akan mudik menuju Garut, Ade berharap, selama adanya wabah virus corona sebaiknya mereka jangan dulu memaksakan diri untuk pulang kampung karena bisa menimbulkan masalah, lebih baik tinggal saja dulu disana agar tidak menyebabkan masalah.

“Jangan memaksakan diri pulang, kasihan keluarga dan saudara disini, kalaupun pulang anda sekalian akan di sebut ODP (orang dalam pemantauan), sedangkan asumsi yang beredar di tengah masyarakat, ODP itu identik untuk orang yang positif corona, makanya lebih baik tinggal disana daripada menjadi masalah. Pemerintah disana (Jabodetabek) sekarang tengah memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), jangan khawatirkan kebutuhan sehari-hari karena segala hal yang menyangkut hajat hidup orang banyak, termasuk makan dan minum, semuanya dijamin, mereka akan penuhi, tak terkecuali untuk para warga pendatang,” tegas Ade.

Terakhir Ade mengajak, kepada seluruh masyarakat kabupaten Garut, dalam rangka melawan dan memutus rantai penyebaran virus covid-19 ini, mari kita bersatu padu, bahu-membahu melakukan upaya-upaya pencegahan dan selalu mematuhi segala apa yang telah dianjurkan pemerintah terkait covid-19 ini.

“Sekali lagi modalnya tidaklah besar yaitu taat pada semua anjuran yang telah di sosialisasikan oleh pemerintah, jika ini dilakukan Insya Alloh kita semua akan selamat dari bahaya wabah ini,” pungkas Ade.

Reporter : WN/DAN| Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.