Ferdiansyah, 4 Pilar Berbangsa dan Bernegara Modal Peningkatan Ekonomi

Berita Utama529 Dilihat
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Garut, Fakta dan Realita

Anggota MPR RI dari Fraksi Partai Golkar Ferdiansyah SE., MM yang didampingi oleh Arif Nurhakim. M.Pd mengatakan, 4 Pilar Kebangsaan tersebut menjadi modal bagi Indonesia dalam meningkatan ekonomi ketika wabah covid-19.

Menjelang buka puasa yang dilakukan sore hari dan dihadiri 150 orang peserta Ferdiansyah menjelaskan urgensi 4 pilar kebangsaan kepada mahasiswa STH Garut, STIKES Karsa Husada, STIE Yasa Anggana, pedagang dari sukaresmi, dan Buruh di Gedung PGRI Tarogong Kidul Jumat,(16/04 /2021).

Empat pilar kebangsaan tersebut adalah Pancasila, Bhinneka Tunggal Ika, UUD 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

”Salah satu dari empat pilar itu adalah Pancasila. Ini adalah ideologi bangsa, falsafah hidup, dan dasar negara, yang digali Bung Karno dari kebudayaan dan kearifan lokal bangsa Indonesia, pertama kali dicetuskan Bung Karno dalam pidato 1 Juni 1945. Artinya, Pancasila itu memang bersumber atau berasal dari rakyat Indonesia sendiri,” jelasnya.

Menurut Ferdiansyah, tantangan Indonesia kekinian setidaknya ada dua. Pertama, memulihkan dampak pandemi Covid-19, mulai dari sektor kesehatan, sosial, hingga ekonomi. Kedua, makin masifnya perubahan budaya bangsa.

”Nilai-nilai dalam 4 Pilar Kebangsaan dapat menjawab tantangan kekinian. Misalnya bagaimana kita membangun gotong royong dan kepedulian. Coba tengok tetangga kanan dan kiri, jangan sampai ada yang kesusahan, atau bahkan tak bisa makan. Mari saling bantu,” kata Ferdiansyah.

Ferdiansyah juga mengajak warga untuk membangun ketahanan pangan berbasis potensi lokal dengan memanfaatkan lahan pekarangan. ”Tanam sayuran dan buah-buahan. Budidaya ikan atau kembangkan ternak skala mikro-kecil. Ini bisa menjadi jalan bisnis sekaligus memperkuat ketahanan pangan berbasis keluarga,” ujarnya.

Tak lupa, Ferdiansyah mengajak warga untuk selalu menjunjung tinggi Budaya Bangsa. ”Meski berbeda dari sebelumnya kita tak lagi berjabat tangan dan tatap muka secara langsung tapi budaya kita gotong royong dan saling membantu itu jangan sampai hilang,” ujarnya.

Inline Related Posts  Bupati Garut Monitoring Proses Belajar Tatap Muka, KPG Ingatkan Penggunaan BOS

Ferdianyah Anggota DPR/MPR RI lima periode ini selalu menutup materi dengan pantun karena dijelaskan juga bahwa pantun merupakan warisan budaya dunia tak benda yang dberikan kepada Indonesia. Maka dari itu kita patut berbangga dan berbahagia menjadi warga negara Indonesia. Tegas Ferdiansyah.

Reporter: Taofik Rofi N|Editor: Red_FR ()