17 April 2021

Fakta & Realita

Berita Harian Terkini, Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terpercaya Terlengkap Seputar Priangan

Diperkirakan, Banyak Jutawan Baru di Cimuncang Garut Pasca Pembebasan Lahan Tol Cigatas 

Garut, Fakta dan Realita-

DENGAN akan dibangunnya jalan tol Cigatas (Cileunyi-Garut-Tasikmalaya) pada tahun 2021 mendatang, maka sebagian lahan yang ada di kabupaten Garut, terutama yang terlewati jalan tol Cigatas harus dengan segera dibebaskan sehingga dapat mendukung kelancaran pembangunan jalan tersebut. Seperti halnya dengan lahan yang terdapat di wilayah kelurahan Cimuncang kecamatan Garut Kota.

Berdasarkan peta proyek tol Cigatas yang dilansir Media Fakta dan Realita,  Kelurahan Cimuncang menjadi salah satu jalur lintasan jalan tol bersama 4 (empat) kelurahan lainnya yang ada di kecamatan Garut Kota.

Di sisi lain, dari pembebasan lahan jalan tol ini, para warga kelurahan Cimuncang  yang tanah atau bangunannya terlintasi oleh jalan tol, bagai mendapat durian runtuh karena akan mendapatkan uang penggantian yang lumayan menggiurkan, sesuai dengan harga pasaran tanah di kelurahan Cimuncang. Dengan banyaknya warga yang menerima uang penggantian tanah pembebasan lahan jalan tol, maka sudah dipastikan sebentar lagi akan muncul jutawan-jutawan baru di daerah itu.

Kepala Kelurahan (Lurah) Cimuncang, Asep Salahudin S.Hi, didampingi Kasi Pembangunan Kelurahan Cimuncang,   Suryana S.Hi, saat ditemui Tim Fakta dan Realita, Selasa ( 22/12/2020) di Kantornya mengatakan, rencananya sebagian dari wilayah kelurahan Cimuncang yang mencakup 6 (enam) RW akan terkena pembebasan lahan proyek jalan tol Cigatas.

“Sebetulnya untuk kecamatan Garut Kota itu ada 4 kelurahan yang sudah pasti dilewati jalan tol Cigatas yakni kelurahan Cimuncang, kelurahan Kota Kulon, kelurahan Margawati, dan kelurahan Sukanegla,” terangnya.

Khusus untuk kelurahan Cimuncang, kata Asep, terdapat 428 bidang tanah seluas sekitar 4,7 ha yang tersebar di enam RW, yaitu di RW 03, RW 04, RW 05, RW 10, RW 12 dan RW 16, semua bidang tanah itu akan dibebaskan untuk lintasan jalan tol Cigatas. Kondisi lahannya sendiri, ada yang masih berbentuk lahan kosong, lahan pertanian dan perkebunan, serta berbentuk bangunan rumah. Bahkan sebagian lagi berupa fasilitas umum, seperti Sekolah, Mesjid, Madrasah dan Area Pemakaman umum.

Baca Juga :   Tak Sembarang KBM Tatap Muka Dilaksanakan, Asep Sudarsono : " Ini Menyangkut Nyawa, Jika Terjadi Sesuatu Kita Yang Disalahkan

“Jadi dari 428 bidang tanah yang akan dibebaskan, 98 persennya telah memiliki sertifikat dari program PTSL pada tahun 2017 lalu, sisanya yang 2 persennya masih belum disertifikatkan,” ungkap Asep.

Ia menuturkan, saat ini para pemilik tanah yang termasuk 2 persen tadi  sedang melengkapi surat kepemilikan tanahnya, sebagian dari mereka ada yang membuat AJB dan sebagian lagi ada membuat Akta Waris.

“Kami dari pihak kelurahan sebetulnya tidak mengharuskan untuk melengkapi  bukti kepemilikan tanah-tanah tersebut.
Dilengkapi atau tidak, sama sekali tidak akan mempengaruhi pembayaran atas pelepasan Hak. Jikalau nanti lahan tersebut dibebaskan, maka pihak kelurahan tidak berwenang membuatan AJB nya, kewenangannya ada pada pihak BPN,” pungkasnya.

Sementara itu, Kasi Pembangunan kelurahan Cimuncang Suryana S.Hi menambahkan, pada tahun 2017 lalu, kelurahan Cimuncang mendapatkan program sertifikat tanah gratis atau sekarang dikenal program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dari Presiden RI melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) Pusat, sehingga hampir 95 persen lahannya telah bersertifikat.

“Jadi secara keseluruhan di wilayah Cimuncang itu, 95 Persen lahannya sudah mempunyai bukti kepemilikan  tanah yang Sah atau SHM (Setifikat Hak Milik), sedangkan sisanya ada yang masih dalam proses dan bahkan ada yang lambat dalam pengurusannya,” kata Suryana.

“Jadi nanti, pada saat pembebasan lahan milik warga kelurahan Cimuncang, saya rasa tidak akan timbul masalah karena 98 persen lahan yang akan dibebaskan itu sudah memiliki bukti kepemilikan yang sah. Dan satu lagi, jangan khawatir, tak hanya tanahnya saja yang mendapatkan penggantian tapi apapun yang terdapat  di lahan itu akan diganti. Misalnya lahan pertanian yang sedang ditanami sayuran, maka selain lahan, sayurannya pun akan diganti pula,” pungkas Suryana.

Reporter : Iwan H | Editor : Red_FR

Bagikan :
error: Protect !!!