Cara Cepat Menghafal Al-Qur’an

Berita Utama950 Dilihat
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Tips ini atau cara menghafal al quran ini bisa diterapkan konsisten dalam 1 tahun bagi anda yang masih benar benar baru mulai menghafal.

Dan setelah satu tahun maka rasakan perbedaan dengan yang tidak menggunakan metode atau rumus dalam menghafal, tentu akan sangat jauh perbedaannya. Dan langsung saja berikut ini tips atau cara mudah menghafal Al-Qur’an untuk pemula.

Metode Cara Menghafal Al-Qur’an Dengan Mudah

1. Menghafal Surat Surat PendekBagi pemula maka sangat disarankan untuk menghafal surat-surat pendek yang ada di juz amma, silahkan sobat baca surat-surat tersebut karena dengan membaca surat pendek maka sobat akan lebih mudah mempelajari makhrijul huruf serta tajwidnya.

Kenapa harus surat pendek ?, alasannya adalah surat surat pendek Al-Qur’an itu memiliki ayat yang pendek sehingga mudah untuk dihafalkan.

2. Menggunakan Metode Baca Lalu Hafal

Metode yang sering digunakan dalam menghafal Al-Qur’an adalah dengan membaca ayat yang akan di hafal secara berulang ulang baru setelah itu dihafal.

Biasanya ayat yang akan dihafal itu dibaca sebanyak 20 sampai 25 kali barulah setelah itu dihafal. Metode lainnya yakni dengan membaca per-baris ayat Al-Qur’an.

Jadi jika dalam satu baris itu ada 2 ayat maka silahkan baca sebanyak 20-25 kali sebelum dihafal. Cara ini akan memudahkan kita nantinya ketika sudah memasuki proses menghafal,

Inline Related Posts  Selepas Dilantik Kembali Sebagai Kades Situsauer, Agus Mulyadi Siap Majukan Ekonomi Warga Melalui Bumdes

3. Mulai Menghafal

Setelah ayat atau baris ayat dibaca sebanyak 20-25 kali barulah mulai menghafal, usahakan menghafal dengan menutup mushaf Al-Qur’an.

Jika anda sudah mampu membaca hafalan per-baris dengan lancar dan dengan menutup mushaf maka sudah bisa dikatakan kategori lulus.

Setelah itu lanjutkan kedalam semua surat atau ayat, cara ini sangat ampuh untuk digunakan para pemula dalam menghafal Al-Qur’an.

4. Mentargetkan Hafalan

Untuk menunjang keberhasilan dalam proses menghafal Al-Qur’an tentu dibutuhkan yang namanya target hafalan, dan yang dimaksud dengan target hafalan adalah sebagai berikut.

Misal dalam satu hari anda memiliki taget hafalan 2 baris ayat, maka sebelum 2 baris itu tercapai maka jangan berhenti untuk menghafal.

Namun jika dalam eaktu singkat bisa menghafal 2 baris ayat Al-Qur’an maka sudah cukupkan hafalan pada hari itu dan jangan ditambah. Tujuannya adalah untuk menjaga mood kita dalam menghafal Al-Qur’an.

5. Setoran Hafalan

Setoran hafalan ini bisa dilakukan ketika anda sudah bisa menghafal 1 lembar bolak balik halaman Al-Qur’an, dan untuk setoran hafalan bisa anda tunjukan kepada orang yang ahli dalam bidang baca Al-Qur’an.

Seperti para ustadz, guru ngaji atau syaikh yang ada didaerah terdekat anda. Tujuan utama dari setoran hafalan adalah untuk memeriksa kelancaran serta ketepatan hafalan yang sudah kita miliki.

Maka dari itu penting sekali untuk menyetorkan hafalan kepada orang yang ahli dalam bidang membaca Al-Qur’an.

6. Murojaah atau Mengulang Hafalan

Setelah mampu menghafal beberapa lembar Al-Qur’an maka proses selanjutnya adalah mengulang-ulang hafalan yang didapat.

Tujuannya adalah agar hafalan yang sudah didapatkan tidak hilang ketika kita mendapat hafalan baru, dan ketika sudah mendapatkan hafalan baru maka bisa digabungkan dengan hafalan lama agar semakin kuat daya ingat kita terhadap hafalan yang sudah dimiliki.

Inline Related Posts  STQH XVII Provinsi Jabar, Sekda Kab. Tasikmalaya, "Jadikan Ladang Ibadah Untuk Mendapat Ridho Allah SWT"

7. Berdoa

Setelah mampu dan istiqomah dalam menjalankan tahapan tahapan diatas, maka selanjutnya adalah berdoa kepada Allah Azza Wa Jalla agar kita senantiasa dipermudah dalam proses menghafal dan dikokohkan hafalan Al-Qur’an pada diri kita.

Karena yang mampu mempermudah dan mengkokohkan hafalan didalam diri kita hanya Allah Ta’ala, untuk itu dalam setiap kesempatan kita harus senantiasa berdoa kepada Allah Ta’ala.

8. Makan Makanan Yang Bergizi Dan Halal

Untuk menunjang kecerdasan seseorang maka sangat diperlukan makanan yang bergizi dan wajib halal, karena kita memiliki tujuan mulia yakni akan menghafal Al-Qur’an.

Dan salah satu cara mempermudah hafalan adalah dengan memakan makanan yang halal dan baik.

9. Sabar Dan Istiqomah

Hal mendasar yang wajib dimiliki oleh semua orang ketika ingin menghafal Al-Qur’an adalah rasa sabar dan sifat istiqomah.

Sabar disini maksudnya adalah sabar dalam proses menghafal yang tentu akan menguras waktu, fikiran dan tenaga. Namun kita harus yakin jika tujuan kita adalah tujuan yang baik dan akan mendapat pahala disisi Allah Ta’ala.

Dan istiqomah yang dimaksud disini adalah terus menerus tak kenal putus asa dalam proses menghafal, jangan terpengaruh oleh bisikan syaiton yang menyuruh kita untuk berhenti menghafal Al-Qur’an.

Karena sejatinya ketika kita mampu menghafal Al-Qur’an dengan baik dan benar maka diri kita sendirilah yang mendapatkan keuntungan dan bukan orang lain.

10. Ikhlas Dalam Menghafal

Niatkan dalam hati untuk ikhlas menghafal Al-Qur’an hanya ingin mendapat ridho dan pahala dari Allah Ta’ala. Jauhkan sifat atau keinginan untuk dipuji oleh makhluk, karena akan sia-sia semua usaha kita jika kita menghafal Al-Qur’an hanya ingin dipuji oleh makhluk.

Inline Related Posts  Reses Masa Sidang II Tahun 2020 Anggota DPRD Garut Yudha Puja Turnawan Disambut Baik Warga Regol

Rasa ikhlas harus selalu dimunculkan dalam diri kita, mulai dari awal sampai dengan akhir. Dan untuk memelihara sikap ikhlas ini sobat harus rela mendapatkan ujian ujian ketika menghafal.

Kesimpulan :

Menghafal Al-Qur’an merupakan perkara yang sangat mudah, karena Allah Ta’ala sendiri yang mengatakan bahwasannya AL-Qur’an itu mudah untuk dipelajari”.

Namun yang menjadi berat adalah mengamalkan isi kandungan dari ayat-ayatnya. Jadi untuk sobat yang hendak menghafal Al-Qur’an harus siap siap mengamalkan isi kandungan yang ada dalam Al-Qur’an kedalam setiap lini kehidupan.

Karena sejatinya penghafal Al-Qur’an adalah orang orang yang telah Allah Ta’ala pilih untuk dijadikan contoh di masyarakat, dan sudah sepatutnya para penghafal Al-Qur’an menjadi panutan yang baik untuk di tauladani di lingkungannya.