Bupati Garut Resmi Membuka MPLS Tingkat PAUD, SD dan SMP Melalui Webinar

oleh

Garut, Fakta dan Realita-

BUPATI Garut, H. Rudy Gunawan, SH, MH, MP membuka secara resmi kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tingkat PAUD, SD dan SMP melalui Webinar, di Aula Kantor Dinas Pendidikan, Jl. Pembangunan No. 179, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Senin (13/07/2020).

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Bupati, dr. Helmi Budiman, Kapolres Garut, AKBP Dede Yudy Ferdiansah, Kepala Kejaksaan Negri Garut, Sugeng Haryadi, Penjabat Sekda, Zat Zat Munazat, Kepala Dinas Pendidikan, H.Totong, dan pejabat lainnya. Selain itu, turut hadiri Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Garut, Maman Rusmana, Ketua Baznaz Kabupaten Garut, R. Aas Kosasih, dan Kepala Bank BJB Cabang Garut, Maman Rukman.

Dalam amanatnya, Bupati Rudy Gunawan mengatakan, dalam masa pandemi covid-19 ini, sesuai instruksi presiden, bahwa pendidikan tidak boleh berhenti, dan kualitas tidak boleh berkurang.

Rudy menghimbau kepada para Kepala Sekolah melalui Korwil Dinas Pendidikan agar tetap memperhatikan dan selalu menerapkan protokol kesehatan.

“Dalam proses awal pembelajaran, para kepala sekolah di seluruh Kabupaten Garut agar membuat inovasi-inovasi kurikulum dengan tetap menggunakan protokol kesehatan,” ujar Rudy.

Menurut Rudy, pelaksanaan proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bisa dilakukan sesuai kondisi riil di lapangan, baik dilakukan dengan webinar atau door to door.

Bupati Rudy mengatakan, mengenai kapan sekolah akan dilaksanakan tatap muka, pihaknya akan tetap menunggu arahan dari mendikbud dan Gubernur Jawa Barat.

“Yang terpenting, kita siap dengan protokol kesehatan dengan ketersediaan masker, air dan tata cara sosial distancing, apabila kegiatan KMB sudah diperbolehkan dengan tatap muka,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Garut, H.Totong menerangkan, kegiatan MPLS diselenggarakan selama 5 hari, mulai 13 – 17 Juli 2020 ini, bertujuan mengenalkan lingkungan, nilai, dan karakter kepada para peserta didik baru, agar selama proses pembelajaran dapat tercipta lingkungan yang aman dan nyaman.

Selain itu, kata Totong, MPLS bertujuan untuk mengembangkan potensi diri dan kemampuan siswa didik serta menumbuhkan kultur jiwa bangga kepada peserta didik baru untuk bejalar, mencintai, dan menjaga nama baik almamaternya, juga menanamkan dan memperkuat nilai-nilai moderasi beragama dan karakter ke-Indonesia-an kepada peserta didik.

Totong menjelaskan, MPLS tahun ini diikuti 175.766 siswa baru yang tersebar di 42 kecamatan/ korwil Dinas Pendidikan. Jumlah siswa tersebut  terdiri dari siswa SD sebanyak 44 ribu, SMP 35.617, dan warga yang belajar melalui PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) sebanyak 20.149 Siswa, pungkasnya.

Reporter : Wena. H | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.