Dalam rangka memberikan motivasi dan dorongan minat membaca dan menulis masyarakat di Kabupaten Garut, sejumlah penulis kenamaan yang karyanya menjadi best seller, dan banyak mengisi rak-rak di banyak toko buku, termasuk Gramedia, menyempatkan diri hadi ke kabupaten Garut dalam acara “Bincang Literasi”, bertempat di halaman Gerai toko Gramedia. Acara tersebut berlangsung selama 2 hari, Sabtu dan Minggu (09,10/02/2020).

Dikatakan Operation Director Gramedia V Sugiarto dalam acara bincang literasi pada hari Minggu, mengatakan kehadiran Gramedia di daerah ini tidak hanya bisnis tapi ikut serta menggerakkan masyarakat dalam hal literasi.”Kegiatan bincang literasi itu diselenggarakan selama dua hari, Sabtu (08/02) dan Minggu (09/02) yang terbuka secara umum atau untuk berbagai kalangan masyarakat di Garut,” ujar Sugiarto.

Ia menuturkan, Gramedia sengaja mendatangkan penulis-penulis ternama ke Garut yakni penulis dan pegiat literasi Maman Suherman yang wajahnya kerap muncul salah satu program acara TV Swasta Indonesia Lawyer Klub (ILK) kemudian penulis buku best seller Tere Liye (Darwis), Luluk HF, dan Eka Aryani.

Selanjutnya dari tokoh masyarakat Garut, kata dia, Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat, Opik dan dari pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut, Pak Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman  yang berperan untuk memberikan motivasi tentang pentingnya menambah wawasan dengan rajin membaca buku.

“Dengan hadirnya tokoh-tokoh yang bisa menjadi motivasi ini maka saya yakin virus-virus literasi mereka bisa menyebar, bisa banyak menginspirasi,” katanya.

Sementara itu, Penulis dan pegiat literasi Maman Suherman di hadapan pengunjung yang hadir dalam acara tersebut menyampaikan, selama ini literasi yang dipahami hanya sebatas baca dan tulis, padahal seharusnya bisa sampai dengan menuliskan suatu cerita atau gagasan untuk menjadi tulisan yang menarik.

Baca Juga :   Bakti Kemanusiaan Menjadi Agenda Utama IWO Garut Pada Peringatan Hari Pers Nasional

Maman mengatakan, masyarakat Garut sudah saatnya memiliki kemampuan untuk bisa melakukan sesuatu hal baru yang memberikan manfaat untuk diri sendiri dan orang lain.

“Jangan setelah orang lain berhasil, lalu kita bilang, saya juga bisa, sekarang ganti dan hapus kata juga menjadi saya bisa,” katanya.

Menyambung keinginan Maman, Wakil Bupati Garut Helmi Budiman menyampaikan, selama ini Garut mengharapkan banyak pustakawan datang untuk mendorong masyarakat agar lebih gemar membaca.

Selama ini, kata dia, minat masyarakat Garut untuk belajar cukup tinggi, terbukti dalam acara Bincang Literasi di toko buku Gramedia banyak yang hadir meskipun kondisi cuaca sedang hujan.

“Memang ini gerakan-gerakan yang membutuhkan dukungan dari pemerintah agar gerakan ini nantinya berhasil menciptakan masyarakat yang baik,” katanya.

Sebelumnya pada hari sabtu, acara hari pertama dengan tema “Dari Media Sosial ke Buku” diisi oleh Eka Aryani, sesi kedua oleh Luluk HF yang berbicara tentang bagaimana penulis dapat menemukan gaya tulisannya melalui tema “Temukan Tulisan Khas Dirimu”.

Keduanya sepakat, bahwa untuk menjadi seorang penulis harus teruslah menulis dan jangan takut salah dalam mempublikasikan setiap karyanya.(Wena)