Baru Sehari Pelabelisasian Rumah Penerima PKH Dilakukan, Di Karangpawitan Garut KPM Banyak yang Minta Berhenti

oleh -6 Dilihat

Garut, faktadanrealita.com-

BARU sehari labelisasi penerima Program Keluarga Harapan ( PKH ) diberlakukan, beberapa Keluarga Penerima Manfaat (KPM) PKH hampir disetiap Desa dan Kelurahan di Kecamatan Karangpawitan mengajukan berhenti.

Pendamping PKH bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Karangpawitan melakukan Louncing perdana pelabelan rumah KPM PKH, Senin (04/05).

Hari ini lebelisasi mulai diberlakukan serempak diwilayah Kabupaten Garut, seperti terjadi di Kecamatan Karangpawitan dimana menurut keterangan Yani Andriani,S.PdI sebagai Koordinasi Kecamatan (korcam) PKH Karangpawitan, bahwa imbas dari pelebelan ini ada beberapa KPM di tiap Desa dan Kelurahan di Kecamatan Karangpawitan mengajukan pemberhentian sebagai KPM PKH.

“Alhamdulillah dengan adanya pelabelan didepan rumah para KPM, banyak KPM yang mengajukan berhenti sebagai KPM PKH, ini jelas sangat membantu kami dilapangan karena warga sudah mulai sadar atas peruntukan PKH,” kata Yani.

Yani menerangkan bahwa para pendamping selalu memberikan pemahaman tentang peruntukan bantuan sosial PKH.

“Apabila ada penerima manfaat PKH yang sudah tidak layak lagi, maka pihaknya akan berupaya memberikan pemahaman serta pengertian agar secara sukarela berhenti dari kepesertaan dan melakukan graduasi mandiri, sebenarnya ada sanksi dari Kementerian Sosial bagi KPM yang enggan berhenti padahal sudah masuk dalam keluarga mampu dalam segi ekonominya, tapi kita lakukan pendekatan secara kekeluargaan” terangnya.

Camat Karangpawitan, Rena Sudrajat yang ikut dalam pelebelan rumah KPM PKH mengaku tidak ada kesulitan dalam pelabelan tersebut.

“Dalam pelabelan tidak ada penolakan dari KPM, namun efeknya sangat luar biasa, entah karena malu atau apa, ada beberapa warga KPM PKH mengajukan berhenti kepada para pendamping PKH,” ucapnya.

Rena pun menjelaskan bahwa dengan ada KPM PKH yang berhenti akan sangat membantu pihaknya dalam menekan angka kemiskinan.

“Dengan adanya beberapa warga yang berhenti sebagai penerima PKH otomatis keluarga tersebut masuk dalam kategori keluarga mampu dan itu sangat berpengaruh pada angka kemiskinan di Kecamatan Karangpawitan,” jelasnya.

Rena berharap dengan adanya pelabelan ini maka budaya malu akan mulai terjaga.

“Kami sangat meng apresiasi atas pelabelan ini, karena secara psykologi warga penerima PKH akan mulai terusik, karena sebenarnya warga tersebut mampu tapi enggan melepas bantuan dari PKH, dengan pelabelan ini maka warga tersebut akan malu dan dengan sendirinya akan berhenti dari KPM PKH, semoga dengan adanya budaya malu ini warga akan tahu dan mengerti apa yang menjadi hak nya dan yang bukan menjadi haknya,” pungkas Rena.

Reporter : Wita | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.