17 April 2021

Fakta & Realita

Berita Harian Terkini, Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terpercaya Terlengkap Seputar Priangan

Banjir Kahatex Sebabkan Objek Wisata di Garut Sepi saat Libur Imlek

Garut, faktadanrealita.com

Seakan tak ada hentinya, meski telah ditangani Pemerintah Provinsi Jawa Barat bekali-kali, banjir lagi-lagi menggenang sekitar pabrik Kahatex, di Jalan Raya Rancaekek.

Banjir di Kahatex telah menjadi Penyakit Kronis yang tak kunjung sembuh, bahkan sebelum turun hujan, istilahnya baru mendung saja orang-orang sudah memperkirakan kawasan tersebut pasti banjir.

Karena banjir di Kahatex, Sabtu kemarin (25/01/2020), yang bertepatan dengan Hari Imlek ini, membuat kunjungan wisatawan ke obyek wisata  Garut turun drastis alias sepi, kendati dalam momen libur Imlek.

Hal tersebut dikatakan H. Eeng Heriyanto, salah satu pemilik obyek wisata di Cipanas Garut, Jawa Barat,mengatakan ke pada Wartawan Fakta Dan Realita, terkait tentang penurunan minat wisatawan untuk berkunjung ke Garut.

“Kalo pas hari libur, Kahatex terendam banjir, sudah sering kita alami efeknya pasti sepi, kita pasti rugi,” kata eeng.

Eeng menuturkan bencana banjir yang merendam jalan utama Bandung-Garut di kawasan industri Kahatex sudah sering terjadi ketika turun hujan deras.

Banjir di Kahatex, kata Eeng, selalu dikeluhkan wisatawan yang hendak berwisata ke Garut, bahkan ada yang sampai menanyakan terlebih dahulu kondisi di daerah Kahatex sebelum menuju Garut.

Baca Juga :   Terkait Surat Edaran Bupati, Satpol PP Garut Siap Jalankan Perintah

“Akhinya setelah tahu kahatex banjir mereka urung berangkat, bahkan yang sudah berangkat menuju Garut pun kadang putar balik,” kata eeng.

Demikian halnya yang dikatakan Iwan Hardiawan, yang juga sama-sama bergerak dibidang perhotelan di Cipanas. Iwan mengungkapkan, kunjungan wisatawan ke hotelnya berkurang. Sejumlah wisatawan yang tiba di Garut dan bermalam dihotel mengeluhkan lamanya perjalanan ke Garut karena terjebak macet di kawasan Kahatex selama tiga jam.

“Beberapa tamu hotel semalam ada yang terjebak di Kahatex sampai tiga jam. Untungnya tamunya stayed dua malam, jadi masih ada waktu untuk stay di hotel,” kata Iwan

Karena banjir Kahatex selalu menjadi kendala khususnya para wisatawan, Ia berharap persoalan banjir itu bisa secepatnya diselesaikan oleh pemerintah agar tidak berdampak buruk pada tingkat kunjungan wisata ke Garut maupun daerah lainnya di priangan timur. Jika banjir terus terjadi, kata dia, tentunya akan merugikan pelaku wisata di Garut, termasuk wisatawan akan mengeluhkan lamanya waktu, atau membatalkan agenda wisatanya ke Garut.

“Bisa berimplikasi pada tingkat pembatalan kunjungan yang mengakibatkan ‘potensial lost business’ bagi hotel,” ujarnya.(Wena)

Bagikan :
error: Protect !!!