Unik dan Menarik, Ridwan Kamil Resmikan Gedung RSUD Pandega Pangandaran Melalui Video Conference

oleh -13 Dilihat

Pangandaran, faktadanrealita.com-

Di tengah merajalelanya Covid-19 saat ini, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil meresmikan gedung RSUD Pandega Pangandaran, Sabtu, 4 April 2020. Uniknya ini dilakukan orang nomor 1 Jabar ini melalui video conference.

Di Bandung Gubernur Ridwan Kamil yang akrab disapa kang Emil didampingi Ketua DPRD Jawa Barat Taufik Hidayat didepan layar televisi, menandatangani prasasti RSUD Pandega Pangandaran dan disaksikan oleh Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata, Wakil Bupati Adang Hadari, Sekda Kusdiana dan sejumlah Kepala SKPD, Ketua DPRD Kab Pangandaran Asep Noordin di gedung RSUD Pandega Pangandaran.

Tampak hadir dalam peresmian RSUD tersebut Anggota DPRD Jawa Barat Ijah Hartini dan Didi Sukardi serta Kapolres Ciamis AKBP Dony Eka Putra dan Dandim 0613/Ciamis Letkol Arm. Tri Arto Subagio.

Kang Emil yang mengaku kangen dengan objek wisata body rafting Citumang menyayangkan dirinya tidak bisa hadir langsung untuk meresmikan RSUD Pandega Pangandaran dikarenakan kondisi yang tidak mendukung dan sedang fokus menangani pencegahan penyebaran virus corona COVID-19.
“Pokoknya RSUD Pandega Pangandaran rumah sakit paling keren di Jawa Barat,” ucap Emil melalui video confrence dengan Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata.

Emil menyampaikan, pemerintah kabupaten/kota di Jawa Barat termasuk Kabupaten Pangandaran harus bersama-sama menangani pencegahan penyebaran virus corona.

Kata Emil, Pemprov akan mengirim sebanyak 5.000 buah Rapid Test ke Pangandaran.

“Bagi yang ODP atau pemudik terutama dari zona merah dilakukan Rapid Test dan isolasi mandiri selama 14 hari, karena untuk membersihkan virus ini tidak cukup dengan waktu yang singkat.
Bila perlu tegas terukur demi keselamatan orang banyak,” ucap Emil.

Emil juga mengatakan, dirinya menugaskan Kepala Dinas Kesehatan Pemprov Jabar untuk membantu Pemkab Pangandaran berkaitan dengan BPJS.

“RSUD Pandega (Pangandaran Sehat Dan Bahagia) sudah bisa beroperasi dan bisa bermanfaat oleh masyarakat di Kabupaten Pangandaran,” harapnya.

Sementara Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata mengatakan, bahwa pembangunan RSUD Pandega Pangandaran dengan jumlah ruangan sebanyak 170 buah itu menghabiskan dana sekitar 400 miliar.

“Tentunya ini di dukung oleh pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat yang terbanyak membantu,” ujarnya.

Kata Jeje, RSUD ini mulai dibangun sejak masa Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan dilanjutkan oleh Gubernur Ridwan Kamil.

Hanya saja kata Jeje, saat akan melakukan peresmian RSUD Pandega sempat mengalami dua kendala. Pertama soal kerjasama dengan BPJS yang terkendala akreditasi. RSUD Pandega Pangandaran belum terakreditasi, padahal itu menjadi syarat dasar untuk dapat bekerjasama dengan BPJS.

“Ini tentu akan menjadi persoalan, jika rumah sakit dibuka tapi BPJS tidak berlaku, masyarakat pasti kecewa. Pasti akan menyalahkan Bupati,” ungkap Jeje.
Maka dirinya mengambil kebijakan, seluruh biaya akan ditanggung APBD selama belum bisa bekerjasama dengan BPJS.

“Alhamdulilah, saya sudah dihubungi pihak BPJS, bahwa RSUD Pandega Pangandaran siap melayani Peserta BPJS yang dibantu anggarannya dari APBD Pemkab Pangandaran,” ujarnya, seraya dirinya memohon kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk membantu Pangandaran soal kerjasama dengan BPJS.

Jeje juga mengatakan, Pemerintah daerah tengah berjuang memerangi penyebaran virus corona COVID-19 mulai dari kebijakan bantuan sosial maupun penyediaan masker yang akan disebarkan ke masyarakat termasuk memverifikasi pemudik dan memberikan himbauan-himbauan.

Reporter : WH | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.