Tanggulangi Kesulitan Ekonomi Warga Akibat Covid-19, Pemerintahan Desa Jatisari Karangpawitan Bagikan 2.000 Kantong Beras

oleh -1 Dilihat

Garut, faktadanrealita.com-

Forum Komunikasi Pimpinan Desa (Forkopimdes) Jatisari kecamatan Karangpawitan yang terdiri dari kepala desa Jatisari Abad Badrudin, Babinsa dan babinmas yang dibantu Satgas Covid-19 desa Jatisari melakukan kegiatan bakti sosial Pembagian Sembako sebanyak  2.000 katong plastik berisi beras seberat 4,5 kg kepada 2.000 ribu Keluarga Penerima Maanfaat (KPM ) yang ada pada di 13 RW dan 35 RT di desa Jatisari, kecamatan Karangpawitan, kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (15/04/2020)

Sesuai keputusan Bupati Garut H. Rudy Gunawan, terkait Lima kecamatan terdampak Covid-19 termasuk didalamnya Kecamatan Karangpawitan, anggaran Dana Desa Gotong-royong Rp10 juta per RW yang semula akan dipergunakan untuk jalan lingkungan, di kecamatan karangpawitan khususnya desa Jatisari, kini dialihkan kepada pengadaan kebutuhan pokok masyarakat.

Kepala Desa Jatisari, Abad Badrudin mengatakan, pada hari ini Forkopimdes Jatisari secara bahu membahu sedang menyalurkan bantuan sembako, 2.000 kantong beras yang berisi 4,5 Kg kepada masyarakat yang berada di wilayah administratif pemerintahan desa Jatisari.

Adapun kegiatan ini kata Abad, merupakan salah satu wujud perhatian dari pihak pemerintah desa dalam menyikapi kesulitan yang dialami masyarakatnya.

Abad menjelaskan, sebetulnya jumlah Kepala keluarga (KK) yang ada di wilayah desa Jatisari sebanyak 1.870 KK, meski demikian jumlah bantuan yang kita siapkan sengaja dilebihkan menjadi 2.000 paket beras, mengingat sisanya akan kita berikan kepada warga yang belum terdata KK nya terutama para warga kontrakan dan juga para santri yang ada di beberapa pesantren.

“Pokoknya semua warga Jatisari akan kita berikan bantuan, kita tidak akan membeda-bedakan karena di saat darurat covid-19 sekarang ini, semuanya sedang mengalami kesusahan,” ujar Abad.

Abad menambahkan, bantuan ini berasal dari anggaran Dana Desa Gotong-royong yang Rp10 juta per-RW, dikarenakan adanya darurat covid-19 sesuai intuksi bapak Bupati Garut penggunaannya telah dialihkan, yang tadinya diperuntukkan untuk kegiatan fisik jalan lingkungan sekarang dialihkan ke pengadaan sembako. Dan sesuai hasil kesepakatan pada Musyawarah Desa kita putuskan dananya dipakai untuk pengadaan 2.000 kantong beras yang sedang kita bagikan hari ini.

“Meski hanya beras 4,5 kg yang bisa kita berikan, namun setidaknya hal ini merupakan salah satu bentuk upaya untuk bisa sedikit meringankan beban ekonomi masyarakat desa Jatisari,” ungkap Abad.

Disinggung soal upaya penaganan covid-19 di desa Jatisari, Abad menerangkan bahwa pemerintah desa Jatisari sejauh ini telah rutin, seminggu sekali mengadakan penyemprotan disinfektan ke rumah-rumah warga, fasilitas umum, masjid-masjid, jalanan dan gang-gang.

“Begitu pula dengan sosialisasi tentang pencegahan penyebaran wabah virus covid-19, seperti; tetap tinggal dirumah, jaga jarak sosial (Social distancing dan Pysichal distancing), tidak berkerumun, penggunaan masker, mencuci tangan pakai sabun serta pemakaian handsanitizer, semua terus kita lakukan baik melalui penyampaian langsung oleh Para RW dan RT, melalui selebaran-selebaran termasuk penempelan himbauan maklumat Kapolri di tempat-tempat umum, dan juga pemberitahun melalui pengeras suara di masjid-masjid,” katanya.

Terkait adanya himbauan pemerintah kepada warga perantau agar tidak mudik disaat pandemi covid-19, Abad sependapat dengan hal itu, karena jika mereka memaksa untuk pulang, mereka akan di-ODPkan oleh pemkab Garut.

“Kalau sudah ODP, mau tidak mau harus menjalani karantina selama 14 hari kedepan, lebih baik tinggal dulu di sana jangan dulu pulang agar tidak menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan, sayangi diri, sayangi keluarga dan sayangi saudara kalian,” tegasnya.

Abad berharap, dengan adanya bantuan beras kepada masyarakat dan berbagai upaya pencegahan covid-19 yang tengah dilakukan sampai dengan saat ini, masyarakat desa Jatisari khususnya dan bangsa indonesia pada umumnya akan segera terbebas dari cengkraman wabah virus covid-19 yang sangat mematikan ini sehingga perekonomian kita bisa kembali normal.

Reporter : Wena. H | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.