Talegong Garut Diterjang Bencana Longsor, Wabup Helmi: 15 Rumah Hancur Berantakan

oleh -4 Dilihat

Garut, Fakta dan Realita-

BENCANA longsor kembali menerjang wilayah selatan kabupaten Garut. Bencana longsor kali ini terjadi di Jalan Provinsi penghubung wilayah kecamatan di dua kabupaten berbeda yakni Jalan Pangalengan-Rancabuaya, tepatnya di Kp. Sawah Cijeruk, desa Sukamulya, kecamatan Talegong, kabupaten Garut, Kamis (3/12/2020). Penyebab longsor diperkirakan akibat intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari belakangan ini, yang terus-menerus mengguyur wilayah tersebut.

Longsor yang terjadi sekitar pukul 05.00 WIB ini, selain menutupi sebagian besar badan jalan provinsi, juga telah membuat 15 rumah warga dibawahnya hancur berantakan. Dan bahkan sebanyak 48 rumah lainnya terancam longsor susulan.

Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, langsung meninjau ke lokasi bencana untuk melakukan upaya penanganan dari bencana tersebut.

Helmi mengatakan alat berat sudah dikirimkan akan tetapi belum bisa digunakan karena tanah yang masih labil dan dinilai cukup membahayakan.

“Ada 15 rumah yang tertimbun dan ada 48 rumah yang terancam, kemudian dari sisi akses ini merupakan jalan provinsi alhamdulilah dari provinsi juga tadi sudah mengirim alat berat, tapi karena tanahnya masih bergerak alat berat tersebut masih belum bisa dioperasikan,” ujar Helmi.

Helmi menuturkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Kabupaten Garut untuk segera menyiapkan tempat pengungsian dan melayani kebutuhan dasar para pengungsi dengan baik.

“Kami sudah berkoordinasi dengan dinas sosial dan BPBD agar menyiapkan pengungsian bagi warga bagi warga yang rumahnya terdampak. Untuk dapur umum, kita persiapkan baik dari relawan dan dari pemkab untuk melayani kebutuhan para pengungsi,” tutur Helmi.

Untuk menanggulangi rumah para pengungsi, Pemerintah Kabupaten Garut akan mengkaji lebih lanjut apakah akan dilakukan relokasi terhadap rumah para pengungsi karena tanah labil dinilai tidak layak untuk ditinggali.

“Melihat kondisi tanah di sana kalau ini harus dikaji lagi karena nanti ada tim nanti setelah tanggap darurat. Untuk nanti ada tim khusus menilai tanah, tapi yang sementara kita lihat kemungkinan ini harus direlokasi harus dicarikan tanah atau tempat yang layak untuk dijadikan tempat tinggal untuk para pengungsi,” lanjut Helmi.

Berdasarkan pantauan kontributor Media Fakta dan Realita Biro Garut Selatan di lokasi longsor, tidak diketemukan adanya korban jiwa atas kejadian ini, sementara total kerugian secara materil akibat longsor sejauh ini belum ada angka pasti.

Berikut Ini Sebagian Nama-Nama Warga Yang Butuh Bantuan Akibat Rumahnya Hancur Terkena Longsor : 

(1). Cucu (36 th) jumlah tanggungan 3 orang.
(2). Uus (35 th) jumlah tanggungan 2 orang.
(3). Joni (40 th) Jumlah tanggungan 2 orang.
(4). Mamar (57 th).
(5). Kurnia Dibrata (42 th) jumlah tanggungan 4 orang.
(6). Salimin (40 th) jumlah tanggungan 3 orang.
(7). Ecep (35 th) jumlah tanggungan 3 orang.

Sampai berita ini diturunkan, proses evakuasi material-material tanah longsor, sedang ditangani menggunakan alat berat jenis Louder dari dinas PUPR Propinsi Jabar dan PUPR kabupaten Garut. Untuk sementara akses jalan provinsi ditutup tidak bisa dilewati oleh kendaraan roda dua maupun roda empat sampai batas waktu yang tidak ditentukan.

Reporter : Rahman| Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.