Serius Cegah Corona, Camat Karangpawitan; Pengeras Suara di Masjid-masjid Dijadikan Sarana Sosialisasi COVID-19

oleh -3 Dilihat

Garut, faktadanrealita.com-

Forkopimcam Karangpawitan makin serius melawan covid-19, selain mengarahkan Babinsa Koramil 1102/krp dan Babinkantibmas Polsek Karangpawitan, ikut disertakan pula dua ambulan dari Puskesmas Karangpawitan dan Puskesmas Cempaka.

Baru-baru ini Forkopimcam karangpawitan menginstruksikan kepada seluruh pengurus masjid yang ada di kecamatan Karangpawitan untuk ikut berpartisipasi mensosialisasikan kepada masyarakat terkait segala hal yang menyangkut bahaya virus corona melalui pengeras suara di masjidnya masing-masing. Sosialisasi tersebut berupa wawar mengenai upaya-upaya pencegahan yang  harus  dilakukan  masyarakat untuk menghindari wabah virus corona.

Ada yang unik dalam “wawar”( wawar= pengumuman melalui pengeras suara dalam bahasa sunda) kali ini, yaitu wawar dengan menggunakan audio masjid-masjid diwilayah Karangpawitan Garut.

Camat Karangpawitan, Rena Sudrajat menuturkan kepada Fakta & Realita, bahwa bukan tanpa alasan melakukan wawar menggunakan audio Masjid.

“Berbagai cara kita tempuh untuk memerangi covid-19 ini, salah satunya dengan menggunakan audio Masjid, dengan maksud dan tujuan agar himbauan tentang melawan covid-19 bisa lebih tertangkap warga minimalnya warga yang berada di sekitar masjid,” kata Rena, Sabtu (04/04/2020).

Rena juga melakukan cek suhu tubuh, bukan hanya warga yang sudah dewasa, anak-anak pun tidak luput dari sasaran pengecekan suhu tubuh.

“Cek suhu tubuh merupakan langkah awal untuk mendeteksi warga, apakah ada keluhan kesehatan atau tidak, yang berupa demam tubuh, jadi kita lakukan cek suhu tubuh ke segala umur, apabila terdeteksi demam, warga tersebut disarankan agar segera menghubungi tim kesehatan dari Puskesmas terdekat,” ucap Rena.

Rena berharap dengan wawar ini warga bisa lebih peduli akan kesehatan diri sendiri, keluarga dan lingkungan.

“Selain social distancing, phsycal distancing dan pola hidup sehat, kita juga mengingatkan warga agat tidak menolak apabila ada warga yang baru pulang mudik, cukup laporkan pada RT dan RW serta menyuruh warga tersebut untuk mengisolasi dirinya selama 14 hari, saya juga berharap agar warga bisa membuka diri, sekarang bukan saatnya untuk keras kepala dengan mengindahkan anjuran pemerintah pusat, karena ini sudah berbicara tentang kesehatan dan keselamatan orang-orang yang kita cintai, jadi bijaklah dalam berfikir dan bertindak,” pungkas Rena.

Reporter : Wita | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.