Sepakat Islah, Perseteruan Antara Ketua DPC Apdesi Garut dengan Sejumlah Awak Media pun Berakhir

oleh

Garut, Fakta dan Realita-

PERSETERUAN yang dipicu pemberitaan oleh sejumlah media online yang mengandung unsur pencemaran nama baik Ketua DPC Apdesi Garut H. Asep Basir HC akhirnya berujung Islah.

Diketahui kurang lebih satu bulan lamanya pemberitaan tentang ketua DPC Apdesi Garut H. Asep Basir HC viral di beberapa media online. Pada berita di media-media itu tertulis kata-kata “Sosok Asep Basir ber-SDM rendah, serta arogan dan telah melecehkan wartawan“.

Ketua DPC Apdesi Garut, H Asep Basir HC, saat dimintai keterangannya terkait islah ini mengatakan, sejak awal pihaknya telah berusaha mengundang para awak media tersebut untuk mengklarifikasi isi dari pemberitaan tersebut, namun mereka tak kunjung datang.

Lanjutnya, karena tak ada kepastian saya beranggapan para wartawan yang memberitakannya itu sudah tidak ada niatan untuk melayani hak jawab dirinya. Oleh karena  itu secara pribadi dan lembaga ia pun memutuskan untuk menempuh jalur hukum.

“Beberapa waktu lalu dirinya bersama Pengurus Apdesi Garut telah melaporkan indikasi pencemaran nama baik ini dengan mendatangi Mapolda Jawa Barat dan kantor Dewan Pers di Jakarta,” katanya kepada Fakta dan Realita, Rabu (19/08/2020).

Dikatakannya, selang beberapa hari setelah rombongannya kembali ke Garut, ternyata ada inisiatif yang digagas oleh Ketua Parade Nusantara Tedi Rohendi untuk mempertemukannya dengan pihak media yang sudah menayangkan berita tersebut dengan mengambil tempat di Villa miliknya di desa Sukarame kecamatan Leles.

Foto: H. Ujang selamet (kiri), Ketua Parade Nusantara Garut (Tengah) dan Ketua DPC Apdesi Garut H. Asep Basir HC (kiri)

“Dalam pertemuan yang di mediasi saudara Tedi itu, terjadi dialog antara dirinya selaku korban pemberitaan dengan para wartawan yang telah memberitakannya. Saat itu selama dialog berlangsung masing-masing pihak menyampaikan permasalahan dalam suasana penuh keakraban dan sopan santun,” ungkapnya.

Setelah berdialog cukup lama, akhirnya kami sepakat mengadakan islah dan kedua belah pihak telah menyadari satu sama lain bahwa perselisihan yang terjadi bukanlah persoalan yang patut di perpanjang berlarut larut.

“Jadi intinya karena telah sepakat untuk Islah, sekarang permasalahan tersebut dianggap telah selasai,” pungkasnya.

Sementara itu saat dihubungi Fakta dan  Realita, pihak wartawan yang diwakili H. Ujang selamet membenarkan tentang adanya kesepakatan Islah antara pihak Media dengan Ketua DPC Apdesi Garut.

Foto: H. Ujang Selamet dan H. Asep Basir HC, keduanya sepakat Islah.

“Memang benar kami telah sepakat untuk mengakhiri masalah ini dengan Islah, satu sama lain telah saling menyadari dengan segala kekeliruan dan kesalah pahaman yang terjadi, bahkan kami telah menyatakan permohonan maaf terkait pemberitaan yang dimuat pada media kami,” katanya.

Menurutnya, tidak ada niatan sedikit pun untuk menjatuhkan nama baik Ketua DPC Apdesi Garut. Pada intinya yang kami perbuat ini murni untuk membela marwah atau nama baik profesi kami sebagai wartawan, walau tak disangka pada akhirnya akan terjadi salah paham. Oleh karenanya kami telah sampaikan permohonan maaf atas kejadian ini.

“Saya dengan tulus mengucapkan permohonan maaf atas kekeliruan yang sempat terjadi. Saya baru tahu ternyata karakter dan tipikal H. Asep Basir Ketua DPC Apdesi Garut merupakan sosok yang ramah, religius bijaksana dan begitu besar perhatian pada insan pers,” ujarnya.

Penggagas Islah, Ketua Parade Nusantara kabupaten Garut, Tedi Rohendi saat di hubungi melalui ponselnya mengatakan, selaku pimpinan Parade Nusantara sudah menjadi kewajiban dirinya untuk ikut membantu menyelesaikan permasalahan perseteruan yang terjadi antara Apdesi Garut dengan pihak media tersebut agar keduanya dapat seiring dan sejalan dalam mewujudkan pembangunan di kabupaten Garut.

“Saya merasa terpanggil dan perihatin dengan perseteruan yang terjadi. Jadi bukan karena ingin ikut campur atau memperkeruh situasi. Sudah menjadi kewajiban sebagai warga negara yang baik dan mencintai kedamaian kampung halamannya untuk meluruskan konflik tersebut dengan menyodorkan solusi Islah, dan Alhamdulillah akhirnya kedua belah pihak bisa dimediasi dan hasilnya pun sangat menggembirakan, saya salut keduanya saling legowo,” ungkapnya.

Tedi berharap, permasalahan seperti ini tidak akan terjadi lagi, jikapun ada lagi permasalahan semacam ini lebih baik mengupayakan jalur-jalur persuasif seperti dialog atau musyawarah sehingga tidak memperlebar masalah yang pada akhirnya malah akan merugikan kedua belah pihak yang berseteru.

“Intinya kalau ada sesuatu hal yang anggap tidak mengenakkan, langsung musyawarahkan agar tak berlarut-larut jangan sampai malah menyebabkan kerugian, baik kerugian dalam bentuk materi maupun non materi, apalagi sampai merugikan pihak lain diluarnya,” ujar Tedi dengan tegas.

Terakhir sebagai Ketua Parade Nusantara Garut, Tedi mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada ASDA 1 setda Garut, Kadis DPMD  Garut, Kabid Pemdes DPMD Garut, dan Kabid Kesbangpol Jily, atas segala saran dan dukungannya pada Parade Nusantara selama ini.

“Berkat dorongan merekalah, Parade Nusantara dapat segera menyelesaikan pemasalahan (Missed Comunication) yang terjadi antara pihak Apdesi Garut dan Insan Pers ini,” pungkasnya.

Sumber Berita: Budi HW                    Editor                : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.