28 Juli 2021

Fakta & Realita

Berita Harian Terkini, Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terpercaya Terlengkap Seputar Priangan

Sebanyak 239.821 KK Terdampak PPKM di Garut Mulai Terima Bantuan

Garut, Fakta dan Realita-

PENYALURAN bantuan sosial (bansos) beras untuk warga yang terdampak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di kabupaten Garut mulai disalurkan.

Hal itu diketahui saat Bupati Garut melakukan penyerahan bantuan secara simbolis kepada 6 (enam) orang Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sosial Tunai (BST) perwakilan dari beberapa kecamatan, yang dilaksanakan di Area Gedung Pendopo, Kec. Garut Kota, Kabupaten Garut, Senin (19/07/2021). Hadir pada kegiatan itu, Ketua DPRD Garut, Hj. Euis Ida Wartiah bersama unsur Forkopimda kabupaten Garut.

Bupati Garut, H. Rudy Gunawan SH, MH, MP menegaskan untuk pendistribusian bantuan sosial berupa beras akan dilakukan secara sistemik agar bantuan bisa diterima oleh KPM khususnya program bantuan PKH dan BST yang ada di Kabupaten Garut.

“Untuk pendistribusian, iyakan sistem sudah ada, pendamping PKH kan sudah ada, nanti mana-mananya daftarnya kan sudah ada, jadi kita tidak sporadis ada daftar, ada jadwal yang sudah disesuaikan,” katanya.

Rudy menyebutkan, jumlah dari penerima bantuan ada sekitar 239.821 KK, yang akan diselesaikan dalam kurun waktu kurang lebih 15 hari. Selain itu, Rudy mengimbau kepada RT/RW setempat untuk melakukan mobiling dalam rangka mengecek warga yang belum menerima bantuan agar bisa segera ditangani.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Garut, Ade hendarsyah mengatakan setiap KPM bantuan akan menerima paket 10 kilogram beras.

Baca Juga :   Warung Sate dan Gule Kambing '59 Paling Enak di Garut

“Kita ini mendapat kuota untuk penerima bantuan beras PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) 2021 di Garut itu ada 239.821 keluarga penerima manfaat, terdiri dari 153.914 untuk KPM PKH, dan 85.907 untuk KPM BST, masing-masing mendapatkan paket 10 kilogram beras, sehingga Bulog Garut harus menyiapkan 2398 ton beras,” kata Ade.

Dalam penyalurannya, terang Ade, pihaknya akan bekerja sama dengan 3 pilar yang ada di tingkat pemerintahan dari mulai kecamatan, desa, sampai dengan RT/RW.

“Kami juga menggerakkan semua rekan-rekan pendamping program bantuan sosial, baik itu pendamping PKH, maupun Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan atau TKSK,” ujarnya.

Pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Bulog demi kelancaran proses penyaluran bantuan. Ia berharap penyaluran bansos berupa beras ini akan secepatnya bisa tersalurkan kepada masyarakat penerima program bantuan.

“Untuk target penyaluran kita ingin secepatnya ini tersalurkan, kami terus berkoordinasi dengan Bulog, karena bulog yang diamanahi oleh Pemerintah Pusat, untuk bisa salur sampai ke titik salur di tingkat KPM, kemampuan kapasitas alat transportasi misalnya, kemudian perhitungan kita nih KPM ini juga kan harus kita atur pada saat pengambilan berasnya,” pungkasnya.

Reporter : Wena. H | Editor : Red_FR

Bagikan :
error: Protect !!!