Dirut Utama PT. Radio Sonya Manis Bireuen,Minta Pemerintah Pusat Perduli Terhadap Nasib Mereka DiDaerah

oleh -44 Dilihat

Bireuen, faktadanrealita.com,-

Direktur Utama PT. Radio Sonya Manis Bireuen, Sukirman Sulaiman, meminta Pemerintah Pusat melalui berbagai lembaga penyiaran, Radio di Indonesia,seperti Kominfo, KPI untuk perduli terhadap nasib radio lokal yang ada didaerah, dikarena sejumlah radio diaerah di propinsi Aceh khususnya sudah pada tutup,karena mereka tidak mampu lagi membiayai operasional, seperti gaji karyawan, listrik setiap bulan serta berbagai kebutuhan lainya,termasuk biaya perpanjagan izin radio. persoalan ini sudah terjadi sejak konflik dan sunami melanda Prov.Aceh beberapa tahun silam, seperti dikatakan Sukirman Sulaiman selaku Dirut PT.Radio Sonya Manis Bireuen, sabtu (21/11/)2020 kepada media fakta dan realita.

Tutupnya sejumlah radio didaerah sangat disayangkan oleh, Sukirman Sulaiman, sebab menurut dia “Radio merupakan bukti sejarah dalam memperebutkan kemerdekaan bangsa indonesia dimasa penjajahan dulu. Tampa adanya pemancar Radio waktu itu, kemungkinan besar hari ini Negara

Kesatuan Republik Indonesia , sudah tidak ada lagi saat ini ,senuanya terbukti dengan berdirinya monumen Radio Rimba Raya di Kabupaten Benermeriah i,jadi” kata Sukirman Sulaiman. Mengingat begitu besar pengorbanan dan perjuangan Radio kepada bangsa dan negara ini, sudah saat bagi Pemerintah melalui lembaga penyiaran Radio di tahun 2020 dan seterusnya untuk membuka mata selebar lebarnya memberikan perhatian khusus, kepada Radio yang ada didaerah. Diantaranya bentuk bantuan anggaran operasional, bantuan gedung, berbagai alat penguat pemancar berbagai kebutuhan lainya, serta meringankan biaya pajak dalam mengurus perpanjangan izin radio. Dengan begitu, media Radio didearah bisa terus mengudara memberikan berbagai informasi pada masyarakat luas.

Selain dari pada itu, Dirut PT. Radio Sonya Manis Bireuen Sukirnan Sulaiman, berharap kepada pihak Pemerintah pusat, melalui lembaga penyiaran Radio di Indonesia untuk bisa terus mengawal keberadaan radio lokal yang ada disetiap daerah, supaya setiap persoalan yang terjadi. Sekiranya bisa dibantu untuk mencari solusi, karena bagaimanapun Radio hari ini memiliki badan hukum yang kuat, organisasi radio, serta bentuk lembaga penyiaran lainya,tidak seperti yang sudah terjadi hari ini, Radio didaerah ibarat hidup sendiri tampa keluarga.

Mudah – Mudahan pada tahun 2020 sejak berita ini dinaikan sabtu (21/11)2020 oleh faktadanrealita.com, kondisi Radio di daerah khususnya Kabupaten Bireuen, secepatnya mendapat perhatian dari Pemerintah pusat, melalui Kominfo sehingga nasu nradio terhindar dari ancaman “gulung tikar” diduga nasib serupa juga dialami oleh radio lain di kab/ kota provinsi Aceh pada umumnya di indonesia. ( Hendra)

Reporter : Hendra | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.