SDN 4 Regol Kecamatan Garut Kota Dibobol Maling

Berita Utama765 Dilihat
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Garut, Fakta dan Realita-

KONDISI curah hujan yang cukup lebat sejak tadi malam hingga pagi, ternyata telah menyebabkan sepinya kawasan sekitar SDN 4 Regol kecamatan Garut Kota, kabupaten Garut, Jawa Barat. Celakanya, situasi ini dimanfaatkan betul oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab untuk melancarkan aksi jahatnya. Buktinya, pagi tadi SD tersebut diketahui telah dibobol maling.

Sejumlah barang milik sekolah seperti Speaker, Alat Semprot Disinfektan, Tripod, Kompor Gas, Gelas, Mangkok, dan yang lainnya, dikabarkan telah raib di gondol si raja tega.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media Fakta dan Realita di lokasi kejadian, aksi perampokan itu baru diketahui Kamis (12/11/2020) pagi sekitar pukul 06.00 WIB oleh seorang penjaga sekolah bernama Nandang Subarnas yang hendak membukakan pintu ruangan Guru dan Kantor Kepala Sekolah SDN 4 Regol.

“Sudah biasa, setiap hari kerja saya selalu membukakan pintu tiap ruangan. Karena rutin, awalnya sama sekali tak menaruh kecurigaan sedikitpun kalau sekolah ini kerampokan. Justru kecurigaan itu datang begitu saja. Jadi, entah kenapa pada saat membukakan pintu ruangan kantor Kepala Sekolah, tiba-tiba muncul kepenasaran untuk melihat kedalam ruangan, padahal biasanya kalau sudah kuncinya terbuka, saya langsung pergi menuju ruangan lainnya, ini tidak,” katanya.

Lanjut Nandang, ketika ia mencoba melihat kedalam ruangan, ia terkejut karena kondisi ruangan tersebut terlihat sudah berantakan, sepertinya telah ada orang yang sengaja masuk dan mengobrak-abriknya.

“Saya hanya memastikan kondisi ruangannya saja, tidak sekalipun menyentuh atau membereskan barang-barang yang sudah berantakan. Saya takut disalahkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Novi, salah satu Guru senior di SDN 4 Regol, mengatakan kejadian pembobolan sekolahnya ini, besar kemungkinan terjadi pada malam hari atau subuh menjelang pagi, karena pada Rabu, 11 November 2020 siang kemarin semua barang-barang yang ada di dalam ruangan, seluruhnya masih utuh dan tertata rapih.

Inline Related Posts  Limbah Industri Penyamakan Kulit Sukaregang Garut, Polemik Akut yang tak Berujung

“Sejak malam sampai subuh, lokasi di sekitar sekolah diguyur hujan yang sangat deras sehingga suasana pun menjadi sangat sepi, karena orang lebih memilih tinggal atau tidur di rumahnya masing-masing. Saya kira situasi ini menjadi kesempatan bagi sang maling untuk melakukan aksinya,” kata Novi.

Selain itu, kata Novi, akses ke lokasi SDN 4 Regol ini sangat terbuka. Dari depan pagarnya tidak terlalu tinggi bila dilompati oleh orang yang bermaksud jahat. Begitupun dari belakang celah masuk dari perkampungan warga cukup terbuka lebar.

“Jadi agar kejadian ini tidak terulang kembali, selain harus waspada, juga perlu adanya perbaikan pada akses masuk, baik di pagar depan sekolah maupun yang berada di belakangnya,” ujarnya.

Terakhir Novi menyebutkan, akibat peristiwa perampokan ini, pihak sekolah telah kehilangan berbagai aset penting yang dimilikinya, dengan total kerugian mencapai 3 jutaan rupiah. “Saya berharap kejadian seperti ini tidak akan terulang kembali, mari kita sama-sama tingkatkan kewaspadaan bersama disekitar lingkungan,” pungkasnya

Berdasarkan pantauan Media Fakta dan Realita di lokasi kejadian, diketahui sang maling masuk lewat jendela bagian samping depan kantor Kepala Sekolah, pasalnya jendela yang terlihat sudah rapuh itu dalam keadaan tak terkunci karena habis dicongkel si pencuri.

Kejadian ini telah menyadarkan kita, bahwa kewaspadaan harus terus di tingkatkan, apalagi pada situasi kesulitan ekonomi saat ini banyak sekali orang yang nekat demi memenuhi kebutuhan hidupnya.

Terkait kejadian yang menimpa SDN 4 Regol Garut Kota, diharapkan kepada para pengambil kebijakan agar bisa memperhatikan kondisi sekolah yang rawan dijadikan sasaran maling ini.

Pemkab Garut harus tanggap dengan segera melakukan pengecekan ke lokasi. Sekolah ini butuh penataan yang serius mulai pemagaran hingga bangunannya.

Inline Related Posts  Terkait Usulan UMP Jabar yang Tak Naik di 2021, Pjs Bupati Tasikmalaya "Kita Akan Sampaikan Aspirasi SBSI 1992"

Sementara itu, sampai dengan berita ini diturunkan, pihak sekolah belum sempat melaporkan kejadian ini ke pihak aparat Kepolisian. Sejauh ini, belum ada titik terang tentang motif apa dan pelakunya siapa, yang jelas semua barang-barang hilang merupakan barang-barang yang mudah dijual.

Reporter : Wena. H | Editor : Red_FR