Saat “Munggahan”, Pemerintahan Desa Haurpanggung Bagikan 3.950 Paket Sembako Kepada Warganya

oleh -62 Dilihat

Garut, faktadanrealita.com-

SEBAGAI salah satu langkah untuk mengatasi kesulitan ekonomi masyarakat yang diakibatkan oleh  adanya wabah virus corona (Covid-19), Pemerintahan desa Haurpanggung kecamatan Tarogong Kidul, kabupaten Garut, Jawa Barat, Kamis (23/04/2020) membagikan 3.950 paket sembako yang berisi beras seberat 3,5 kg beserta 1/2 kg telur kepada 3.950 Keluarga Keluarga (KK) yang ada pada 85 RT di 21 RW.

Hadir pada acara pembagian sembako yang bertempat di halaman kantor desa Haurpanggung tersebut, Kepala desa Haurpanggung H. Rohmat Roswandi, Forkopimdes Haurpanggung, BPD, LPM, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama/ MUI, Tokoh Pemuda, Para ketua RW dan RT serta seluruh Perangkat Desa beserta warga masyarakat sekitar.

Kepala Desa Haurpanggung, H. Rohmat Roswandi mengatakan, pada hari ini kita telah menyalurkan bantuan 3.950 paket sembako, yang masing-masing berisi 3,5 Kg beserta 1/2 kg beras kepada seluruh masyarakat yang ada di wilayah administratif pemerintahan desa Haurpanggung Garut.

Lanjut Rohmat, pembagian sembako ini merupakan salah satu wujud perhatian dari pihak pemerintahan desa Haurpanggung dalam menyikapi kesulitan ekonomi warga akibat dampak Covid-19.

Dikatakan Rohmat, khusus untuk pengadaan Sembako yang diluar PKH dan Program Sembako ini dananya berasal dari dana gotong royong ADD yang Rp10 juta per RW.

“Semua warga Haurpanggung kita berikan bantuan sembako, diluar yang dapat PKH dan Proram Sembako,” ujar Rohmat.

Diungkapkan Rohmat, meski hanya berupa beras 3,5 kg dan telur 1/2 Kg yang bisa kita berikan, namun setidaknya hal ini merupakan salah satu bentuk upaya untuk bisa sedikit meringankan beban ekonomi masyarakat desa Haurpanggung, apalagi saat ini tengah suasana ‘munggahan’ bulan Ramadhan, mereka sangat membutuhkannya.

Disinggung soal upaya penanganan covid-19 di desa Haurpanggung, Rohmat menerangkan bahwa pemerintah desa Haurpanggung sejauh ini telah beberapa kali melakukan penyemprotan disinfektan, yang mana kita fokuskan ke rumah-rumah warga, fasilitas umum, masjid-masjid, jalanan dan gang-gang.

“Begitu pula dengan sosialisasi tentang pencegahan penyebaran wabah virus covid-19, seperti; tetap tinggal dirumah, jaga jarak sosial (Social distancing dan Pysichal distancing), tidak berkerumun, penggunaan masker, mencuci tangan pakai sabun serta pemakaian handsanitizer, semua terus kita sampaikan,” ucapnya.

Terkait adanya pelarangan mudik oleh pemerintah pusat bagi warga pendatang yang ada di wilayah yang menerapkan PSBB disaat pandemi covid-19, Rohmat mengatakan, ia sangat setuju hal itu karena jika mereka memaksa untuk pulang, mereka akan di-ODPkan oleh pemkab Garut.

“Kalau sudah ODP, mau tidak mau harus menjalani karantina selama 14 hari kedepan, lebih baik tinggal dulu di sana jangan dulu pulang agar tidak menyebabkan hal-hal yang tidak diinginkan, sayangi diri, sayangi keluarga dan sayangi saudara kalian,” tegasnya.

Imat berharap, berterima kasih, khususnya kepada Bapak Bupati Garut yang selama covid-19 ini berlangsung memberikan kewenangan kepada kepala desa untuk mengalihkan dana gotong royong Rp.10 juta per RW untuk dipakai pengadaan paket sembako, selain itu ucapan terima kasih disampaikan kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan pembagian sembako ini dari mulai perencanaan sampai dengan selesai waktunya, semoga segala kebaikannya dibalas Alloh SWT dengan pahala yang berlipat-lipat.

Reporter : Wena | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.