Ratusan Personel Polri dan TNI Amankan Libur Panjang Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Garut

oleh -10 Dilihat

Garut, Fakta dan Realita-

RATUSAN Personel keamanan dari Polri dan TNI dilibatkan pada Pengamanan libur panjang peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kabupaten Garut.

Para petugas keamanan ini, selain bertugas untuk mengamankan jalur, juga bertugas mengingaatkan warga terkait penerapan protokol kesehatan. Hal ini sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19 yang kian digalakan pemerintah seiring kian merebaknya penyebaraan Covid-19 di Kabupaten Garut.

Kasatlantas Polres Garut, AKP Asep Nugraha, menyebutkan untuk pengamanan libur panjang yang akan berlangsung dari Rabu 28 Oktober 2020 hingga Minggu 1 November 2020, pihak Polri menurunkan 150 personel. Jumlah tersebut belum termasuk dari satuan lain termasuk personel dari Polsek.

“Untuk pengamanan libur panjang ini, dari Satlantas saja kita turunkan 150 personil. Belum lagi anggota dari satuan yang lain, polsek, serta ada pula bantuan dari TNI,” kata Asep Nugraha, Kamis, 29 Oktober 2020.

Menurutnya, banyaknya personil yang diturunkan ke jalan bertujuan untuk mengantisipasi peningkatan arus lalu lintas selama masa liburan panjang. Sebagai daerah tujuan wisata, selama ini Kabupaten Garut selalu didatangi para pengunjung yang ingin berwisata sehingga dipastikan akan terjadi peningkatan arus lalulintas.

Asep menyampaikan, pihaknya juga telah menyiapkan tiga pos pengamanan untuk pelaksanaan pengamanan libur panjang ini. Pos pengamanan tersebut berada di wilayah Kecamatan Limbangan, Kadungora, dan Tarogong.

“Namun ada tugas tambahan bagi petugas yang diturunkan untuk pengamanan libur panjang kali ini. Selain mengamankan dan pengaturan arus lalu lintas, anggota juga memiliki tugas lain yakni mengingatkan pengendara yang tidak menerapkan protokol kesehatan kaitan dengan pencegahan penyebaran Covid-19,” katanya.

Terpisah, Dandim 0611 Garut, Letkol Czi Deni Iskandar mengungkapkan untuk membantu pengamanan libur panjang pihaknya menurunkan 305 anggota. Mereka disiagakan di sejumlah tempat akan tetapi yang paling banyak ditugaskan di tempat-tempat wisata yang ada di suatu wilayah

Kabupaten Garut. Untuk anggota yang ditempatkan di tempat-tempat wisata, tuturnya, mereka punya tugas untuk mengingatkan para pengunjung atau wisatawan untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Petugas juga dibekali berbagai peralatan seperti toa, masker, hand sanitizer, dan thermogun.

“Kehadiran anggota kita di tempat wisata diharapkan dapat membantu meningkatkan kesadaran warga untuk selalu menerapkan protokol kesehatan. Mereka akan mengingatkan setiap pengunjung yang tidak melaksanakan protokol kesehatan dan mereka dibekali berbagai peralatan termasuk masker, hand sanitizer, dan thermogun,” ucap Deni.

Menurut Deni, selain di tempat wisata, anggotanya juga bersiaga di sejumlah

tempat yang dikunjungi warga, seperti pusat, pasar, pertokoan, dan lainnya. Di tempat ini, anggota juga akan selalu mengingatkan warga akan menerapkan protokol kesehatan.

Upaya peningkatan penyadaran warga negara dengan protokol penyebaranb Deni sangat penting untuk terus dilakukan guna pencegahan Covid-19 yang lebih luas lagi. Apalagi saat ini angka kasus Covid-19 di Garut terus mengalami peningkatan.

“Bukan hanya mengingatkan, petugas juga akan memberikan masker ketika ada warga yang tidak membawa masker. Kami juga sudah berpesan agar petugas melaksanakan tugasnya dengan santun, terkecuali jika ada pengunjung yang ngeyel, maka petugas harus bertindak tegas” katanya.

Tugas seperti ini diakuinya selama ini sudah sering dilaksankan dan bukan hanya pada momen libur panjang seperti saat ini saja. Hanya saja pada libur panjang ini, kegiatannya lebih ditingkatkan karena klaster wisata saat ini tengah betul-betul diperhatikan oleh pemerintah.

Reporter : Wena. H | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.