Peternak Ayam di Pangandaran Ramai-ramai Jual Murah Ayamnya, Bahkan sampai Digratiskan

Berita Utama175 Dilihat
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Pangandaran, faktadanrealita.com-

Para peternak ayam broiler di kabupaten Pangandaran banyak yang merugi terdampak situasi penyebaran wabah virus corona saat ini.

Salah satunya para kelompok ternak ayam pejantan dan broiler di Kecamatan Cigugur dengan kondisi sekarang ini rela mengobralkan ribuan ayamnya dengan harga Rp 10.000,-/Kilogram sedangkan untuk ayam pejantan digratiskan, padahal tak kurang dari satu bulan lagi ayam-ayam tersebut sudah siap jual.

Koordinator Kelompok Peternak Ayam Pejantan Kecamatan Cigugur Kabupaten Pangandaran, Yusep Rahmanudin, mengatakan di tengah pandemi COVID-19 saat ini para peternak ayam mengalami dampaknya karena mereka terkendala dengan pakan yang tidak dikirim oleh pihak perusahaan.

“Perusahaan tidak bisa mengirim pakan karena dari pabriknya tidak ada,” ungkapnya kepada wartawan, minggu (05/04/2020).

Menurut dia untuk di Kecamatan Cigugur sendiri hampir ribuan ekor ayam pejantan digratiskan dan ada juga yang menjual dengan harga Rp 2000,-/ekornya dengan usia ayam 40 hari.

“Kalau punya saya ayamnya digratiskan diberikan kepada warga yang membutuhkan,” tuturnya.

Sebelumnya pihak kelompok peternak ayam ini sudah berkordinasi dengan Dinas Perdagangan dan Koperasi UMKM Kabupaten Pangandaran terkait tidak adanya pakan yang dikirim dari perusahaan peternak ayam karena terdampak adanya virus corona (COVID-19) yang sedang mewabah saat ini.

“Rencana besok Senin, 5 April 2020 diundang Bupati untuk menyampaikan keluhan ini,” ucapnya.

Sementara itu salah satu pelaku UMKM kuliner di Pangandaran, Sarimun mengatakan dampak COVID-19 daya beli masyarakat dirasa menurun drastis, adanya ancaman wabah COVID-19 setiap hari, ia jadinya hanya membutuhkan daging ayam 6 kilogram saja per hari.

“Setelah ada ancaman wabah COVID-19 daging ayam sebanyak 6 kilogram cukup untuk kebutuhan produksi kuliner selama tiga hari,” ungkapnya.

Inline Related Posts  Pembinaan LPM dan RT/RW Se-Kelurahan Nagarasari, Lurah Ferry : "Maju Mundurnya Lingkungan Tergantung Kepada Masyarakatnya Sendiri"

Karena kebutuhan pasar berkurang, maka peternak ayam broiler di Pangandaran memilih menjual cepat daripada menanggung kerugian besar.

Praktek jual cepat ayam broiler oleh peternak ke konsumen tersebut berdampak pula pada harga dipasaran.

“Peternak tidak mau rugi memberi pakan harian ke ayam selama masih ada di kandang, lebih baik dijual cepat saja dan menghindari kematian,” katanya.

Sementara itu Warga Desa Cigugur Kecamatan Cigugur Anisa (27), dirinya penasaran dengan kabar yang beredar di media sosial banyak ayam broiler yang dijual murah bahkan ada yang memberikan cuma-cuma kepada warga.

Setelah datang ke peternak ternyata benar ayam broiler dijual dengan harga Rp 10.000,- /Kilogram, bahkan ayam pejantan digratiskan.

“Harga ayam broiler Rp 10.000,-/Kilogram dan ayam pejantan gratis kalau mau silahkan,” tambahnya.

Reporter : WH | Editor : Red_FR