Ketua DKKG Kunjungi Padepokan Pencak Silat Kelas Dunia Andalan Garut

oleh -19 Dilihat

Garut, Fakta dan Realita-

PADEPOKAN pencak silat Putra Siliwangi namanya sudah tidak asing lagi di telinga  para pecinta olahraga beladiri keras dan menantang ini. Ketenaran Padepokan yang berada di kampung Panawuan, RT 01 RW 07, kelurahan Sukajaya, kecamatan Tarogong Kidul, Garut, Jawa Barat ini memang beralasan seiring dengan keberhasilan para pesilatnya dalam menjuarai berbagai event penting pencak silat di tingkat nasional maupun internasional.

Ketua Padepokan Putra Siliwangi Taufiq Mahmud disela-sela kesibukannya saat ditemui oleh Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Garut (DKKG) Irwan Hendrasyah SE, Jumat (21/08/2020) mengatakan, sejauh ini paguronnya telah banyak melahirkan pesilat-pesilat tingkat dunia, Jumat (21/08).

“Alhamdulillah dalam kiprahnya Paguron Putra Siliwangi telah banyak mencetak pesilat-pesilat berprestasi baik di tingkat regional, nasional maupun internasional,” ujar Ketua Padepokan ini.

Taufik menuturkan, sejak ayahnya mewariskan padepokan Putra Siliwangi  kepadanya, Paguron ini terus berkembang dengan pesat merambah ke berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Garut, seperti Kecamatan Garut Kota, Cikajang, Pamulihan, Pameungpeuk, Cisompet, Cikelet, Pakenjeng, Bayongbong, Sukaresmi, Wanaraja, Leles, Banyuresmi dan kecamatan-kecamatan lainnya.

“Jumlah murid yang ada di seluruh anak Paguron lebih dari 1000 orang terdiri dari berbagai tingkatan usia. Dalam hal prestasi, kami telah melahirkan juara beregu untuk putra dan putri di tingkat Asia, dan juga beregu putra dan putri di tingkat dunia pada gelaran Asian Games Palembang 2018 lalu,” ungkapnya.

Dengan jumlah pelatih 15 orang, Paguron ini menerapkan sistem latihan yang disiplin, dan mengedepankan silaturahmi, dengan durasi latihan reguler dua kali dalam seminggu dan untuk latihan khusus sebanyak lima kali dalam seminggu.

“Paguron Putra Siliwangi ini bisa dibaratkan kawah candra dimukanya bagi penggemblengan atlit-atlit pencak silat, dan hasilnya sudah terlihat banyak berbicara di kancah dunia. Keberhasilan ini pun tentunya tak terlepas dari peran pemerintah kabupaten Garut yang selalu mensupport kami,” tambahnya.

Pada masa pandemi Covid-19 ini Paguron Putra Siliwangi sempat meliburkan jadwal latihan selama beberapa bulan. Namun karena adanya desakan para orangtua yang menginginkan anaknya mengisi waktu dengan hal positif maka jadwal latihan pun kami buka kembali.

“Banyak orangtua dari anaknya yang belajar disini mendesak kami untuk membuka kembali kelas latihan agar anak-anaknya mendapatkan hal yang positif selama tidak masuk sekolah, jadi terpaksa kami buka kembali,” imbuhnya.

Taufiq berharap agar para pesilatnya bersungguh-sungguh mengikuti latihan agar dapat meraih prestasi yang dapat membanggakan dan mengangkat harkat martabat kabupaten Garut dan Indonesia.

Harapan yang sama dilontarkan Ketua DKKG Irwan Hendrasyah SE atau yang akrab disapa Kang Jiwan yang mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Paguron Putra Siliwangi yang secara konsisten melestarikan pencak silat sebagai warisan budaya tanah air khususnya Kabupaten Garut.

“DKKG sangat mengapresiasi Paguron Putra Siliwangi karena telah berhasil mewujudkan amanat dari Undang-undang nomor 5 tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan, dimana pencak silat yang merupakan bagian dari olahraga tradisional dan sudah berbicara banyak di kancah dunia, ini yang patut dibanggakan kita sebagai anak bangsa,” ungkap kang Jiwan.

Kang Jiwan juga mengatakan dalam event Kaul Jawara Nusantara yang akan diselenggarakan pada bula Oktober mendatang dirinya berharap Paguron Putra Siliwangi dapat berkiprah dan berkontribusi sebagai salah satu pelestari budaya di Kabupaten Garut ini.

Reporter : Wa’Oded | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.