Kementerian PUPR RI Salurkan Bantuan 200 Paket Sembako untuk Pemangkas Rambut Garut Terdampak Covid-19

Berita Utama271 Dilihat
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Garut, faktadanrealita.com-

KEMENTERIAN Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR RI) kembali menyalurkan Bantuan Sosial (Bansos) berupa 200 kantung sembako yang kali ini diberikan kepada para pemangkas rambut yang tergabung dalam Persaudaraan Pemangkas Rambut Garut (PPRG).

Penyaluran Bansos merupakan wujud kepedulian, solidaritas dan gotong-royong Keluarga Besar Kementerian PUPR RI, bersama Dharma Wanita, KORPRI Kementerian PUPR RI, dan OASE Kabinet Indonesia Maju guna mengurangi beban masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), termasuk bagi kelompok masyarakat dan para pekerja yang kehilangan mata pencahariannya karena terdampak Pandemi COVID-19.

Kegiatan penyaluran Bansos secara simbolis dilakukan oleh Staf Ahli Menteri PUPR RI Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat Sudirman kepada Ketua PPRG Irawan Hidayah di Gedung Kementerian PUPR, Jakarta, Sabtu (9/5/2020). Turut mendampingi saat penyerahan bantuan,  Sekretaris Dewan Korpri Retno Triyanti Handayani dan Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR RI Endra S. Atmawidjaja.

Staf Ahli Menteri PUPR RI Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat Sudirman mengatakan, penyerahan paket bantuan ini merupakan lanjutan dari penyaluran  56.125 paket sembako yang diawali oleh Menteri PUPR RI Basuki Hadimuljono pada Kamis (30/4/2020) lalu, diikuti secara serentak oleh balai /kantor di lingkungan Kementerian PUPR yang tersebar di 34 Provinsi  dengan tetap memperhatikan pada Protokol COVID-19.

Bantuan ini merupakan donasi pribadi yang dikumpulkan secara sukarela sejak 24 – 29 April 2020, sehingga bukan bersumber dari dana APBN. Setiap kantong bantuan sembako berisikan beras 5 Kg, minyak goreng 2 liter, kecap 1 liter, mie instan 20 bungkus, dan masakan dalam kemasan/kornet 1 jenis dengan total senilai Rp 150.000 – 200.000 per kantung.

Inline Related Posts  Bupati Garut kembali Melantik 32 Pejabat Struktural Essellon III dan IV

“Sebagai bentuk gotong royong, keluarga besar Kementerian PUPR terus bergerak menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak COVID-19 hingga Pandemi ini berakhir. Diharapkan melalui bantuan sosial non-APBN ini dapat bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya pada hari ini bagi pemangkas rambut PPRG,” ujar Sudirman.

Ketua PPRG Irawan Hidayah mewakili seluruh pemangkas rambut Garut mengucapkan terima kasih kepada Menteri PUPR RI Basuki Hadimuljono dan keluarga besar Kementerian PUPR RI atas perhatian dan kepedulian yang diberikan. Menurutnya bantuan ini sangat berarti karena sudah beberapa bulan para pemangkas rambut tidak bisa bekerja, karena pertimbangan protokol kesehatan yang harus ditaati.

“Kami mewakili teman-teman di PPRG akan segera menyalurkan bantuan ini dan berusaha semaksimal mungkin untuk tepat sasaran bagi yang membutuhkan. Mudah-mudahan Allah SWT membalas amal ibadah dan kebaikan semuanya,” ujar Irawan.

Diharapkan selain memberi manfaat sosial bagi masyarakat terdampak COVID-19, kegiatan penyaluran Bansos juga turut berkontribusi pada mitigasi dampak ekonomi terhadap Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Indonesia, misal dalam pembuatan tas (goody bag), pembelian bahan sembako, masker dan lainnya.

Sudirman menambahkan, selain memberikan bantuan sosial yang berasal dari donasi pribadi, Kementerian PUPR RI juga telah mengalokasikan dana APBN untuk membantu masyarakat terdampak COVID-19 melalui program Padat Karya Tunai (PKT). “Ini merupakan dua sisi upaya yang dilakukan Kementerian PUPR RI untuk meringankan beban masyarakat selama pandemi,” ujarnya.

Kementerian PUPR RI pada tahun 2020 mengalokasikan program Padat Karya Tunai (PKT), dengan total anggaran  Rp 11,21 Triliun. Hal ini sesuai dengan instruksi Presiden Jokowi kepada seluruh Kementerian/Lembaga untuk memperbanyak Program PKT yang merupakan wujud jaring pengaman sosial, selain Bantuan Sosial Tunai.

Inline Related Posts  BLK Garut Terus Berupaya Menciptakan SDM Siap kerja

Program PKT yang dilakukan Kementerian PUPR tahun 2020 meliputi 15 kegiatan yang dapat menyerap tenaga kerja sebanyak 595.142 orang melalui pembangunan infrastruktur yang melibatkan masyarakat/warga yang terdampak kebijakan COVID-19 sebagai pelaku utama, khususnya pada infrastruktur berskala kecil dan sederhana yang tidak membutuhkan teknologi/alat berat.

Reporter : Wena. H | Editor : Red_FR