Dispusip Garut Prioritaskan Program Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial di Tahun 2021 dan 2022

oleh -7 Dilihat

“Program Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat Garut”

Garut, Fakta dan Realita,-

DINAS Perpustakaan dan Arsip (Dispusip) kabupaten Garut, Jawa Barat di masa pandemi Covid-19 ini terus berupaya memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

Keberadaan protokol kesehatan 5M yang serta merta telah membatasi segala aktifitas masyarakat, tampaknya tak menghalangi gerak langkah Dispusip Garut dalam mendorong minat baca warganya dengan memprioritas program terbaru bertajuk “Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial” yang akan difokuskan di tahun 2021 dan 2022 yang akan datang.

Kepala Dispusip Garut, Hj. Lisnawati mengatakan, menumbuhkan minat baca di kalangan masyarakat pada masa pandemi Covid-19 ini memang tidaklah mudah. Meskipun demikian, Dispusip Garut sejauh ini terus berupaya untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat.

“Selain membuka kembali layanan perpustakaan daerah, yang untuk sementara pengunjungnya dibatasi hingga 50 orang per harinya, pihaknya pun telah mengaktifkan lagi Mobil Unit Perpustakaan Keliling (MUPK), Kolecer dan Perpustakaan lainnya. Dan satu lagi,  Dispusip Garut sejak 2019 yang lalu juga telah meluncurkan sebuah inovasi baru yang diberi nama I-Bagendit,” kata Lisnawati kepada Redaksi Media Fakta dan Realita saat ditemui di kantornya, Rabu, (24/02/2021).

Lisnawati menuturkan, untuk program aplikasi I-Bagendit atau Bacaan Generasi Digital, aplikasi ini berupa buku online yang khusus diluncurkan oleh Dispusip kabupaten Garut. Aplikasi tersebut dibuat untuk membantu kegiatan literasi masyarakat di masa pandemi Covid-19.

“Masyarakat yang ingin membaca buku secara online, tinggal mendownload aplikasi I-Bagendit ini di Playstore. Jika sudah terdownload, caranya mudah, tinggal masukkan saja akun email aktif dan kata sandi sesuai panduan awal aplikasinya. Nah, kalau sudah masuk ke aplikasinya, maka kita akan temukan 3000 buku elektronik dalam berbagai judul yang bisa langsung kita baca,” ujar Lisnawati.

Lebih lanjut Lisnawati menyampaikan, bahwa pasca meluncurkan aplikasi I-Bagendit di 2019 lalu, Dispusip Garut pada tahun 2021 dan 2022 yang akan datang juga memiliki Program unggulan terbaru yang akan menjadi prioritas utama yakni Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial.

“Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial merupakan paradigma baru, yang mana perpustakaan tidak hanya sebatas sebagai tempat membaca saja, akan tetapi menjadikannya sebagai pusat pembelajaran masyarakat dan sebagai tempat kegiatan masyarakat berbasis teknologi informasi yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” terangnya.

Perpustakaan berbasis Inklusi sosial juga merupakan perpustakaan yang memfasilitasi masyarakat dalam mengembangkan potensinya dengan melihat keragaman budaya, kemauan untuk menerima perubahan, serta menawarkan kesempatan berusaha, melindungi dan memperjuangkan budaya dan hak azazi manusia.

“Jika perpustakaan bisa berfungsi seperti itu, maka kami optimis kualitas hidup masyarakat Garut akan lebih meningkat. Syaratnya, nanti tergantung bagaimana pemerintah menyikapi dan memfasilitasi kreatifitas warganya,” ujarnya.

Lisnawati menambahkan, sekarang ini, selain melakukan pembinaan kearsipan ke SKPD dan Kecamatan, Dispusip Garut pun sedang melaksanakan pembinaan perpustakaan ke desa-desa dan kelurahan guna mewujudkan Perpustakan Berbasis Inklusi Sosial ini.

“Mudah-mudahan sosialisasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial
yang menjadi pokok bahasan utama pembinaan perpustakaan ke desa-desa dan kelurahan tersebut bisa berjalan dengan lancar. Kami menaruh harapan besar, jika program perpustakaan ini berhasil, kedepannya kabupaten Garut yang kita cintai bersama ini akan lebih maju dan sejahtera,” pungkasnya.

Reporter : Wena. H | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.