Dengan “Ngaliwet”, Desa Tanjungsari Karangpawitan Raih Juara 1 Lomba Kampung KB Berkembang 2020

oleh -3 Dilihat

Garut, Fakta dan Realita-

DESA Tanjungsari kecamatan Karangpawitan berhasil meraih Juara Pertama Nominasi Kampung Keluarga Berencana (KB) Berkembang tingkat Kabupaten Garut Tahun 2020.

Kepastian sebagai Juara diperoleh setelah dilakukannya penyerahan Piagam Juara Pertama Nominasi Kampung KB oleh Bupati Garut H. Rudy Gunawan kepada perwakilan desa Tanjungsari pada acara apel pagi di lapangan Setda Garut, Senin (29/06/20) pagi.

Dengan keberhasilan meraih Piagam Juara Pertama, tentunya hal ini semakin memperkokoh dominasi dan kedudukan desa Tanjungsari sebagai juara bertahan lomba Kampung KB karena sebelumnya pada tahun 2019, desa Tanjungsari juga berhasil meraih juara pertama nominasi Kampung KB berkembang ini.

“Alhamdulillah berkat kerja sama yang solid antara Kepala Desa Tanjungsari, BPD, Perangkat Desa, LPM, Tim Penggerak PKK, Para Kader Posyandu, dan Sub KB dibawah binaan Pil KB Desa Ibu Hj Tuti yang terus memberi semangat dan motivasi kepada kami untuk terus berkarya dan mengabdi, serta atas doa semua pihak, Alhamdulillah desa Tanjungsari dipercaya untuk mempertahankan gelar juaranya selama dua tahun berturut-turut,” kata Ketua BPD Desa Tanjungsari sekaligus ketua Kampung KB Tanjungsari, Mahmud Daryana kepada Fakta dan Realita di Kantor Desa Tanjungsari, Senin.

Menurut Mahmud, dalam perlombaan Kampung KB ada beberapa hal yang menjadi titik berat dalam penilaian.

“Dari Tim penilai Kabupaten lebih cenderung menilai dari kelembagaan pokja Kampung KB aktif tidaknya atau berjalan tidaknya, serta yang menyangkut dengan administrasi pokja yang terdapat delapan fungsi didalamnya, yaitu : Fungsi Keagamaan, Fungsi Cinta Kasih, Fungsi Kesehatan, Fungsi Pendidikan, Fungsi Perekonomian, Fungsi Lingkungan dan Reproduksi Serta yang terakhir Fungsi Sosial Budaya,” tuturnya.

Sementara itu Kepala Desa Tanjungsari, Uton Sopian mengaku bangga dengan pencapaian ini. Ia mengatakan bahwa keberhasilan ini didapat berkat kerjasama berbagai pihak bersama seluruh komponen masyarakat dalam menjalankan program “Ngaliwet”.

“Jadi untuk mendukung kemajuan warga diberbagai bidang, termasuk kemajuan Kampung KB, kita mengadakan diskusi dengan warga desa. Dari hasil diskusi tersebut kita sepakati harus ada inovasi baru, lalu munculah ide tentang inovasi baru yang kita beri nama “Ngaliwet”,” ucapnya.

Uton menjelaskan bahwa dengan “Ngaliwet” kita bisa memfasilitasi apa yang warga perlukan.

“Ngaliwet ini kepanjangan dari Ngarojong Lintas Warga Eksis Terpadu, ini artinya kegiatan apapun yang bersifat positif khususnya menyangkut kemajuan desa, pasti akan kita dukung,” jelasnya.

Dikatakan Uton, sebagai Kepala Desa sudah selayaknya untuk mendengar dan  mewujudkan keinginan warganya, termasuk dalam hal Kampung KB ini.

“Makanya untuk kegiatan kampung KB ini, kita curahkan semua tenaga, pikiran dan juga materinya melalui program “Ngaliwet, alhasil kita kembali menjadi juaranya,” ungkapnya.

Uton berharap dengan menjadi juara bertahan Kampung KB berkembang, semoga ini menjadi energi positif bagi warga untuk terus berkarya.

“Kampung KB itu bukan hanya mengajak warga mempunyai dua anak saja, tetapi juga mengajak warga agar bisa hidup sejahtera. Makanya kita dorong semua hal yang menyangkut perekonomian,  pendidikan dan yang lainnya melalui program-program penunjang yang akan kita siapkan. Dengan keberhasilan menjadi juara bertahan bukan berarti tugas kita berhenti sampai disini, tetapi tetaplah mencari inovasi baru dan pemikiran positif untuk kemajuan bersama,” pungkasnya.

Reporter : Wita | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.