Bupati Garut Hadiri Pemberian Remisi Umum bagi 469 Narapidana Penghuni Lapas

oleh -14 Dilihat

Garut, Fakta dan Realita-

BUPATI Garut usai memimpin Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-75 di Lapang Otista Alun-alun Garut, langsung menghadiri upacara Pemberian Remisi Narapidana Penghuni Lapas Kelas IIB Garut dalam Rangka HUT ke- 75 RI  Tahun 2020, di Lapas Klas IIB Garut, Jalan Haji Hasan Arif, Banyuresmi Garut, Senin (17/08/2020).

Kepala Lapas Klas IIB Garut, RM Kristiyo Nugroho mengatakan, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : PAS-922.PK.01.01.02 tahun 2020 tanggal 17 Agustus 2020, tentang Remisi Umum (RU) tahun 2020, narapidana yang dapat remisi umum (RU-I) berjumlah 469 orang, Sedangkan untuk narapidana yang mendapatkan pengurangan seluruhnya (RU-II) tidak ada.

Narapidana yang tidak mendapatkan remisi itu sebanyak 144 orang, terdiri dari napi seumur hidup (2 orang), napi teroris (2 orang), kurang dari masa pidana (57 orang), JC ditolak (3 orang), register bills (13 orang), dan proses remisi susulan serta perbaikan remisi sebanyak 67 orang.

Sementara untuk narapidana Rutan Garut yang mendapatkan remisi sebanyak 71 orang, tendiri dari narapidana yang dapat pengurangan hukuman sebagai (RU-I) berjumlah 70 orang dan narapidana yang mendapatkan pengurangan seluruhnya berjumlah 1 orang.

Kristiyo Nugroho menyebutkan pula, kapasitas hunian Lapas Garut sebanyak 529 orang, dan saat ini jumlah penghuni sebanyak 613 orang WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) yang terdiri dari WNI 609 orang dan WNA 4 orang (1 orang Inggris, 1 orang Mali dan 2 orang Cina), dengan klasifikasi tindak pidana narapidana khusus pidana khusus narkoba (358 orang), Tipikor (2 orang), napiter (2 orang), trafficking (1 orang). Sedangkan narapidana tindak pidana umum sebanyak 250 orang.

Bupati Garut, H. Rudy Gunawan dalam sambutannya antara lain mengatakan, selaku kepala daerah memberikan dorongan terhadap pembinaan warga binaan lapas agar berhasil dan kembali lagi nantinya kepada masyarakat. Tentu tidak ada seorang pun yang ingin hidupnya terhempas karena hukum dan kita saling mengingatkan.

“Untuk hal itu daerah dalam memberikan dorongan dengan memberikan bantuan penuh terhadap pelaksanaan pesantren yang diinisiasi oleh Kepala Lapas dan Ketua MUI Kabupaten Garut, biayanya dilakukan oleh pemerintah Kabupaten, ini sebagai upaya bagaimana efektivitas dalam pembinaan dapat berjalan dengan baik antara program dari lapas dan tentunya dalam program dari MUI yang berhubungan dengan habluminallah,” ucapnya.

Bupati Rudy selain mengucapkan selamat kepada yang mendapatkan remisi, juga mengingatkan agar waspada terhadap masalah yang berhubungan dengan narkotika di Kabupaten Garut yang kini mencapai 358 narapidana khusus, meski tidak seluruhnya warga Garut.

Reporter : Wena. H | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.