Bank Mandiri Garut Bersama Dinsos dan TKSK Lakukan Klarifikasi Hilangnya Saldo KPM BPNT

Berita Utama467 Dilihat
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Garut, Fakta dan Realita-

TERKAIT kisruh dugaan adanya saldo kosong yang ramai diberitakan media online, bahkan telah menjadi isue nasional. Pihak Bank Mandiri bersama Dinas Sosial, TKSK serta Agen Bank Mandiri melakukan kalarifikasi terhadap seorang KPM bernama Otin, warga Kampung Lamping, Desa Sindangsari, Kecamatan Leuwigoong Kabupaten Garut guna menyelesaikan persoalan yang saat ini menjadi perbincangan. Pelaksanaan klarifikasi tersebut berlangsung di kediaman KPM, Otin, pada Senin (10/5/2021).

Selain menyelesaikan persoalan, pihak Bank Mandiri yang di wakili oleh Tenaga Harian Lepas (THL) Rizal Taufik memperlihatkan bukti pencaiaran SP2D atau Data Bayar, yang mana berdasarkan data yang ada pada sistem, dana bantuan pangan non tunai atas nama KPM Otin, tidak ada yang mencuri, melainkan dana untuk bulan Maret dan April belum ada transfer dari pihak Kementrian Sosial (Kemensos).

“Kami datang kerumah KPM, guna menjelaskan bukti pencairan, SP2D atau Data Bayar. Agar tidak menjadi permasalahan seperti apa yang telah terjadi,” ujar Rizal Taufik.

Menurut Rizal, pihaknya membenarkan ada salah satu KPM yang datang pada kantor Bank Mandiri, guna menanyakan pencaiaran BPNT yang dianggap saldo 0. Pihak petugas Bank yang melayani adalah bagian administrasi dan menyampaikan kalau dana sudah cair. ” KPM memang datang ke Bank, terjadinya adanya informasi saldo 0 (nol) ada yang mencuri sebenarnya ada miss komunikasi antara pihak Bank Mandiri dan KPM,” cetusnya.

Dalam data yang ada pada sistem, dana bansos (BPNT) milik KPM Otin, yang telah dicairkan adalah untuk periode bulan Januari dan Februari. Sedangkan untuk bulan Maret dan April masih belum masuk ke rekening KPM.

Inline Related Posts  Know more From Human relationships Experts

Rizal juga menyebutkan, pada pertemuan tersebut KPM Otin, menyatakan, setelah konsultasi dengan Bank Mandiri saldo yang dua bulan Maret dan April tidak dicuri tetapi memang belum masuk saldonya karena ada perbaikan data.

Otin juga menurut Rizal, terkait adanya kartu KPM yang dipegang pihak agen Rina selaku agen sembako mandiri adalah dititip untuk di cek saldonya bukan untuk di kuasai oleh pihak agen.

“Semua ucapan yang telah disampaikan di beberapa media, itu semuanya tidak benar. Soalnya saat itu dalam kondisi panik, sedih setelah mendengar saldonya sudah mencairkan,” ucapnya.

Rizal menambahkan, KPM Otin juga dalam melakukan transaksi penggesekan, bukan saja dilakukan disatu agen melainkan di dua agen, yakni di agen Rina dan agen Endang. “Jadi KPM melakukan transaksi bukan disatu agen saja,” ujarnya.

Dengan adanya proses klarifikasi ini, Rizal dan semua yang hadir menganggap persoalan yang terjadi telah diselesaikan secara bersama-sama, guna mewujudkan iklim yang kondusif,” pungkasnya.

Reporter : Wa’Oded | Editor : Red_FR

()