14 Juni 2021

Fakta & Realita

Berita Harian Terkini, Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terpercaya Terlengkap Seputar Priangan

Anggota Komisi V DPRD Jabar, Desak Gubernur Agar RSU Pameungpeuk Menjadi Salah-satu RS Rujukan Covid-19

Garut, faktadanrealita.com-

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Jawa Barat, asal Partai Amanat Nasional (PAN), Ade Kaca, terus melakukan monitoring kasus vurus corona atau covid-19 di beberapa Kecamatan yang ada di Kabupaten Garut. Kali ini, politisi PAN melakukan monitoring di Kecamatan Cibalong dan Kecamatan Pameungpeuk yang berada di wilayah Garut Selatan.

Berdasarkan hasil monitoring, Ade Kaca menemukan pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang tidak memiliki ruang isolasi bagi warga yang terkena suspect corona, baik ODP dan PDP.

“Ada dua orang yang statusnya ODP, yakni di Kecamatan Cibalong 1 orang dan di Kecamatan Pameungpeuk 1 orang. Namun belum ada pasilitas yang memadai untuk menangani ODP dan PDP,” ujarnya, Senin (23/03/2020).

Dikatakan Ade, selain belum ada pasilitas yang memadai serta tidak adanya ruang isolasi, sarana Alat Pelindung Diri (APD) masih sangat minim baik di RSUD Pameungpeuk milik Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Puskesmas di bawah naungan Dinas Kesehatan Kabupaten Garut.

“Saya selaku wakil rakyat, dengan kondisi seperti ini serangan wabah covid-19, mendesak Pemprov Jawa Barat untuk menjadikan RSUD Pameungpeuk menjadi RSU rujukan dalam penanganan covid-19,” katanya.

Baca Juga :   Dinas Pertanian Garut Himbau Petani Agar Tetap Menjaga Jarak Saat Panen

RSUD Pameungpeuk, ucap ia, sudah layak dijadikan RSU rujukan penanganan covid-19. Yang mana daerah Garut Selatan medannya berbeda dengan Gurut Kota serta jarak tempuhnya sangat jauh jika harus di rujuk ke RSUD dr. Slamet Garut.

“Kalau ada pasien yang ODP dan PDP kalau dirujuk ke RSUD dr. Slamet Garut sangat jauh. Sebaiknya RSUD Pameungpeuk dijadikan RSU rujukan,” tegasnya.

Selain mendorong Pemprov untuk menjadikan RSUD Pameungpeuk menjadi RS rujukan, Ade meminta, Bupati Garut, Rudy Gunawan, yang memiliki wilayah Garut untuk melakukan koordinasi dengan seluruh Kecamatan, dalam upaya pencegahan covid-19.

“Tadi ada juga informasi, kalau ada dua orang lagi yang terpapar diduga terkena virus corona. Yang mana kedua orang tersebut berada di Kecamatan Caringin. Soalnya kedua orang tersebut baru kembali dari luar negeri,” pungkasnya. (Dedi Oded)

Bagikan :
error: Protect !!!