11 April 2021

Fakta & Realita

Berita Harian Terkini, Berita Hari Ini, Kabar Harian Terbaru Terpercaya Terlengkap Seputar Priangan

Alat Pelindung Diri di RSUD dr. Slamet habis, Tenaga Medis Terpaksa Gunakan Jas Hujan

Garut, faktadanrealita.com-

Alat pelindung diri (APD) yang digunakan di ruang isolasi khusus RSUD dr. Slamet, Garut, Jawa Barat habis. Petugas pun terpaksa memakai jas hujan plastik saat mengantar seorang pasien yang dirujuk ke RSHS Bandung.

Direktur RSUD dr Slamet Garut sebagai tim dan penanggung jawab penanganan Inveksi Emerging Covid-19 Kabupaten Garut, dr. Husodo Dewo Adi membenarkan, alat pelindung diri bagi tim medis yang berada di ruang isolasi khusus, saat ini sudah habis dan petugas terpaksa menggunakan jas hujan yang terbuat dari plastik.

“Minimnya alat pelindung diri bagi petugas medis berada di RSU dr Slamet Garut, mereka terpaksa harus menggunakan jas hujan plastik. Sebelumnya tersedia 20 APD tapi telah dipakai semua. Penggunaannya sekali pakai. Pemakaian jas hujan plastik sendiri digunakan saat mengantar salah seorang pasien dalam pengawasan yang dirujuk ke RSHS Bandung,” kata Husodo Dewo Adi, Senin (9/3).

Baca Juga :   Di Garut, Sejumlah Warga Penerima BPUM Kemenkop UKM Mengaku Jadi Korban Pungli

Pihaknya sudah meminta penambahan APD ke Pemprov Jawa Barat, namun sampai sekarang belum juga dikirim.

Lebih lanjut Husodo mengatakan pasien yang dirujuk ke RHS Bandung ini merupakan warga Garut yang menetap di Macau, pulang ke Indonesia Ia singah di Bali, dan dari Bali melanjutkan perjalanan ke Surabaya, Yogyakarta dan berakhir di Garut.

Saat tiba di Garut, ia mengalami demam, sesak nafas dan batuk. Pasien berusia 42 tahun itu harus menggunakan bantuan oksigen.

Menurut Husodo, pasien tersebut mengaku telah melakukan kontak dengan pasien positif Covid-19. Namun ia kemudian berobat di klinik, kemudian dirujuk ke RSU dr Slamet. Akhirnya ia dirujuk ke RSHS Bandung setelah masuk ke ruang isolasi.

“Kami akan tetap melakukan pemantauan bagi keluarga dan rekan pasien. Hingga kini kami belum tahu pasien tersebut telah melakukan kontak dengan siapa saja,” pungkasnya.(Wena)

Bagikan :
error: Protect !!!