Adaptasi Pandemi Covid-19, Pemkab Garut Siapkan Program Baru Percepatan Ekonomi

oleh -3 Dilihat

Garut, Fakta dan Realita-

PEMERINTAH kabupaten Garut melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) kabupaten Garut saat ini tengah menyusun program percepatan ekonomi yang sempat menurun akibat terdampak pandemi Covid-19.

“Penguatkan perlindungan sosial hingga peningkatan kualitas kesehatan serta menyisipkan peningkatan daya saing daerah, juga menjadi bagian prioritas didalamnya,” Demikian dikatakan Sekertaris Bappeda Kabupaten Garut, Agus Ismail kepada Fakta dan Realita, kemarin (20/10).

Untuk itu kata pria yang akrab disapa Agis itu, daerah harus memiliki daya saing untuk bisa berkompetisi menghadapi potensi tantangan di masa mendatang. Pasalnya kata Agis, kita masih dihadapkan potensi bencana yang bisa saja terjadi, termasuk pandemi Covid-19 yang belum diketahui kapan berakhirnya.

Lanjutnya, pandemi Covid-19 juga memberi dampak pada perubahan perencanaan pembangunan pada tahun 2021, terutama percepatan ekonomi.

Maka dari itu kata Agis, di dalam konteks tema program pemerintah daerah diprioritaskan untuk percepatan pembangunan ekonomi, perlindungan sosial kemudian penanganan kesehatan yang di dalamnya melalui pendekatan infrastruktur.

“Infrastruktur menjadi urat nadi pertumbuhan ekonomi, ketika infrastruktur jelek maka percepatan ekonomi terhambat,” katanya.

Pada perencanaan pembangunan tahun 2021, sesuai dengan arahan pemerintah pusat dan pemerintah provinsi bahwa yang diprioritaskan itu adalah bagaimana menanggulangi dampak pandemi Covid-19, bagaimana pendekatan kesana? tentu saja paling utama adalah percepatan pembangunan ekonomi daerah, mau tidak mau bahwa kedepan kita tidak tahu pandemi kapan berakhir, salah satu pendekatan yang bisa dilakukan adalah bagaimana kita bisa adaptasi terhadap pandemi, bagaimana kita bisa hidup dengan pandemi karena bagaimana pun itu yang harus kita lalui.

“Pemerintah telah menyusun Tagline bagaimana kita hidup produktif tapi aman dari Covid-19, inilah adaptasi. Adaptasi tidak hanya memakai masker jaga jarak melakukan 3M, tapi kita biasa hidup dengan sebuah perubahan, karena jauh kedepan itu perubahan akan semakin cepat, apalagi hari ini kita dihadapkan pula dengan revolusi industri 4.0, society 4.0 jadi itu hal-hal yang harus dilalui,” tutur Agis.

Menurutnya, kita harus bisa hidup lebih produktif, pertumbuhan ekonomi menjadi salah satu bagian yang penting dan tidak bisa dabaikan.

“Bagaimana pun juga perlindungan sosial oke, kemudian penanganan kesehatan iya, tapi kan dari itu semua, muaranya tetap di ekonomi. Bagaimana kemudian masyarakat bisa menjaga kesehatannya apabila mereka tidak punya penghasilan? tidak bisa beraktivitas? tidak ada aktivitas ekonomi yang bergerak? tetep kuncinya ada di ekonomi. Bagaimana kemudian percepatan dilakukan? Maka dari itu Pemda kedepan harus lebih berorientasi kepada konteks memperluas kesempatan kerja dan lapangan berusaha seperti melalui padat karya, gotong royong, bagaimana kita melalui akses masyarakat terhadap ekonomi, dengan itu semua baru kita bisa melakukan langkah berikutnya,” terang Agis.

Agis menjelaskan, adanya pandemi Covid-19 pada tahun 2020 telah berdampak pada perubahan struktur program dan penganggaran yang cukup signifikan.

Apalagi kata Agis, Pemerintah pusat pun secara lebih rinci mengatur apa yang menjadi prioritas di daerah, penerapan SIPD, Permendagri, termasuk intruksi presiden juga mengatur apa yang harus dilakukan daerah.

Reporter : Wena. H | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.