Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman: Masyarakat Disarankan Tak Gelar Munggahan Saat Menjelang Ramadhan

Berita Utama409 Dilihat
IDCloudHost | SSD Cloud Hosting Indonesia

Kota Tasik, faktadanrealita.com-

PEMERINTAH KOTA Tasikmalaya menghimbau warga untuk tidak menggelar munggahan menjelang Ramadhan guna mencegah penyebaran virus Covid-19.

Hingga kini, trend jumlah pengidap corona di Kota Tasikmalaya semakin meningkat. Yang terbaru, satu warga asal Kawalu yang terkonfirmasi postif corona melalui rapid test meninggal.

“Sudah hari ini, untuk tahun ini, dalam situasi wabah ini tidak perlu ada yang namanya munggahan, berkumpul dan sebagainya,” kata Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman dalam konfrensi pers yang ditayangkan Instagram Dinas Komunikasi dan Informatika di Balai Kota Tasikmalaya, Jalan Letnan Harun, Minggu 19 April 2020.

Budi menyatakan, menghindari kerumunan adalah bagian dari upaya mengerem penyebaran virus corona selain menjaga jarak serta menerapkan pola hidup bersih.

Ia menegaskan, kesadaran masyarakat untuk mematuhi berbagai imbauan pencegahan pandemi Covid-19 merupakan hal utama di tengah upaya penanggulangan yang dilakukkan pemerintah.

Bila masyarakat patuh, penyebaran wabah bisa diminimalisir. Budi juga memastikan, ketersediaan bahan pokok, khususnya 14 bahan pokok doi Kota Tasikmalaya untuk kepentingan Ramadan hingga Mei 2020 masih aman.”Supaya masyarakat tenang, artinya tidak terjadi kepanikan, tidak terjadi panik buying,” ucapnya.

Kepanikan dengan memborong berbagai kebutuhan pokok justru bakal membuat harga melambung dan menurunkan daya beli masyarakat.

Hal tersebut bakal memperparah kondisi masyarakat yang kehilangan mata pencaharian akibat pemutusan hubungan kerja (PHK). Saat ini, tutur Budi, trend penyebaran wabah corona di Kota Tasikmalaya terus meningkat. Pasien positif yang meninggal pun kini bertambah.

“Hari ini ada satu orang warga kita meninggal, itu sudah dirapid test positif walaupun Swab tes (tes laboratorium)-nya belum turun,” kata Budi.

Warga tersebut berasal dari Kampung Saguling Panjang, Kelurahan Cilamajang, Kecamatan Kawalu. Ia beserta isterinya sama-sama terkonfirmasi positif corona dalam rapid test. Sang isteri hingga kini masih di rawat di RSUD Kota Tasikmalaya. Pasien meninggal karena tertular dari daerah yang terjangkit Covid-19.

Inline Related Posts  Bupati Garut Instuksikan Satpol PP Tingkatkan Penegakkan Disiplin Prokes

Kendati demikian, lanjut Budi, proses pemakamannya diterima masyarakat atau tak mendapat penolakan warga.

Budi memastikan, pengurusan jasad positif corona mengikuti protokol kesehatan sehingga tak akan menulari masyarakat. Pengurusan jenazah pun dari mulai pengangkutan hingga penguburan dilakukan oleh petugas sesuai protokol kesehatan.

Sebelumnya, penguburan satu warga positif corona di Kota Tasikmalaya sempat mengalami penolakan warga beberapa waktu lalu. Akhirnya, jasad warga itu dikremasi di Cisapi, Kawalu.

Berdasarkan data yang tercatat dalam Instagram Diskominfo Kota Tasikmalaya pada Minggu 18 April 2020, jumlah warga yang positif Covid-19 mencapai 27 orang dengan 5 terkonfirmasi dari tes laboratorium dan 22 dari rapid test. Sedangkan Pasien Dalam Pengawasan (PDP) 25 orang dengan 20 selesai pengawasan, 3 masih pengawasan dan 2 meninggal.

Untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) totalnya 1030 dengan 711 selesai pemantauan dan 319 dalam pemantauan. Untuk Orang Tanpa Gejala mencapai 302 dengan 153 selesai pengawasan dan 149 dalam pemantauan.

Reporter : WH | Editor : Red_FR