Terdampak Pandemi Covid-19, Terminal Bus Ciamis Tutup, Ratusan Sopir dan Kernet Dirumahkan

oleh -2 Dilihat

Ciamis, faktadanrealita.com-

MENINDAK LANJUTI gagasan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Provinsi Jawa Barat, terminal bus Ciamis juga bakal ditutup.

Sementara itu wabah virus corona (Covid-19) yang berdampak pada seluruh sektor kehidupan, juga mengakibatkan sekira 1.300 supir dan kernet dan kondektur bus terpaksa dirumahkan .

Pantauan di Terminal Bus Ciamis, Rabu 29 April 2020 sore hanya ada satu bus antar kota antar provinsi (AKAP) yang sempat sebentar transit. Suasana terminal juga sangat lengang, hanya ada satu dua orang yang lalu lalang.

Kondisi lengang juga dijumpai di terminal angkutan kota yang berada satu kompleks dengan Terminal Bus Ciamis.

Sementara itu suasana sedikit ramai sekitar perempatan terminal, beberapa angkutan tampak ngetem menunggu penumpang.

“Gagasan dilakukannya PSBB se-Jabar sudah mulai mengerucut, tinggal menentukan secara serentak kapan mulai diberlakukan.

Saat ini kami juga terus melakukan kajian, musyawarah dengan berbagai pihak,” tutur Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis Endang Sutrisna, Rabu 29 April 2020.

Dia menambahkan penutupan terminal juga seiring dengan statemen Menter Perhubungan yang salah satunya menyangkut penghentian operasional angkutan umum.

Kecuali beberapa jenis kendaraan, di antaranya angkutan sembako, BBM, serta beberapa jenis kendaraan lain.

“Ada beberapa jenis kendaraan yang memang dikecualikan. Demikian pula khusus angkutan kota Ciamis juga belum diputuskan saat masa PSBB.

Apakah ada pembatasan jumlah penumpang sesuai dengan regulasi jaga jarak atau kebijakan lain,” tambahnya.

Ditempat terpisah Sekretaris DPC Organda Ciamis Ekky Bratakusuma mengungkapkan sejak awal munculnya wabah corona hingga saat ini setidaknya ada 1.300 pengemudi dan kondektur serta kernet yang dirumahkan.

Hal itu tidak hanya untuk bus trayek antar kota antar provinsi (AKAP) maupun antar kota dalam provinsi (AKDP).

“Perusahaan sudah berjuang sekuat tenaga memertahankan agar karyawan tidak dirumahkan, Akan tetapi kondisinya tidak memungkinkan.

Apalagi dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berdampak pada ditutupnya terminal tujuan angkuta seperti di Jakarta maupun Bandung, sebagai dampak wabah Covid-19,” kata Ekky.

Dari 1.300 awak kendaraan yang dirumahkan, jelasnya sebanyak 800 orang awak kendaraan atau karyawan bus AKAP, dan 500 trayek bus AKDP.

Beberapa perusahaan otobus (PO) yang merumahkan awak kendaraan sebagian pegawainya yakni Gapuraning Rahayu (GR), Sumberjaya, Aladdin, Merdeka. Termasuk bus kecil atau tiga perempat, elf dan sejenisnya.

“Kondisinya memang sedang tidak memungkinkan, terminal tutup, penumpang sepi, perusahaan tidak mendapat pemasukan. Apabila dipaksakan beroperasi, justeru akan merugi,” ujarnya.

Ekky yang juga Manager Operasional PO Gapuraning Rahayu (GR) mengatakan sebanyak 380 awak kendaraan (pengemudi dan kernet, kondektur) Bus GR terpaksa dirumahkan. Sedangkan tenaga mekanik, montir masih tetap bekerja seperti biasa.

“Masih ada beberapa karyawan bidang pemeliharaan kendaraan. Kami memberikan sembako untuk karyawan, bahkan juga beberapa warga terdampak Covid di sekitar kantor Bus GR,” tutur Ekky.

Reporter : WH | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.