Sungguh Ironis !! Disaat Bantuan Penanganan Covid-19 Membludak, Keluarga di Garut ini hanya bisa Gigit Jari

oleh -12 Dilihat

Garut, Fakta dan Realita-

SUNGGUH ironis dimana banyaknya bantuan sosial di tengah pandemi Covid-19 yang digelontorkan oleh pemerintah pusat, namun naasnya tak satu pun bantuan sosial yang diterima oleh Dudung dan keluarga.

Ditengah Pandemi Covid-19, Dudung dan istrinya yang berprofesi sebagai penjual gorengan harus berja keras membanting tulang demi nemenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan belum pernah sekalipun menerima bantuan sosial dalam bentuk apapun dari pemerintah.

Alhasil Dudung (46) yang merupakan warga kampung Nagrog RT 002 RW 012, desa Sindanggalih, kecamatan Karangawitan, Garut itu pun harus terus berusaha memenuhi kebutuhan keluarganya tanpa ada bantuan sosial apapun di tengah pandemi covid-19.

Selain berjualan gorengan Dudung mengaku bisa mendapat penghasilan lebih jika ada yang menyuruh memasang listrik dirumah-rumah warga, itu pun sangat jarang hanya sewaktu-waktu saja.

“Sehari-hari hanya bisa berjualan gorengan, kalau ada yang nyuruh masang listrik atau benerin listrik, baru ada penghasilan tambahan,” ucap Dudung kepada Fakta dan Realita di warung tempat jualan gorengannya, minggu (30/08/2020).

Dari pengakuan Dudung dan istrinya, Ai Juariah (44), mereka belum pernah mendapatkan bantuan sosial apapun baik itu BPNT, PKH, BLT DD, BLT Kemensos maunpun Bansos Gubernur dan Bupati.

Dari hasil pernikahan Dudung dan Ai Juariah, mereka dikarunia dua orang anak yaitu Rifky Pirdaus (17) yang masih duduk di kelas dua SMA dan Dwi Putri (10) yang masih duduk di bangku kelas empat SD.

Dudung berkata bahwa bantuan yang pernah ia terima berupa sembako dari warga yang memiliki rizky lebih dan dari Koramil 1102/krp.

“Alhamdulillah bantuan pernah kita terima berupa uang dan sembako dari warga sini yang memiliki rizky lebih dan dari Koramil 1102/krp, kalau dari pemerintah desa maupun pusat belum pernah sama sekali,” katanya.

Mungkin masih banyak warga negara Indonesia yang senasib dengan Dudung, dimana kepekaan pemerintah terhadap ekonomi masyarakat lebih ditingkatkan, jangan sampai yang bukan haknya tapi bisa menerima bantuan sosial, sedangkan yang haknya tidak mendapat bansos dan harus terus berjuang mengorbankan dirinya ditengah ancaman Covid-19 demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Reporter : Wita | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.