Soal Covid-19, Wabup Helmi: PMI Garut harus miliki pengetahuan lebih dibanding masyarakat

oleh -15 Dilihat

Garut, Fakta dan Realita-

WAKIL Bupati Garut, dr. Helmi Budiman menghadiri Rapat Kerja (Raker) Pengurus PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Garut. Raker yang juga diikuti Pengurus PMI tingkat kecamatan se-Kabupaten Garut ini berlangsung di Gedung Bank bjb Garut, kecamatan Garut Kota, kabupaten Garut, Senin (23/11/2020).

Dalam rapat tersebut Wakil Bupati Garut, dr. Helmi Budiman mengatakan, PMI identik dengan kesehatan.

“Namanya juga PMI – Palang Merah Indonesia sering diidentikan atau dikaitkan dengan kesehatan sering, dikaitkan dengan pertolongan pertama, sering dikaitkan dengan donor darah, sering dikaitkan dengan penanggulangan bencana karena kita memang selalu hadir disitu,” ujar Helmi.

Meskipun begitu, lanjut Helmi, PMI tidak harus orang kesehatan, yang paling penting adalah memiliki rasa kemanusiaan.

“Walau dengan demikian PMI itu tidak harus orang kesehatan yang paling penting adalah memiliki rasa kemanusiaan, memiliki sesuatu yang berhubungan dengan kemanusiaan itu yang paling penting, makanya di sini kita banyak latar belakang ada guru, ada MUI (Majelis Ulama Indonesia), ada tokoh masyarakat, ada orang kesehatan dan ada profesi-profesi yang lain, ada tokoh pemuda dan ada dari organisasi yang eksis di kemasyarakatan,” ucapnya.

Helmi berharap anggota PMI bisa lebih paham terkait Covid-19 dibandingkan masyarakat.

“Terkait dengan Covid-19 saya berharap PMI ini karena masyarakat umum PMI itu tahu kesehatan tadi saya sampaikan yang di PMI asal mempunyai jiwa kemanusiaan yang tinggi itu dan bisa dan harus ada di PMI tapi masyarakat menilai PMI ini tahu kesehatan oleh karena itu pengetahun tentang Covid-19 kita harus lebih paham dari masyarakat yang lain apalagi Covid-19 di kita kalau sekarang itu bulan kemarin peningkatan paling banyak di klaster keluarga disusul klaster pesantren. Nah ini kenapa ada klaster kelurga (dan) pesantren bagaimana penanggulangannya paling tidak kita bisa menjawabnya,” pungkasnya.

Reporter : Wena. H | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.