Sejak Ada Darurat Wabah Virus Corona, Pasar Induk Ciawitali Garut Sepi Pembeli

oleh -8 Dilihat

Garut, faktadanrealita.com-

Berdasarkan pantauan wartawan Fakta & Realita ke Pasar Induk Ciawitali Garut, sejak beberapa minggu ini diberlakukan darurat wabah virus corona, kondisi pasar terbesar di kabupaten Garut, Jawa Barat tersebut tampak sepi pengunjung.

Kondisi tersebut seiring dengan anjuran pemerintah yang mengharuskan warganya untuk tetap tinggal di rumah dan membatasi semua aktifitas diluar rumah serta harus menghindari kerumunan.

Sepinya pasar dari pembeli seperti yang diungkapkan Jajang, salah satu pedagang sayuran di Pasar Induk Ciawitali. Ia mengeluhkan kondisi pasar yang begitu sepi pembeli, sementara pasokan barang cukup melimpah bahkan tidak terjual hingga akhirnya membusuk.

“Lihat saja kondisi pasar sekarang sepi, tidak ada pembeli karena korona,” kata Jajang penjual sayuran di Pasar Induk Ciawitali, Garut, Jumat (10/04/2020).

Ia menuturkan, sejak munculnya kabar penyebaran wabah Covid-19, kemudian diberlakukannya larangan warga keluar rumah menyebabkan aktivitas pasar menjadi sepi, dampaknya tidak ada pembeli.

Sedangkan pasokan barang berbagai jenis sayuran maupun rempah-rempah dari berbagai daerah, kata dia, cukup banyak, bahkan sebagian terpaksa harus ditolak karena khawatir tidak terjual.

“Jadi daya belinya sekarang lemah, barang tidak susah justru banyak, tapi pembelinya tidak ada,” katanya.

Ia menyebutkan, jenis barang yang cukup melimpah yakni berbagai jenis sayuran, termasuk berbagai jenis bawang, cabai, bahkan jahe dari petani lokal Garut sangat banyak.

Sebagian barang yang dipasok petani, lanjut dia, terpaksa tidak semuanya dibeli untuk meminimalisasi kerugian selama kondisi pasar sepi pembeli.

“Contohnya jahe, sekarang stoknya banyak, bahkan ditolak pasokannya, karena terlalu banyak, kalau dibeli semua nanti bisa busuk, ini saja sebagian sudah busuk,” katanya.

Kondisi serupa di rasakan Yayat yang juga sebagai penjual sayuran. Ia mengatakan hal yang sama, sejak munculnya wabah Corona, jumlah pembeli menurun drastis, bahkan orang yang berbelanja hanya membeli barang dengan jumlah sedikit.

Biasanya, kata dia, setiap pagi situasi pasar sudah ramai oleh pembeli untuk berbelanja memenuhi kebutuhan restoran besar, maupun rumah makan dan pedagang eceran lainnya. “Biasanya kalau pagi-pagi itu sudah ramai oleh pembeli untuk restoran, rumah makan, tapi sekarang sepi, yang beli paling untuk kebutuhan rumah tangga,” katanya.

Sementara itu, Ketua Ikatan Warga Pasar (Iwapa) Pasar Ciawitali, Iyen Abdul Malik menambahkan, kondisi pasar tradisional di Garut memang sedang minim pembeli karena banyak masyarakat yang takut keluar rumah sejak munculnya wabah Covid-19.

“Pedagang saat ini juga berkurang, pengunjung juga berkurang, karena adanya wabah corona ini,” kata Iyen.

Ia menuturkan, Pasar Ciawitali merupakan pasar tradisional yang cukup besar di Kabupaten Garut dengan menjual berbagai jenis produk pangan yang dipasok dari berbagai daerah Garut maupun luar kota.

Namun setelah diberlakukannya darurat wabah COVID-19, kata Iyen, aktifitas di Pasar Ciawitali menjadi sepi karena berkurangnya pengunjung sehingga pedagang memilih tutup untuk meminimalisasi kerugian.

“Wabah virus COVID-19 ini tentu menjadi keresahan bagi pedagang maupun pembeli, sehingga daya beli pun turun drastis, mudah-mudahan kondisi seperti ini cepat berlalu,” pungkas Iyen.

Reporter : Wena. H | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.