Reses Anggota Komisi 4 DPRD Garut, Mas Yayu Siti Sapuro Soroti Pembelajaran Daring dan Luring

oleh -3 Dilihat

Garut, Fakta dan Realita-

SIKAP rendah hati, bersahaja dan penuh keramahan ditunjukkan anggota Komisi 4 DPRD Kabupaten Garut dari Fraksi Demokrat, Mas Yayu Siti Sapuro saat diwawancarai sejumlah wartawan yang meliput kegiatan resesnya bersama para pengurus PAC Demokrat Dapil 2 yang berlangsung di Rumah Makan Gandasari Jalan Raya Limbangan-leuwigoong, Senin (07/12/2020).

Mas Yayu Siti Sapuro terlihat sangat komunikatif dalam menjawab berbagai pertanyaan yang dilontarkan oleh para  insan pers kepadanya.

Saat disinggung wartawan Fakta dan Realita terkait pembelajaran daring dan Luring yang seringkali menimbulkan polemik tersendiri di tengah masyarakat yang berimbas pada perekonomian, dan dampak sosial lainnya.

Menurut Mas Yayu, dengan adanya pandemic Covid-19 ini menjadi pelajaran berharga bagi semua orang karena yang namanya teknologi itu, harus dipahami oleh semua pihak, dan dengan ini akan terukur, suksesnya Luring itu sekian persen.

“Intinya, bahwa pemahaman tentang IT masih terbatas, dan ini menjadi bahan masukan untuk Dinas Pendidikan Garut tentang bagaimana cara meningkatkan kualitas SDM dan mengenalkan, serta melatih IT terhadap tenaga pendidikan itu sendiri,” tandasnya.

Mas Yayu juga menilai, semua tak pernah maksimal, karena memang hal itu sangat dirasakan. Tak bisa dipungkiri bahwa ketika polemik terjadi maka banyak para orang tua yang harus memperhatikan kebutuhan putra-putrinya dalam menjalankan tugas sekolah.

“Diakui atau tidak itu menjadi masalah secara ekonomi bagi para orang tua siswa, ibu-ibu banyak yang menjerit, kebingungan. Begitupun selaku suami, bapak-bapak juga harus mencari uang untuk membeli pulsa,” ujarnya objektif.

Mas Yayu berharap, semoga saja ini menjadi pembelajaran bagi kita semua untuk kedepannya. Lalu, pemahaman tentang Ilmu dan Teknologi (IT) harus ditingkatkan, karena mau tidak mau di era sekarang ini memang berlaku seperti itu. Selain itu, semoga saja pandemik ini segera berakhir, sehingga pembelajaran secara tatap muka bisa dimulai biar ada semangat bagi masyarakat pendidik terutama anak-anak yang merasa jenuh di rumah.

Ia juga menambahkan, secara ekonomi, lanjutnya, para sopir angkutan juga mengakui, bahwa ketika anak-anak tidak sekolah secara tatap muka, pendapatan pun pasti mengalami penurunan.

“Tapi, meskipun demikian, kita harus mengikuti anjuran pemerintah di dalam melaksanakan penegakan disiplin protokol kesehatan. Yang jelas itu tadi, semoga saja pandemi Covid-19 ini segera berakhir,” pungkas Mas Yayu.

Reporter : Wa’Oded | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.