PTG di Hotel Bandung Lukai Hati Jurnalis, PD IWO Garut Desak Bupati Ganti Kadiskominfo dan Kabid

oleh -4 Dilihat

Garut, Fakta dan Realita-

PENGURUS Daerah Ikatan Wartawan Online (PD IWO) Garut, menilai Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Garut telah menyinggung profesi jurnalis termasuk lembaga profesi wartawan yang ada di Kota Intan. Hal ini buntut adanya kegiatan Pelatihan Tepat Guna (PTG) yang diselenggarakan di salah satu hotel mewah di Kota Bandung, Jawa Barat, pada 16-18 Maret 2021 lalu.

Ketersinggungan jurnalis dari berbagai lembaga profesi wartawan beralasan, karena Diskominfo Garut yang menjadi penyelenggara kegiatan ini sama sekali tidak mengundang atau melibatkan para jurnalis secara keterwakilan yang ada di Kabupaten Garut. Terlihat para peserta hanya didominasi oleh salah satu media lokal Garut, yang perusahaannya belum terdaftar dan terverifikasi di Dewan Pers (DP).

“Kami sebagai lembaga profesi wartawan, jelas tersinggung oleh sikap Diskominfo Garut, yang seolah-olah tak menganggap keberadaan kami di Kabupaten Garut. Kalau memang Diskominfo Garut yang menyelenggarakan kegiatan ini kenapa tidak mengundang para jurnalis yang tergabung di lembaga profesi?,” ujar Ketua PD IWO Garut, Robi Taufiq Akbar, Senin (22/03/2021).

Dikatakan Robi, rekan-rekan wartawan sempat mengkonfirmasi masalah ini kepada Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Muksin. Namun, jawabannya saat itu tidak mengetahui kalau kegiatan tersebut tidak melibatkan seluruh wartawan yang ada di Kabupaten Garut.

“Heran, kenapa Diskominfo Garut terkesan ada rasa ketakutan untuk memberikan penjelasan. Padahal, kegiatan tersebut akan berdampak buruk terhadap Kominfo itu sendiri,” ucapnya.

Robi mendesak, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika memberikan penjelasan yang rasional, hal ini agar tidak terjadi kesalah pahaman diantara para wartawan yang ada di Kabupaten Garut.

“Jelas harus meminta maaf, karena bukan satu orang saja atau satu lembaga profesi wartawan saja, melainkan hampir seluruh lembaga profesi telah tersinggung,” ucapnya.

Robi mengaku, bukan masalah anggarannya yang dipersoalkannya, melainkan etika sebagai SKPD kemana arahnya. ” Kalau memang mau membuka front dengan kami, jelas siap kami layani. Namun bukan itu, Diskominfo seharusnya merangkul semua pihak agar bersinergi,”

Yang lebih membuat ketersinggungan, adanya lontaran Kepala Bidang, Yeni Yunita, yang tidak memberikan penjelasan. Bahkan, menyarankan untuk menanyakan langsung pada penanggung jawab media berinisial T, dan I yang menjabat sebagai pemred salah satu media lokal.

“Lho, kenapa kami harus mengkonfirmasi pada dia, kan seharusnya sebagai pejabat di Diskominfo Garut harus memberikan penjelasan yang baik, bukan demikian,” ujarnya.

Dengan sikap Kabid Yeni Yunita dan Kadiskominfo Garut tersebut, Robi pun meminta Bupati Garut, untuk segera merotasi mereka dari jabatannya. Hal ini agar tidak memancing untuk melakukan aksi-aksi yang tidak diharapkan.

Reporter : Wa’Oded | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.