Negara-negara ASEAN Sepakati 7 Upaya Kerja Sama Pariwisata di Tengah Pandemi Covid-19

oleh -1 Dilihat

Jakarta, faktadanrealita.com-

SEMUA negara ASEAN menyepakati tujuh upaya kerja sama di bidang pariwisata sebagai langkah mitigasi terhadap sektor yang dianggap paling terpukul paling dalam akibat pandemi Covid-19. Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Wamenparekraf), Angela Tanoesoedibjo mewakili Indonesia dalam pertemuan para menteri pariwisata negara-negara ASEAN dalam Special Meeting of the ASEAN Tourism Ministers (M-ATM) on Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), Jumat (1/5/2020).

“Kerja sama yang kuat dibutuhkan dalam upaya menangani bersama dampak Covid-19 dalam sektor pariwisata di kawasan ASEAN. Saatnya kita semua para anggota ASEAN untuk bersama. Dengan bersama kita bisa kuat, dimana tujuh upaya kerja sama disektor pariwisata disepakati. Pertama, kami semua sepakat untuk membina koordinasi ASEAN dalam mempercepat pertukaran informasi tentang perjalanan, terutama terkait standar kesehatan dan langkah-langkah lain yang diperlukan negara-negara anggota ASEAN dalam mengendalikan penyebaran wabah Covid-19 melalui peningkatan operasi Tim Komunikasi Krisis Pariwisata ASEAN (ATCCT),” ungkap Angela.

Ditambahkan Angela, langkah selanjutnya adalah mengintensifkan kolaborasi Organisasi Pariwisata Nasional (NTOs) ASEAN dengan sektor-sektor ASEAN lain yang relevan, terutama di bidang kesehatan, informasi, transportasi, dan imigrasi serta dengan mitra eksternal.

“Hal ketiga adalah kami sepakat untuk meningkatkan kerja sama yang lebih erat dalam berbagi informasi dan praktik terbaik di antara negara-negara anggota ASEAN serta dengan mitra dialog ASEAN dalam mendukung sektor pariwisata. Hal selanjutnya adalah kami sepakat untuk sama-sama menerapkan kebijakan dan langkah-langkah yang tepat untuk meningkatkan kepercayaan antara pengunjung domestik dan internasional ke Asia Tenggara,” tambahnya.

Selain itu, juga disepakati untuk bersama-sama mengimplementasikan pemulihan sektor pariwisata akibat pandemi Covid-19. Dimana mereka juga menyepakati promosi pariwisata guna mempromosikan single tourism destination di kawasan ASEAN.

“Selanjutnya langkah yang kita sepakati adalah kita sepakat untuk mempercepat penerapan kebijakan mikro dan makro ekonomi, memberikan dukungan teknis dan stimulus keuangan, pengurangan pajak, peningkatan kapasitas dan kemampuan. Terakhir kita juga secara efektif menerapkan dan mengelola pariwisata yang berkelanjutan dan inklusif setelah krisis,” tandasnya.

Negara-negara anggota ASEAN melaporkan kinerja pariwisata yang menurun sekitar 36 persen pada kuartal pertama 2020, dibandingkan periode yang sama di tahun 2018 dan 2019. Dimana tingkat kedatangan wisatawan internasional tercatat menurun sekitar 34 persen, dan tingkat hunian kamar hotel saat ini berada pada titik terendah dan banyak terjadi pembatalan dalam industri tur dan travel.

Reporter : WH | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.