Minimalisir Resiko Bencana, BPBD Garut Luncurkan Program Katana

oleh -4 Dilihat

Garut, Fakta dan Realita-

BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat, membentuk Keluarga Tanggap Bencana (Katana). Tujuannya untuk membangun kesadaran masyarakat terhadap berbagai ancaman bencana alam di lingkungan sekitarnya sehingga dapat meminimalkan risiko bencana.

“Konsep aman bencana itu nantinya sudah ada di keluarga, mereka itu sudah tahu yang namanya bencana dan solusinya, makanya konsepnya rumah jadi sekolah bencana, ibu jadi guru bencana,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Firman Karyadin kepada Media Fakta dan Realita, Minggu (21/11/2020).

Ia menuturkan Katana merupakan wujud arahan Presiden Republik Indonesia yang dibahas dalam Rapat Koordinasi Nasional Penanggulangan Bencana 2020 untuk melakukan edukasi kebencanaan secara berkala dan teratur.

Gerakan Katana itu, lanjut dia, bertujuan membangun kesadaran keluarga agar memiliki pengetahuan mengenal risiko bencana, mengurangi kejadian dan risiko dampak bencana serta menjadi keluarga yang tangguh.

“Bagaimana caranya dalam menanggulangi bencana ini adalah satu kolaborasi, jadi tidak bisa orang per orang, makanya Pak Presiden menyampaikan Pentahelix, jadi semuanya bencana ini tanggung jawab siapa, kita bersama,” katanya.

Ia menambahkan program lain dalam penanggulangan bencana di Garut yaitu membentuk masyarakat dalam gerakan Desa Tangguh Bencana (Destana) yang sudah lebih lama dirintis sejak 2014.

Ia menyebutkan hingga 2020 program itu baru berhasil membentuk 15 Destana dengan skala prioritas daerah yang tingkat potensi bencana alamnya cukup tinggi seperti bencana letusan gunung api, banjir, dan longsor.

“Kita ngambil target-target, desa-desa yang memang daerahnya rawan seperti Gunung Guntur di Desa Pasawahan, sekarang di Pameungpeuk, Mancagahar kita ambil, memang daerah-daerah yang kita prioritaskan,” katanya.

Sementara itu, menurut catatan BPBD Garut, beberapa daerah di kabupaten Garut masih memiliki potensi bencana alam seperti bencana banjir, tanah longsor, pergerakan tanah, angin puting beliung, gempa bumi dan tsunami yang kemungkinan bisa saja terjadi secara tiba-tiba, kapan saja itu waktunya.

Reporter : Wena. H | Editor : Red_FR

No More Posts Available.

No more pages to load.